Author: Dwi Widiyastuti

  • MGMP Bahasa Indonesia Kab. Banjarnegara Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Siswa SMA/SMK/MA se-Banjarnegara

     

    Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Jurnalistik

     BANJARNEGARA – nujateng.com

    Banjarnegara, 27 Oktober 2025 di aula SMAN 1 Banjarnegara sedang dilaksanakan pelatihan jurnalistik SMA/SMK/MA se kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini dengan tema “Jurnalistik di Era Digital: gerakan menulis di era digital untuk menyongsong Indonesia emas tahun 2045”

    Kegiatan ini dilaksanakan oleh MGMP bahasa Indonesia kabupaten Banjarnegara. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu sambutan oleh Pembina Yayasan Garda Wirasana Merah Putih yaitu Bapak Harris Farouck Perwiranegara, M.M. lalu oleh Ketua MGMP bahasa Indonesia kabupaten Banjarnegara ibu Sunarti, S.Pd.

    Lalu diisi pelatihan yang dilakukan oleh bapak Ali Arifin, S.Sos selaku pimpinan redaksi media online portal Pekalongan.com dan Banjarnegara.com

    Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai SMA/SMK/MA dari kabupaten Banjarnegara. Inti dari pelatihan jurnalistik adalah untuk mengajarkan konsep dasar jurnalistik, produk jurnalistik, teknik menulis berita, struktur berita, dan kelayakan berita.

     

    Celia Nada Utami

    SMAN 1 PURWAREJA KLAMPOK

  • MENGHIASI BULAN BAHASA DENGAN PELATIHAN JURNALISTIK

    MENGHIASI BULAN BAHASA DENGAN PELATIHAN JURNALISTIK

    Senin, 27 Oktober 2025, MGMP Banjarnegara berkolaborasi dengan seluruh guru Bahasa Indonesia yang menggelar pelatihan jurnalistik dengan mengusung tema “Jurnalistik di era digital: gerakan menulis di media dalam rangka menyongsong Indonesia emas 2025”. Kegiatan ini diselenggarakan di aula SMAN 1 BANJARNEGARA yang diikuti oleh seluruh SMA, SMK dan MA yang ada di kabupaten Banjarnegara. Ali Arifin selaku narasumber menyampaikan beberapa cerita dari pengalaman hidup yang menarik serta materi dasar seputar jurnalistik. Peserta tampak antusias dalam mengikuti kegiatan ini.

    Khairunnisa Nugroho

    SMAN 1 WANADADI

  • Artikel Pelatihan Jurnalistik

    Dalam rangka Bulan Bahasa 2025,MGMP Bahasa Indonesia mengadakan pelatihan Jurnalistik pada 27 Oktober 2025 di SMA negeri 1 Banjarnegara. Terlihat banyak sekali peserta dari sekolah lain sekitar daerah Banjarnegara yang ikut berpartisipasi. Kali ini dengan mengambil tema “JURNALISTIK DI ERA DIGITAL,GERAKAN MENULIS DI MEDIA DALAM RANGKA MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045”.Acara ini bertempat di Gor.

    Zwevania Mauren Cristin

    SMK Negeri 1 Wanayasa

  • Menguasai Dunia dengan Menguasai Informasi

    Menguasai Dunia dengan Menguasai Informasi

    Banjarnegara, 27 Oktober 2025 — Semangat para calon penulis dan jurnalis muda memeriahkan acara Pelatihan Jurnalistik yang digelar di SMAN 1 Banjarnegara. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua MGMP SMA, SMK, dan MA, serta Ketua MKKS, dengan Bapak Ali Arifin, S.Sos. sebagai narasumber utama.

     

    Aula SMAN 1 Banjarnegara tampak penuh oleh antusiasme puluhan hingga ratusan siswa dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Banjarnegara. Mengusung tema “Jurnalistik di Era Digital: Gerakan Menulis di Media dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini menjadi wadah inspiratif bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan menulis dan berkontribusi dalam dunia media masa depan.

     

    Bapak Ali Arifin, S.Sos. menyampaikan materi seputar dasar-dasar jurnalistik dengan fokus pada Teknik Menulis Berita. Materi dimulai dari konsep dasar jurnalistik, jenis-jenis produk jurnalistik, teknik penulisan berita yang baik dan benar, hingga struktur serta kelayakan sebuah berita. Tak hanya itu, terdapat juga cara menyusun konten berita untuk media digital dan website, yang kini menjadi kebutuhan utama di era informasi.

     

    Diharapkan melalui pelatihan ini, para peserta mampu memahami prinsip dasar kerja jurnalistik, menulis berita secara objektif dan menarik, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana menyalurkan gagasan dan karya tulis mereka. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat literasi, berpikir kritis, dan kepekaan terhadap isu-isu sosial di Banjarnegara hingga dunia.

     

    Abizar Rahman Setiadi

    SMAN 1 Banjarnegara

  • Pelatihan Jurnalistik Warnai Bulan Bahasa 2025 di Banjarnegara

    Pelatihan Jurnalistik Warnai Bulan Bahasa 2025 di Banjarnegara

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa tahun 2025, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Banjarnegara menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi perwakilan siswa SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Banjarnegara pada Senin, 27 Oktober 2025. Kegiatan yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Banjarnegara ini dibuka secara resmi oleh Bapak Sudarto, selaku Kepala SMA Negeri 1 Banjarnegara. Dengan mengusung tema “Jurnalistik di Era Digital: Gerakan Menulis di Media dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045,” pelatihan ini menjadi wadah penting dalam menumbuhkan semangat literasi dan keterampilan menulis generasi muda di era digital.

    Kegiatan yang diketuai oleh Ibu Sunarti ini menghadirkan Bapak Alin Arifin, seorang jurnalis senior dan pemerhati media yang telah berkiprah sejak tahun 1997, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa dunia jurnalistik menuntut kecermatan berpikir, kejujuran dalam menyampaikan fakta, serta tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka juga menerima lembar panduan berisi dasar-dasar jurnalistik dan teknis penulisan berita, yang membantu mereka memahami proses menulis berita secara profesional dan sesuai kaidah jurnalistik.

    Suasana kegiatan berlangsung hangat, inspiratif, dan interaktif. Peserta diajak berlatih menyusun berita dengan menerapkan unsur 5W + 1H, menulis lead yang kuat, dan memilih judul yang menarik. Melalui pelatihan ini, MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Banjarnegara berkomitmen menumbuhkan budaya literasi yang berkualitas di kalangan pelajar. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi penulis muda yang kritis, kreatif, dan berintegritas generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan semangat Gerakan Menulis di Media sebagai wujud kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

    Azizah Khoirunnisa Qurrotul’ain

    SMA Negeri 1 Banjarnegara

  • Geliat Pagi Ceria SDN 2 Kutabanjarnegara

    Geliat Pagi Ceria SDN 2 Kutabanjarnegara

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Dalam proses pendidikan di sekolah, berbagai aspek dikembangkan agar menjadi manusia unggul sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, setiap pagi dilakukan aktivitas “pagi ceria” yang merupakan salah satu kebijakan Kemndikdasmen untuk penguatan karakter murid.

    “Dalam rangka merespon regulasi dari Kemendikdasmen, sekolah kami melaksanakan program pagi ceria. Aktivitas pagi ceria terdiri dari  menyanyikan lagu Indonesia Raya, melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), dan berdoa bersama. Anak-anak berbaris di halaman lalu melakukan aktivitas bersama dipandu oleh guru. Salah satu aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran murid adalah dengan senam. Otot dan organ tubuh digerakkan, sehingga komponen kebugaran dapat terlatih. Jika murid sehat dan bugar akan mendukung dalam prestasinya, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik,” ujar Slamet Sugiyanto Kepala SD Negeri 2 Kutabanjarnegara.

    Aktivitas pagi ceria yang dilakukan rutin setiap hari adalah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Hal ini bertujuan untuk memupuk nasionalisme dan cinta NKRI. Dalam praktiknya, menyanyikan lagu Indonesia Raya dipandu dengan iringan musik sehingga murid berlatih menyanyikannya dengan benar.

    “Menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap hari akan menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI. Aktivitas ini kami lakukan bukan semata-mata hanya menjalankan regulasi, namun lebih kepada aktivitas yang penuh kesadaran dan kebermaknaan. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, biasanya murid kami ajak untuk mendalami dan menyelami betapa besar bangsa Indonesia. Murid diajak menyukuri nikmat kemerdekaan yang diberikan Tuhan, agar mereka dimasa yang akan datang menjadi warga negara yang baik dan melakukan kebaikan dalam rangka memajukan bangsa dan negara,” ungkap Erni Suryaningsih, guru SD Negeri 2 Kutabanjarnegara.

    Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan senam, murid memulai aktivitas dengan berdoa bersama. Dengan demikian sebelum aktivitas pembelajaran murid diajak untuk aktivitas olah raga, olah rasa, olah pikir, dan olah hati dalam bingkai aktivitas pagi ceria di SD Negeri 2 Kutabanjarnegara.***(Slamet Sugiyanto)

  • Puncak Hari Santri Nasional 2025 di Semarang: Spirit Jihad Santri dan Peluncuran Gerakan Wakaf Produktif

    SEMARANG – nujateng.com – Ribuan santri dan masyarakat tumpah ruah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, dalam puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang. Acara ini menjadi momentum spiritual dan kebangsaan yang mengangkat tema besar “Santri Indonesia Sehat dan Beradab, Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia.”

    Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PCNU Kota Semarang, Dr. KH Anasom, M.Hum, yang menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat akan kontribusi besar para santri dalam sejarah perjuangan bangsa. “Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 adalah bukti nyata bahwa santri berada di garda depan mempertahankan kemerdekaan,” tegasnya.

    Hadirkan Tokoh Nasional dan Ulama Kharismatik

    Puncak peringatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:
    – Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur,
    Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf

    Dirjen Bimas Islam Kemenag RI
    – Prof. Abu Rahmat,
    – H. Izwar Aminuddin, Wakil Wali Kota Semarang
    – KH hanif Ismail, Rois Syuriah PCNU Kota Semarang
    – KH Imam Bukhori, PWI Pusat
    – Prof. Erfan Soebahar, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang
    – KH Darodji, tokoh sepuh NU Jawa Tengah
    – Perwakilan dari Kanwil Kemenag Jateng, Kemenag Kendal, Baznas Pusat, Polrestabes, Dandim, dan DPRD Kota Semarang

    Acara juga dihadiri oleh Ketua Panitia HSN 2025, Farid Zamroni, serta para santri dari berbagai pondok pesantren seperti Ponpes Ashabul Kahfi dan MWC NU se-Kota Semarang.

    Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI
    – Prof. Abu Rahmat menekankan pentingnya optimalisasi zakat dan wakaf sebagai pilar ekonomi umat. Ia meluncurkan program Kota Wakaf dan menyerahkan secara simbolis wakaf produktif kepada nadzir. “Wakaf tidak harus menunggu kaya. Mulai dari Rp5.000 pun bisa menjadi amal jariyah,” ujarnya.

    Wakil Wali Kota Semarang, H. Izwar Aminuddin, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti. Ia menegaskan komitmen Pemkot Semarang dalam mendukung pesantren melalui penguatan regulasi. “Perda Pesantren sedang kami dorong bersama DPRD agar santri mendapat pengakuan setara dengan pendidikan formal,” jelasnya.

    Mauidhoh Hasanah dan Sholawat Meriahkan Malam Puncak

    Suasana religious menyelimuti Simpang Lima dalam acara Pengajian Akbar dan NU Bershalawat bersama KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) dari Tegalrejo dan Gus Huda dari Santri Ndalan Semarang. Ribuan jamaah larut dalam lantunan sholawat dan tausiyah yang mengangkat nilai-nilai perjuangan santri dan pentingnya menjaga akhlak serta tradisi pesantren.

    KH Yusuf Chudlori dalam mauidhohnya mengingatkan bahwa pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang telah melahirkan pejuang-pejuang bangsa jauh sebelum NKRI berdiri. “Fatwa jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 adalah tonggak sejarah yang tak boleh dilupakan,” ujarnya.

    Santri Pilar Bangsa, Pesantren Benteng Akhlak

    Peringatan Hari Santri 2025 ini juga menjadi ajakan untuk memperkuat ukhuwah nahdliyah dan menjaga warisan adab pesantren. “Ilmu tanpa adab tak akan membawa manfaat. Santri harus menjunjung tinggi akhlak, tawadhu kepada guru, dan cinta kepada ulama,” pesan KH Yusuf Muhammad Chudori.

    Acara ditutup dengan doa bersama dan harapan agar Semarang menjadi kota wakaf yang produktif, kota santri yang beradab, serta kota yang diberkahi Allah SWT.

    Semarang, 25 Oktober 2025 (Kang Saif & Kang Fain)

  • Ingin Dosa Zina dan Dosa Besarmu Diampuni Allah SWT? Baca Doa Ini Saat Sujud Terakhir!

    Ingin Dosa Zina dan Dosa Besarmu Diampuni Allah SWT? Baca Doa Ini Saat Sujud Terakhir!

    NUJATENG.COM – Sujud merupakan gerakan paling mulia dalam sholat. Di saat dahi menyentuh bumi, manusia sedang berada pada posisi paling rendah di hadapan Allah SWT, namun justru menjadi momen paling dekat dengan-Nya. Rasulullah SAW sangat mencintai sujud karena mengandung makna penghambaan, ketundukan, dan kerendahan hati yang sejati.

    Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

    “Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah berdoa pada saat itu.”
    (HR. Muslim)

    Maka dari itu, sujud menjadi waktu terbaik untuk memohon ampunan, terutama atas dosa-dosa besar seperti zina, riba, atau maksiat lainnya.

    Doa Rasulullah SAW agar Dosa Diampuni Saat Sujud

    Sujud bukan sekadar bagian dari gerakan sholat, melainkan juga waktu mustajab untuk bermunajat. Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus yang dapat dibaca ketika bersujud agar seluruh dosa kecil maupun besar dihapuskan oleh Allah SWT.

    Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ
    Allahummaghfir li dzanbi kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa akhirahu, wa ‘alaniyatahu wa sirrahu.

    Artinya:
    “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku semuanya, baik yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.”
    (HR. Muslim)

    Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setelah bacaan sujud “Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdih” dalam setiap rakaat. Namun, doa ini paling dianjurkan dibaca pada sujud terakhir karena saat itu hati lebih tenang dan khusyuk.

    Doa Tambahan dari Ulama agar Husnul Khatimah

    Selain doa ampunan di atas, Syaikh Abdul Aziz bin Baaz juga menganjurkan membaca doa agar wafat dalam keadaan husnul khatimah (akhir hidup yang baik):

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ
    Allahumma inni as’aluka husnal khotimah.

    Artinya:
    “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar diberi akhir kehidupan yang baik.”

    Doa ini dapat dibaca saat sujud terakhir, diiringi permohonan ampunan dan rasa penyesalan atas dosa-dosa masa lalu.

    Bacaan Sujud Lain yang Diajarkan Rasulullah SAW

    Rasulullah SAW mengajarkan beberapa variasi bacaan sujud yang bisa dibaca bergantian agar tidak monoton. Di antaranya:

    1. سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
      Subhaana rabbiyal a’laa
      Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.”

    2. سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ‎
      Subhaana rabbiyal a’laa wa bihamdih
      Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi, dan dengan memuji-Nya.”

    3. سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ، رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ‎
      Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh
      Artinya: “Maha Suci, Maha Suci, Tuhan para malaikat dan Ruh.” (HR. Muslim)

    4. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي‎
      Subhaanakallahumma rabbanaa wa bihamdika, Allahummaghfir lii.
      Artinya: “Maha Suci Engkau, Ya Allah, Tuhan kami. Dengan memuji-Mu, Ya Allah, ampunilah aku.”

    Rahasia Sujud: Ampunan Spiritual dan Manfaat Medis

    Selain keutamaannya secara spiritual, sujud juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa.
    Seorang ahli saraf asal Amerika, Fidelma O’Leary, menemukan bahwa saat manusia bersujud, darah mengalir maksimal ke otak, menstimulasi sel-sel saraf dan meningkatkan keseimbangan mental serta emosional.

    Secara ruhani, sujud membuat hati tunduk, mengikis kesombongan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa segala kekuatan hanyalah milik Allah SWT.

    Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Namun, pintu taubat selalu terbuka selama nafas masih berhembus. Salah satu cara paling mulia untuk memohon ampunan adalah dengan berdoa saat sujud dalam sholat.

    “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku semuanya baik yang kecil maupun besar, yang tampak maupun tersembunyi.”

    Bacalah doa ini dengan penuh kerendahan hati setiap kali bersujud, insya Allah seluruh dosa akan diampuni dan hati menjadi lebih tenang.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Agar Dosa Zina dan Seluruh Dosamu Diampuni Allah SWT. Baca Doa Ini Saat Sujud

  • Merasa Terzalimi? Jangan Balas Dendam, Balas dengan Doa Ini agar Hati Tenang dan Hidup Diberkahi!

    Merasa Terzalimi? Jangan Balas Dendam, Balas dengan Doa Ini agar Hati Tenang dan Hidup Diberkahi!

    NUJATENG.COM – Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seseorang menghadapi perlakuan tidak adil atau kezaliman dari orang lain baik berupa ucapan yang menyakitkan maupun tindakan yang merugikan. Naluri manusia sering kali mendorong untuk membalas dendam, namun Islam mengajarkan jalan yang lebih mulia: membalas kezaliman dengan doa dan kesabaran.

    Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar berhati-hati terhadap doa orang yang terzalimi, karena doa tersebut mustajab dan tidak ada penghalang antara doa itu dengan Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan:

    “Takutlah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada antara ia dan Allah penghalang (mustajab).”
    (HR. al-Bukhari)

    Makna dan Bahaya Kezaliman dalam Islam

    Secara bahasa, kata zalim berarti “mencelakakan” atau “melampaui batas”. Sedangkan dalam istilah syariat, zalim adalah perbuatan yang mencederai hak orang lain dengan cara yang bertentangan dengan ajaran Islam.

    Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits lain:

    “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang terzalimi!”
    Seorang sahabat bertanya: “Saya bisa menolongnya jika ia terzalimi, tetapi jika ia zalim, bagaimana menolongnya?”
    Rasulullah menjawab: “Engkau menghalanginya dari berbuat zalim. Itulah bentuk pertolongan kepadanya.”
    (HR. al-Bukhari dan Muslim)

    Hadits tersebut menegaskan bahwa membalas kezaliman dengan kezaliman bukanlah solusi. Justru, menahan diri dan menyerahkan urusan kepada Allah SWT adalah bentuk keimanan dan kemuliaan akhlak.

    Doa Orang Terzalimi yang Dianjurkan Rasulullah SAW

    Islam memberikan jalan keluar bagi orang yang sedang terzalimi agar tidak larut dalam amarah dan dendam. Salah satunya adalah dengan memanjatkan doa untuk memohon ampunan bagi orang yang berbuat zalim.

    Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar hati menjadi tenang dan urusan diserahkan sepenuhnya kepada Allah:

    اللَّهُمَّ اعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَنِي
    Allahumma‘fu ‘amman dhalamani

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah orang yang telah berbuat zalim kepadaku.”

    Bacaan ini bisa diulang tiga kali, sebagaimana dicontohkan dalam beberapa riwayat, agar semakin menguatkan kesabaran dan keikhlasan dalam hati.

    Hikmah di Balik Doa untuk Orang yang Menzalimi

    Mendoakan orang yang berbuat zalim bukan berarti menyerah, melainkan bentuk kekuatan spiritual seorang mukmin. Dengan doa ini, seseorang sedang:

    1. Menjaga hati dari dendam dan kebencian.

    2. Menyerahkan urusan kepada Allah SWT, Sang Maha Adil.

    3. Mendapatkan pahala kesabaran karena menahan diri dari membalas kezaliman.

    4. Meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang selalu memaafkan bahkan musuhnya sendiri.

    Rasulullah SAW mencontohkan bahwa ampunan adalah senjata orang beriman. Dengan memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi orang yang menzalimi, hati menjadi ringan, hidup lebih tenteram, dan pintu rezeki terbuka luas.

    Merasa terzalimi memang menyakitkan, tetapi balasan terbaik bukanlah dendam, melainkan doa. Sebab, doa orang yang dizalimi dijanjikan Allah sebagai doa yang dikabulkan tanpa penghalang.

    Jadi, jika kamu sedang menghadapi perlakuan tidak adil, ucapkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

    “Allahumma‘fu ‘amman dhalamani”

    Biarkan Allah yang membalas dengan seadil-adilnya, sementara kamu tetap fokus memperbaiki diri, menjaga hati, dan melangkah menuju hidup yang lebih damai.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Merasa Terzalimi? Bukan Balas Dendam tapi Balas Doa, Ini Doanya!

  • Amalan Rezeki Mbah Moen Terbukti Manjur! Baca Doa Ini Setiap Usai Salat Fardu agar Keuangan Lancar dan Berkah!

    Amalan Rezeki Mbah Moen Terbukti Manjur! Baca Doa Ini Setiap Usai Salat Fardu agar Keuangan Lancar dan Berkah!

    NUJATENG.COM – KH Maimoen Zubair, atau yang akrab disapa Mbah Moen, dikenal sebagai salah satu ulama karismatik Nusantara yang banyak meninggalkan warisan ilmu dan amalan bermanfaat. Salah satu ijazah beliau yang paling sering diamalkan umat Islam hingga kini adalah doa pembuka rezeki yang diyakini mampu melancarkan urusan ekonomi, terutama di masa-masa sulit seperti pasca-pandemi COVID-19.

    Di tengah krisis ekonomi global yang membuat banyak orang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, amalan dari Mbah Moen ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual untuk menjemput rezeki, bersanding dengan usaha lahiriah seperti bekerja dan berbisnis.

    Ikhtiar Hati dan Fisik dalam Menjemput Rezeki

    Dalam pandangan Mbah Moen, rezeki tidak hanya dijemput dengan tenaga, tetapi juga dengan doa dan keikhlasan hati. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya membaca doa rezeki setiap selesai melaksanakan salat fardu.

    Doa ini menjadi sarana bagi seorang hamba untuk berserah diri dan memohon keberkahan dari Allah SWT. Dengan begitu, usaha yang dilakukan secara fisik akan lebih mudah mendapatkan jalan dan hasil yang berkah.

    Tata Cara Mengamalkan Doa Rezeki Mbah Moen

    Sebelum membaca doa utama, Mbah Moen menganjurkan untuk membaca wirid “Ya Latif” sebanyak 129 kali setiap selesai salat fardu. Dzikir ini diyakini dapat melembutkan hati, membuka pintu pertolongan, dan mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

    Setelah itu, bacalah ayat dari Surah Asy-Syura ayat 19, yang berbunyi:

    اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
    Allahu Lathifun bi‘ibadihi yarzuqu may yasya’u wahuwa al-qawiyyul ‘aziz.

    Artinya: Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya. Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.

    Bacaan Doa Rezeki yang Diajarkan Mbah Moen

    Setelah membaca ayat di atas, lanjutkan dengan doa pendek yang diijazahkan langsung oleh Mbah Moen. Doa ini dibaca setiap selesai salat fardu:

    اَللَّهُمَّ اِنِّيْ أَسْأَلُكَ رِزْقًا حَلَالًا كَثِيْرًا طَيِّبًا
    Allahumma inni as’aluka rizqan halalan katsiran thayyiban.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu rezeki yang halal, melimpah, dan bersih.

    Mbah Moen menekankan bahwa doa ini bukan hanya sekadar bacaan, tetapi juga panggilan hati yang tulus. Bila dibaca dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, insya Allah Allah SWT akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak terduga.

    Makna Mendalam dari Doa Mbah Moen

    Doa ini mengandung makna yang sangat dalam. Kata halalan menegaskan pentingnya mencari rezeki yang sesuai syariat, sedangkan katsiran thayyiban menggambarkan harapan agar rezeki tidak hanya banyak, tetapi juga penuh keberkahan dan kebersihan hati.

    Dengan mengamalkan doa dan wirid ini secara rutin, seseorang diharapkan mendapatkan ketenangan batin, kekuatan iman, serta kelancaran ekonomi yang diridhai Allah SWT.

    Amalan rezeki yang diajarkan Mbah Moen bukanlah jaminan instan untuk menjadi kaya raya, melainkan bentuk ikhtiar spiritual yang memperkuat tawakal kepada Allah. Doa ini menjadi pengingat bahwa setiap rezeki yang halal dan berkah selalu datang dari-Nya, bukan semata dari usaha manusia.

    Bagi siapa pun yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, amalan ini bisa menjadi pelipur dan penguat iman. Sebab, di balik setiap usaha yang disertai doa dan keyakinan, Allah pasti menyiapkan jalan keluarnya.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Mbah Moen: Amalkan Doa Ini agar Rezeki dan Keungan Melimpah