Author: Dwi Widiyastuti

  • Inilah Pesan Kepala SDN 1 Ampelsari Banjarnegara pada HSN 2025

    Inilah Pesan Kepala SDN 1 Ampelsari Banjarnegara pada HSN 2025

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Santri paling tidak harus miliki tiga kebaikan yang tidak boleh ditinggalkan. Tiga kebaikan yang selalu dilakukan setiap hari ialah senantiasa menjalankan kewajiban beribadah kepada Allah, patuhi orang tua, serta hormati kiai dan gurunya.

    “Seorang santri pasti setiap hari melakukan banyak kebaikan. Setidaknya seorang santri menjalankan kewajiban beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Kewajiban utama ialah sholat lima waktu tidak boleh ditinggalkan. Kemudian di rumah wajib taat dan menghormati orang tua. Jika di sekolah hormati dan patuhi guru, kalau di TPQ dan madrasah diniyah takdzim kepada kiai atau ustadznya,” ungkap Slamet Sugiyanto, kepala SDN 1 Ampelsari Kecamatan Kota Banjarnegara saat memberi amnaat pada apel Hari Santri Nasional 2025 .

    Hari Santri Nasional tahun 2025 menjadi momen spesial, karena diadakan berbagai rangkaian apel di sekolah. Apel berjalan khidmat diikuti oleh seluruh siswa. Mereka diajak untuk mengambil hikmah dibalik peringatan ahri santri. Selain memberikan pesan tentang tugas dan kewajiban sebagai santri, Slamet Sugiyanto juga menjelaskan tentang spirit 22 Oktober 1945 sebagai momen bersejarah.
    “Kalian harus paham bahwa para Kiai, Ilama, Santri, dan pondok pesantren memberikan pengorbanan dan perjuangan untuk berdirinya NKRI dan menjaganya. Kita semua harus meneladani perjuangan dan nilai luhur para Kiai dan santri yang membela kepentingan bangsa dan negara. Maka saat ini bukan hanya memperingati hari santri, tapi kalian harus bersemangat dalam melakukan kebaikan. Sebagai siswa belajar yang tekun dan semangat agar menjadi manusia unggul dan memberikan pengabdian terbaik untuk bangsa,” pungkasnya.***

  • Membuat Stright News Tak Perlu Kembang-Kembang: Langsung to The Point

    Membuat Stright News Tak Perlu Kembang-Kembang: Langsung to The Point

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Membuat berita langsung atau stright news dan features sangat berbeda. Mmebuat berita langsung nggak perlu kembang-kembang.

    “Membuat stright news itu langsung to the point. Langsung ke tujuan yang dimaksud. Nggak perlu kembang-kembang. Nggak perlu muter-muter. Langsung ke tujuan dari berita itu apa. Wartawan atau pewarta atau media itu mamu memwartakan apa pada masyarakat pembaca? Itu yang diutamakan,” kata Ali Arifin, Pemimpin Redaksi (Pimred) banjarnegaraku.com dan portalpekalongan.com saat memberikan pelatihan jurnalistik, cara gampang membuat stright news.

    Kegiatan yang digelar oleh Bagian  Kominfo PGRI Banjarnegara itu diikuti oleh 44 guru pengurus PGRI Banjarnegara Bagian Kominfo Cabang Dinas (tingkat kecamatan) dilaksanakan di aula Rumah Guru, Rabu, 223/10/2025.

    Selain Ali Arifin, Kominfo PGRI juga menghadirkan Desi Putrianasari sebagai pelatih di bidang media sosial / konten video (CapCut).

    Kepala PGRI Banjarnegara Heling Suhono menyatakan bahwa Bagian Kominfo adalah etalase dari semua lembaga, termasuk  PGRI Banjarnegara.

    “Untuk itu bagian Kominfo PGRI harus pandai menulis berita langsung dan membuat video untuk kepentingan medsos PGRI. Untuk itu hari ini kami hadirkan dua narasumber yang kompeten di bidang penulisan berita dan video konten,” katanya.***

  • Anak Wajib Tahu! Inilah 5 Doa Dahsyat untuk Kedua Orang Tua Beserta Waktu Mustajabnya, Dijamin Penuh Berkah!

    Anak Wajib Tahu! Inilah 5 Doa Dahsyat untuk Kedua Orang Tua Beserta Waktu Mustajabnya, Dijamin Penuh Berkah!

    NUJATENG.COM – Sejak manusia dilahirkan, kasih sayang orang tua tak pernah berhenti mengalir. Dalam Islam, seorang anak memiliki kewajiban untuk selalu berbakti dan mendoakan ayah serta ibunya—baik semasa hidup maupun setelah mereka wafat.

    Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga amal yang pahalanya tidak terputus meski seseorang telah meninggal dunia: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh. Karena itulah, doa seorang anak untuk kedua orang tuanya memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah SWT.

    Berikut ini lima doa mustajab untuk kedua orang tua yang bisa diamalkan setiap hari, lengkap dengan waktu-waktu terbaik untuk memanjatkannya.

    1. Doa untuk Kedua Orang Tua yang Masih Hidup

    Sebagai anak, kita wajib memohonkan ampun dan kasih sayang Allah untuk orang tua kita yang masih hidup. Doa ini menjadi tanda cinta sekaligus bentuk bakti yang tulus.

    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
    Allahumma ighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiraa.

    Artinya:
    “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku, serta kasihilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika kecil.”

    Waktu Mustajab: Setelah salat lima waktu dan di sepertiga malam terakhir.

    2. Doa Saat Orang Tua Sedang Sakit

    Melihat orang tua sakit tentu membuat hati anak hancur. Selain merawat dengan penuh kasih, jangan lupa memanjatkan doa berikut agar Allah memberikan kesembuhan.

    اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِي
    Allahumma robbannaasi adzhibil ba’sa wasyfihi, wa antas syaafii, laa syifaa’a illa syifaauka, syifaan laa yughaadiru saqamaa.

    Artinya:
    “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit dan berilah kesembuhan. Engkau Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu.”

    Waktu Mustajab: Saat menjelang subuh atau setelah salat tahajud.

    3. Doa Saat Orang Tua Sakit Berat

    Ketika kondisi orang tua semakin berat, anak dianjurkan berdoa dengan penuh ketulusan, memohon keputusan terbaik dari Allah SWT.

    اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي مَا كَانَتِ الوَفَاةُ خَيْرًا لِي
    Allahumma ahyinii maa kaanat al-hayaah khairan lii, watawaffanii idza kaanat al-wafaatu khairan lii.

    Artinya:
    “Ya Allah, panjangkanlah hidupku jika kehidupan lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika kematian lebih baik bagiku.”

    Waktu Mustajab: Saat dalam sujud terakhir salat atau ketika mengunjungi orang tua yang sedang dirawat.

    4. Doa untuk Orang Tua yang Telah Meninggal Dunia

    Bakti kepada orang tua tidak berhenti saat mereka meninggal. Justru doa anak menjadi penerang di alam kubur mereka.

    اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
    Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu…
    (lanjutan doa panjang seperti dalam hadis shahih)

    Artinya:
    “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah kedua orang tuaku, lapangkanlah kuburnya, bersihkan dari segala dosa, dan masukkanlah mereka ke dalam surga-Mu.”

    Waktu Mustajab: Setelah salat fardhu, di hari Jumat, dan setiap kali berziarah ke makam.

    5. Doa Memohon Ampunan untuk Kedua Orang Tua dan Umat Muslim

    Doa ini tidak hanya untuk orang tua saja, tetapi juga untuk seluruh umat Islam yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ…
    Allahummaghfir lil muslimiina wal muslimaat, wal mu’miniina wal mu’minaat, al-ahyaa’i minhum wal amwaat…

    Artinya:
    “Ya Allah, ampunilah dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.”

    Waktu Mustajab: Saat hujan turun, ketika antara azan dan iqamah, serta di hari Jumat.

    Kapan Waktu Terbaik Mendoakan Orang Tua?

    Berdoa untuk orang tua bisa dilakukan kapan saja. Namun, ada waktu-waktu yang sangat mustajab, antara lain:

    • Sepertiga malam terakhir.

    • Setelah salat wajib.

    • Ketika hujan turun.

    • Di antara azan dan iqamah.

    • Saat sujud terakhir dalam salat.

    Mengamalkan doa-doa di atas secara istiqamah bukan hanya bentuk bakti, tetapi juga investasi pahala jangka panjang bagi anak. Karena ridho Allah tergantung pada ridho orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Ini 5 Doa untuk Kedua Orang Tua, Catat Waktu Mustajab Berdoa

  • Pedagang Menangis Bahagia! Inilah Doa Ampuh Penarik Pembeli dari Segala Penjuru, Dijamin Dagangan Laris Manis!

    Pedagang Menangis Bahagia! Inilah Doa Ampuh Penarik Pembeli dari Segala Penjuru, Dijamin Dagangan Laris Manis!

    NUJATENG.COM – Dalam sejarah Islam, Rasulullah Muhammad SAW bukan hanya dikenal sebagai nabi dan rasul, tetapi juga sebagai seorang pedagang yang sangat sukses. Sejak muda, beliau telah menekuni dunia niaga dengan kejujuran, amanah, dan pelayanan yang luar biasa terhadap para pelanggannya.

    Rasulullah SAW menerapkan prinsip bisnis modern jauh sebelum istilah seperti customer satisfaction dan service excellence dikenal dunia. Keberhasilan beliau berdagang tidak hanya karena strategi pemasaran yang baik, tetapi juga karena landasan spiritual yang kuat selalu melibatkan doa dan keikhlasan dalam setiap langkah usaha.

    Namun dalam praktiknya, dunia perdagangan tidak selalu berjalan mulus. Banyak pedagang menghadapi hari-hari sepi pembeli, penjualan menurun, dan persaingan yang semakin ketat. Dalam kondisi seperti ini, selain berusaha maksimal, seorang muslim dianjurkan untuk memperkuat ikhtiar dengan doa.

    Doa-Doa Ampuh Penarik Pembeli dan Pelaris Dagangan

    1. Doa Agar Toko Tidak Sepi

    Ketika toko terasa sepi dan pelanggan jarang datang, bacalah doa berikut dengan penuh keyakinan dan harapan:

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ فَلا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
    Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan.

    Artinya:
    “Wahai Rabb Yang Maha Hidup, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku, dan jangan biarkan aku bergantung pada diriku walau sekejap mata.”

    Doa ini mengajarkan sikap tawakal dan kesadaran bahwa hanya Allah yang mampu menggerakkan hati manusia untuk datang dan membeli.

    2. Doa Agar Pelanggan Kembali Lagi

    Agar pelanggan senang berbelanja dan terus kembali, amalkan doa berikut:

    اللهم فارج الهم كاشف الغم مجيب دعوة المضطرين
    Allahumma faarijal hammi wa kaasyifal ghammi mujiba da’watal mudhtariina rahmaanad dun-yaa wal aakhirati wa rahiimahumaa irhamnii rahmatan tughniinii bihaa ‘an rahmati man siwaak.

    Artinya:
    “Ya Allah, Zat yang menghilangkan kesedihan dan mendatangkan kegembiraan, berilah aku rahmat-Mu yang menjadikanku tidak bergantung pada selain-Mu.”

    Doa ini baik dibaca setiap kali setelah salat, terutama sebelum membuka toko atau memulai aktivitas jual-beli.

    3. Doa Penarik Pelanggan dari Segala Penjuru

    Agar pelanggan datang dari berbagai arah dan dagangan laris, amalkan doa berikut:

    اللهم رحمتك أرجو فلا تكلني إلى نفسي طرفة عين
    Allahumma rahmataka arjuu fa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin wa ash-lihlii sya’nii kullahu laa ilaha illa anta.

    Artinya:
    “Ya Allah, aku berharap pada rahmat-Mu. Janganlah Engkau sandarkan urusanku padaku walau sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku. Tidak ada yang berhak disembah selain Engkau.”

    Doa ini tidak hanya memohon kelancaran usaha, tetapi juga agar rezeki yang didapat halal dan penuh keberkahan.

    4. Doa Memanggil Pembeli Dagangan

    Selain berusaha dengan cara yang jujur dan inovatif, bacalah doa berikut untuk membuka pintu rezeki seluas-luasnya:

    اللهم إني أسألك أن ترزقني رزقا حلالا واسعا طيبا من غير تعب ولا مشقة
    Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syaiin qadiir.

    Artinya:
    “Ya Allah, berilah aku rezeki yang halal, luas, dan penuh berkah tanpa kesusahan, tanpa kesulitan, dan tanpa bahaya. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    Doa ini sangat cocok diamalkan setiap pagi sebelum memulai aktivitas bisnis.

    Kunci Sukses Dagang: Doa dan Usaha yang Seimbang

    Doa tanpa usaha adalah kebohongan, namun usaha tanpa doa adalah kesombongan. Dua hal ini harus berjalan seimbang agar hasilnya maksimal.

    Selain memperbanyak doa, pastikan juga untuk terus memperbaiki pelayanan, menjaga kejujuran, dan meningkatkan kualitas produk. Dengan begitu, pelanggan akan datang bukan hanya karena promosi, tetapi karena keberkahan yang Allah limpahkan.

    Semoga dengan mengamalkan doa-doa di atas, usaha Anda semakin lancar, rezeki berlimpah, dan dagangan selalu laris manis setiap hari. Aamiin.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Pedagang Menangis, Ternyata Ada Doa Penarik Pelanggan agar Dagangan Laris, Simak Ulasannya!

  • Ingin Dikaruniai Anak Saleh dan Salehah? Inilah 3 Doa Mustajab dari Al-Qur’an dan Sunnah yang Diamalkan Para Nabi!

    Ingin Dikaruniai Anak Saleh dan Salehah? Inilah 3 Doa Mustajab dari Al-Qur’an dan Sunnah yang Diamalkan Para Nabi!

    NUJATENG.COM – Memiliki anak adalah anugerah terindah dari Allah SWT bagi setiap pasangan suami-istri. Bagi yang sudah menikah, kehadiran anak sering dianggap sebagai pelengkap kebahagiaan rumah tangga dan penerus generasi. Dalam ajaran Islam, memiliki keturunan bukan sekadar melanjutkan garis keluarga, tetapi juga meneruskan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan amal saleh.

    Oleh karena itu, setiap pasangan muslim tentu mengharapkan anak yang tidak hanya cerdas dan sehat secara fisik, tetapi juga saleh dan salehah, yang kelak menjadi kebanggaan orang tua di dunia dan pemberi syafaat di akhirat.

    Dalam usaha memohon anugerah tersebut, Islam memberikan pedoman doa-doa yang diajarkan langsung oleh para Nabi dan orang saleh. Dilansir Portalpekalongan.com dari laman Kemenag.go.id, berikut tiga doa yang dapat diamalkan agar Allah SWT mengaruniakan keturunan yang saleh dan penuh berkah.

    1. Doa Nabi Ibrahim dan Nabi Zakariya AS: Memohon Keturunan Saleh

    Doa pertama ini berasal dari permohonan Nabi Ibrahim dan Nabi Zakariya AS, dua sosok teladan dalam hal kesabaran dan keikhlasan dalam menanti karunia anak.

    رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
    Latin: Rabbi hab lî minas shâlihîn
    Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahilah aku keturunan yang termasuk orang-orang yang saleh.”

    Doa singkat ini menunjukkan kerendahan hati dan harapan tulus kepada Allah agar diberikan keturunan yang baik, beriman, dan berakhlak mulia. Nabi Ibrahim AS sendiri baru dikaruniai anak di usia lanjut, namun tidak pernah berhenti berdoa dengan penuh keyakinan.

    Doa ini sangat cocok diamalkan oleh pasangan suami-istri yang sedang menanti kehadiran buah hati atau yang ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang taat kepada Allah SWT.

    2. Doa Penyejuk Hati dari Nabi Ibrahim AS

    Doa kedua ini merupakan doa lengkap yang diajarkan Nabi Ibrahim AS, dan sering dibaca oleh umat Islam agar keluarga selalu dalam lindungan Allah serta diberkahi keturunan yang menjadi penyejuk mata dan hati.

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
    Latin: Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a’yunin, waj‘alnâ lil muttaqîna imâmâ
    Artinya:
    “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

    Doa ini bukan hanya permohonan untuk dikaruniai anak, tetapi juga permohonan agar keluarga menjadi sumber ketenangan dan kebaikan. Kata qurrata a’yunin (penyejuk mata) menggambarkan kebahagiaan yang lahir dari melihat keluarga hidup dalam ketaatan kepada Allah.

    Amalkan doa ini setiap selesai salat atau saat memohon ketenangan dalam rumah tangga, karena doa ini mencakup rahmat, cinta, dan petunjuk Allah SWT dalam kehidupan keluarga.

    3. Doa Para Ulama: Mohon Diberkahi Anak dan Keturunan

    Selain doa dari Al-Qur’an, para ulama dan guru juga memiliki doa tradisi yang sering diamalkan untuk menjaga keberkahan anak dan keturunan.

    اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَوْلَادِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَاحْفَظْهُمْ وَلَا تَضُرَّهُمْ وَارْزُقْنَا بِرَّهُمْ
    Latin:
    Allâhumma bârik lanâ fî aulâdinâ wa dzurriyyâtinâ, wahfadhhum wa lâ tadlurrahum, warzuqnâ birrahum
    Artinya:
    “Ya Allah, berkahilah kami dalam anak-anak dan keturunan kami. Jagalah mereka dari segala keburukan, janganlah Engkau mencelakakan mereka, dan karuniakanlah kepada kami kebaikan dari mereka.”

    Doa ini tidak hanya meminta agar diberikan anak, tetapi juga memohon perlindungan dan keberkahan bagi anak-anak yang sudah ada. Doa ini mencerminkan tanggung jawab orang tua untuk mendidik, menjaga, dan menuntun anak-anak menuju jalan yang diridai Allah SWT.

    Makna dan Hikmah Membaca Doa Memohon Anak Saleh dan Salehah

    Tiga doa di atas bukan sekadar permohonan lahiriah, melainkan bentuk cinta spiritual antara orang tua dan anak.
    Dengan membaca dan mengamalkan doa-doa tersebut, pasangan suami-istri diajak untuk:

    • Menyadari bahwa anak adalah amanah, bukan sekadar kebanggaan duniawi.

    • Menanamkan nilai tawakal dan sabar dalam menanti karunia Allah.

    • Menjaga agar keluarga selalu hidup dalam lingkaran keberkahan dan ketaatan.

    Seperti sabda Rasulullah SAW,

    “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

    Artinya, anak yang saleh dan salehah adalah investasi akhirat yang tidak ternilai harganya.

    Bagi pasangan suami-istri, doa merupakan jembatan antara harapan dan ketetapan Allah SWT. Membaca doa-doa memohon anak saleh dan salehah bukan hanya tentang keinginan memiliki keturunan, tetapi juga tentang membangun keluarga yang beriman, berakhlak, dan membawa kebaikan di dunia serta akhirat.

    Teruslah berdoa, bersabar, dan bertawakal. Karena setiap doa yang tulus pasti akan menemukan jalannya menuju jawaban terbaik dari Allah SWT. Wallâhu a‘lam.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Harapan Pasangan Suami-Istri, Inilah Tiga Doa Mohon Diberikan Anak Saleh dan Salehah

  • MWCNU Ngaliyan Terbitkan Buku KOPIKHAS dan LBMNU di Momentum Hari Santri Nasional

     

     

    SEMARANG – nujateng.com

      • – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ngaliyan Terbitkan Buku KOPIKHAS dan LBMNU di Momentum Hari Santri Nasional
      • Semarang — Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini, dengan izin Allah, para santri dan tim berhasil menerbitkan buku KOPIKHAS dan LBMNU Ngaliyan Semarang, Jawa Tengah. Buku tersebut memuat berbagai kajian menarik seputar keilmuan dan amaliyah Nahdlatul Ulama (NU).
      • Salah satu bagian yang menarik adalah pembahasan tentang

    menyambungkan nasab keilmuan NU

      • melalui ziarah ke makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari serta pemberian ijazah kubro oleh cucu beliau, KH. Fahmi Amrullah Hadziq.
      • Selain itu, buku ini juga memuat catatan kajian KOPIKHAS yang dipelopori oleh Gus Sa’dullah, yang rutin menghadirkan para tokoh inspiratif. Dalam kegiatan khataman Kitab Miftahul Falah baru-baru ini, hadir Kepala KUA Kecamatan Ngaliyan, KH. Darin Kasanah, S.Ag., M.M., yang membahas secara mendalam seputar pernikahan — baik dari sisi syariat maupun aturan negara. Dilengkapi juga hasil kegiatan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) yang mengupas berbagai masalah termasuk meluruskan salah kaprah praktik ibadah kurban di tengah masyarakat.
      • Penerbitan buku ini menjadi wujud nyata semangat santri dalam menjaga tradisi keilmuan, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran santri dalam kehidupan masyarakat modern.
      (Kang Saif)
  • Sedang Dilanda Masalah dan Urusan Sulit? Inilah 3 Doa Rasulullah SAW agar Dimudahkan Segala Urusan!

    Sedang Dilanda Masalah dan Urusan Sulit? Inilah 3 Doa Rasulullah SAW agar Dimudahkan Segala Urusan!

    NUJATENG.COM – Hidup tidak selalu berjalan mulus. Terkadang, berbagai masalah, kesulitan, dan urusan yang rumit datang silih berganti. Dalam kondisi seperti itu, doa menjadi kekuatan spiritual utama yang menenangkan hati dan menumbuhkan harapan.

    Islam mengajarkan bahwa setiap kesulitan adalah ujian dari Allah SWT untuk menguji keimanan, kesabaran, dan keteguhan hati manusia. Namun, Rasulullah SAW telah memberi teladan dengan membaca doa-doa tertentu ketika menghadapi kesulitan atau urusan yang berat.

    Dilansir Portalpekalongan.com dari Arina.id, Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki beberapa doa khusus yang dibaca saat menghadapi kesulitan. Berikut tiga doa yang sangat dianjurkan untuk diamalkan.

    1. Doa Pertama Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Muslim

    Doa ini dibaca Rasulullah SAW ketika menghadapi urusan yang sulit dan menegangkan. Doa ini memuji keagungan dan kekuasaan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bergantung.

    اللَّهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ

    Latin:
    Lâ ilâha illallâhul ‘azhîmul ḥalîm, lâ ilâha illallâhu rabbul ‘arsyil ‘azhîm, lâ ilâha illallâhu rabbus-samâwâti wa rabbul-ardli wa rabbul-‘arsyil karîm.

    Artinya:
    “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rabb ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rabb langit, bumi, dan Rabb ‘Arsy yang mulia.”

    Doa ini mengandung pengakuan akan keagungan Allah SWT dan mengingatkan bahwa hanya dengan mengingat kebesaran-Nya, hati akan mendapatkan ketenangan.

    2. Doa Kedua Diriwayatkan dalam Sunan Tirmidzi

    Dalam riwayat Sunan Tirmidzi, Rasulullah SAW mengajarkan doa singkat namun sangat bermakna. Doa ini menunjukkan kerendahan hati seorang hamba yang benar-benar berharap pertolongan dari Sang Pencipta.

    يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

    Latin:
    Yâ ḥayyu yâ qayyûmu, biraḥmatika astaghîtsu.

    Artinya:
    “Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri! Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.”

    Doa ini sering kali diamalkan oleh para ulama ketika menghadapi tekanan berat dalam hidup. Kalimatnya singkat, namun penuh kekuatan spiritual karena mengandung pengakuan bahwa hanya rahmat Allah-lah yang mampu menolong hamba-Nya.

    3. Doa Ketiga Diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud

    Doa ini diriwayatkan dari sahabat Abu Bakrah RA, yang menyebut bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa ini agar seorang mukmin selalu bergantung kepada Allah, bahkan dalam hal-hal kecil.

    اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ

    Latin:
    Allâhumma raḥmataka arjû, falâ takilnî ilâ nafsî ṭarfata ‘ainin, wa aṣliḥ lī sya’nī kullahu, lâ ilâha illâ anta.

    Artinya:
    “Ya Allah, aku mengharapkan rahmat-Mu. Janganlah Engkau biarkan aku mengurusi diriku walau sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku, tidak ada Tuhan selain Engkau.”

    Doa ini mencerminkan sikap tawakal dan keikhlasan, bahwa manusia sepenuhnya lemah tanpa pertolongan Allah.

    Makna dan Hikmah Membaca Doa Saat Menghadapi Kesulitan

    Tiga doa di atas bukan sekadar bacaan formal, tetapi juga bentuk penyerahan total diri kepada Allah SWT.
    Melalui doa-doa tersebut, seorang hamba belajar untuk:

    • Menundukkan ego, menyadari bahwa hanya Allah yang mampu menolong.

    • Menguatkan iman dan kesabaran, bahwa kesulitan adalah bagian dari ujian hidup.

    • Meningkatkan kedekatan spiritual, sebab doa adalah jalan komunikasi langsung antara hamba dan Tuhannya.

    Rasulullah SAW sendiri menghadapi banyak kesulitan dalam dakwahnya. Namun beliau selalu menjadikan doa sebagai senjata utama, bukan keluhan atau keputusasaan.

    Ketika hidup terasa berat dan jalan keluar tampak buntu, jangan menyerah dan jangan berhenti berdoa. Tiga doa Rasulullah SAW ini menjadi pegangan agar hati tetap kuat, pikiran jernih, dan Allah memberikan jalan terbaik untuk setiap urusan.

    “Doa bukan tanda kelemahan, tetapi bukti kekuatan iman dan pengakuan bahwa hanya Allah-lah sebaik-baik penolong.”

    Semoga dengan membaca dan mengamalkan doa-doa ini, segala urusan kita dimudahkan dan diberi keberkahan oleh Allah SWT. Wallahu a‘lam.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Saat Menghadapi Kesulitan dalam Urusan, Inilah 3 Doa yang Dipanjatkan oleh Rasulullah Saw

  • Takut Melewati Tempat Angker? Baca Doa Ini agar Terhindar dari Gangguan Jin dan Makhluk Halus!

    Takut Melewati Tempat Angker? Baca Doa Ini agar Terhindar dari Gangguan Jin dan Makhluk Halus!

    NUJATENG.COM – Ketika seseorang melewati tempat yang dianggap angker, sunyi, atau menyeramkan, perasaan cemas dan takut sering kali muncul secara spontan. Dalam kondisi seperti itu, Islam mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari gangguan makhluk yang tak kasat mata baik jin, setan, maupun hewan berbahaya.

    Dilansir dari Arina.id dan Portalpekalongan.com, Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004, hlm. 381) menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca doa khusus ketika beliau melakukan perjalanan dan melewati wilayah yang sepi atau berpotensi berbahaya.

    Doa Rasulullah SAW Saat Melewati Tempat Angker

    Imam Nawawi meriwayatkan bahwa ketika Rasulullah SAW tengah dalam perjalanan dan menjelang malam, beliau membaca doa berikut untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala keburukan yang ada di bumi dan makhluk yang hidup di dalamnya.

    اللَّهُمَّ يَا أَرْضُ! رَبِّي وَرَبُّكِ اللَّهُ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّكِ، وَشَرِّ مَا فِيكِ، وَشَرِّ مَا خُلِقَ فِيكِ، وَشَرِّ مَا يَدِبُّ عَلَيْكِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَسَدٍ وَأَسْوَدَ، وَمِنَ الْحَيَّةِ وَالْعَقْرَبِ، وَمِنْ سَاكِنِ الْبَلَدِ، وَمِنْ وَالِدٍ وَمَا وَلَدَ

    Latin:
    Yâ ardlu, rabbî wa rabbukillâh, a‘ûdzu billâhi min syarriki, wa syarri mâ fîki, wa syarri mâ khuliqa fîki, wa syarri mâ yadubbu ‘alaiki, a‘ûdzu bika min asadin wa aswada, wa minal ḫayyati wal ‘aqrabi, wa min sâkinil baladi, wa min wâlidin wa mâ walad.

    Artinya:
    “Wahai bumi, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari keburukanmu dan keburukan yang diciptakan padamu, dari keburukan yang merayap di atasmu. Aku berlindung dari singa, manusia, ular, kalajengking, dari penunggu tempat ini, serta dari iblis dan anak-anak iblis.”

    Makna dan Penjelasan Doa

    Menurut penjelasan Al-Khathabi, doa ini memiliki makna yang sangat mendalam. Lafadz sâkinil balad merujuk pada bangsa jin yang menghuni bumi, sedangkan balad diartikan sebagai sebagian wilayah bumi yang didiami makhluk hidup, meskipun tidak terdapat rumah atau bangunan di sana.

    Lafadz wâlidin bermakna iblis, dan wa mâ walad berarti keturunannya, yaitu setan. Sementara itu, istilah al-aswad digunakan untuk menyebut manusia tertentu karena dalam bahasa Arab setiap manusia bisa disebut aswad.

    Dengan demikian, doa ini bukan hanya meminta perlindungan dari makhluk halus dan jin, tetapi juga dari hewan buas dan manusia jahat yang mungkin bersembunyi di tempat-tempat sepi.

    Tujuan Membaca Doa Ini

    Tujuan utama dari membaca doa ini adalah untuk memohon penjagaan dari Allah SWT agar tidak diganggu oleh makhluk apa pun, baik yang terlihat maupun tidak. Doa ini mengajarkan bahwa perlindungan sejati datang hanya dari Allah, bukan dari jimat, mantra, atau keyakinan mistis lainnya.

    Membaca doa ini juga menjadi bentuk dzikir dan keimanan, bahwa setiap langkah manusia sebaiknya disertai permohonan perlindungan kepada Sang Pencipta, terutama saat berada di tempat asing, gelap, atau dianggap angker.

    Rasa takut ketika melewati tempat angker adalah hal yang wajar secara manusiawi. Namun, Islam memberikan solusi dengan mengingat Allah melalui doa perlindungan seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa ini bukan hanya menjaga diri dari gangguan makhluk halus, tetapi juga mempertebal iman dan menumbuhkan rasa tawakal kepada Allah SWT.

    “Barang siapa berlindung kepada Allah, maka tidak ada yang mampu mengganggunya kecuali dengan izin-Nya.”

    Semoga dengan mengamalkan doa ini, perjalanan kita senantiasa aman, tenang, dan dalam lindungan Allah SWT.
    Wallahu a‘lam.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Takut Melewati Tempat Angker dan Seram, Bacalah Doa Ini agar Tidak Diganggu Makhluk Halus

  • Sulit Bayar Utang? Begini Hukum Utang dalam Islam dan Doa Mustajab agar Segera Lunas!

    Sulit Bayar Utang? Begini Hukum Utang dalam Islam dan Doa Mustajab agar Segera Lunas!

    NUJATENG.COM – Utang merupakan bagian dari realitas kehidupan manusia. Hampir setiap orang pernah berutang baik kepada individu, keluarga, maupun lembaga keuangan. Dalam Islam, utang (dayn) bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga menyangkut moral dan spiritual.

    Islam memperbolehkan seseorang berutang selama dilakukan dengan niat yang baik, penuh tanggung jawab, dan dalam kondisi mendesak. Namun, Islam juga menekankan pentingnya melunasi utang tepat waktu, karena utang yang tidak dibayar bisa menjadi beban di dunia maupun di akhirat.

    Rasulullah SAW bersabda:

    مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا، أَدَّاهَا اللهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيدُ إِتْلَافَهَا، أَتْلَفَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ
    “Barang siapa yang mengambil harta orang lain dengan maksud akan membayarnya, maka Allah akan memudahkan pelunasannya. Dan barang siapa yang mengambilnya dengan niat merusaknya (tidak melunasinya), maka Allah akan membinasakannya.”
    (HR. Ibnu Majah)

    Hadis ini menjadi dasar penting bahwa niat yang tulus dalam berutang sangat berpengaruh terhadap pertolongan Allah SWT.

    Etika dan Prinsip dalam Berutang

    Islam menempatkan utang sebagai tanggung jawab besar yang harus disertai niat baik dan kesadaran penuh. Ada beberapa prinsip penting yang harus diperhatikan seorang Muslim dalam berutang:

    1. Berutang hanya saat benar-benar perlu.
      Jangan menjadikan utang sebagai kebiasaan, apalagi untuk hal-hal konsumtif.

    2. Menulis dan mencatat utang.
      Sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 282, mencatat transaksi utang adalah perintah Allah untuk menghindari perselisihan di kemudian hari.

    3. Berniat sungguh-sungguh untuk melunasi.
      Allah akan menolong orang yang jujur dalam niatnya.

    4. Tidak menunda pembayaran tanpa alasan yang sah.
      Menunda membayar utang padahal mampu termasuk perbuatan zalim dalam pandangan Islam.

    Doa Mustajab Saat Kesulitan Membayar Utang

    Kadang, meski sudah berusaha keras, seseorang tetap merasa berat untuk melunasi utang karena kondisi ekonomi yang sulit. Dalam situasi seperti itu, Rasulullah SAW memberikan solusi berupa doa khusus agar diberi kemudahan dan kelapangan rezeki.

    Kisah ini diriwayatkan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, sebagaimana dikutip dari Sunan At-Tirmidzi. Disebutkan bahwa seorang budak mukatib datang kepada Sayyidina Ali RA dan mengeluh tentang kesulitannya membayar utang.

    Sayyidina Ali kemudian berkata:

    “Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepadaku? Jika engkau punya utang sebesar Gunung Shir, niscaya Allah akan melunasinya.”

    Doa tersebut adalah:

    اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
    Allâhummak finî bi ḥalâlika ‘an ḥarâmika, wa aghninî bi faḍhlika ‘amman siwâka.

    Artinya:
    “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal daripada yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu daripada selain Engkau.”

    Menurut Imam Tirmidzi, hadis ini tergolong hasan dan menjadi salah satu doa paling dianjurkan untuk dibaca bagi siapa pun yang tengah terjerat utang.

    Spiritualitas di Balik Doa Pelunas Utang

    Doa ini mengandung pesan spiritual yang dalam. Ia bukan hanya memohon pelunasan utang, tapi juga meminta agar Allah memberikan kecukupan melalui rezeki yang halal dan berkah.

    Ketika seseorang membaca doa ini dengan penuh keikhlasan, ia sedang memohon agar hatinya terlepas dari ketergantungan pada manusia, dan hanya bergantung pada pertolongan Allah semata. Sebab, sejatinya rezeki, kelapangan, dan kemampuan untuk melunasi utang semuanya berasal dari-Nya.

    Niat Baik, Usaha, dan Doa Akan Membuka Jalan Keluar

    Berutang dalam Islam bukanlah hal yang dilarang, namun ia adalah tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan kejujuran dan amanah. Bagi yang tengah kesulitan membayar utang, jangan berputus asa. Teruslah berusaha, perbaiki niat, dan panjatkan doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Semoga Allah SWT memberikan kelapangan rezeki, memudahkan setiap urusan, dan menuntun langkah kita untuk segera menunaikan kewajiban dengan hati yang tenang.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Hukum Utang dalam Islam dan Panjatkan Doa Ini saat Kesulitan Bayar Utang

  • Kebahagiaan Tak Terduga, Doa yang Tersembunyi: Pesan Menyentuh dari Gus Baha tentang Cinta dan Keikhlasan

    Kebahagiaan Tak Terduga, Doa yang Tersembunyi: Pesan Menyentuh dari Gus Baha tentang Cinta dan Keikhlasan

    NUJATENG.COM – Dalam kehidupan yang penuh dinamika dan ketidakpastian, kebahagiaan sering kali datang dengan cara yang misterius. Ia hadir tiba-tiba, tanpa alasan, tanpa tanda, bahkan tanpa kita sadari sumbernya. Namun, Gus Baha, seorang ulama kharismatik asal Rembang, memberikan sudut pandang yang lembut namun menenangkan hati tentang fenomena ini.

    Beliau pernah berkata:

    “Kadang kebahagiaan datang kepadamu tanpa kau mengetahui sebabnya. Tapi yakinlah, bahwa kebahagiaan itu datang mungkin dari doa orang yang mencintaimu.” – Gus Baha

    Kalimat sederhana ini menyimpan makna spiritual yang mendalam. Gus Baha mengajak kita untuk merenungi bahwa cinta dan doa memiliki kekuatan yang mampu mengubah hidup seseorang, bahkan tanpa disadari oleh penerimanya.

    Ketika Doa Menjadi Jembatan Cinta

    Doa adalah bentuk kasih sayang yang paling tulus. Tak butuh pengakuan, tak perlu balasan. Ketika seseorang mencintai kita dengan hati yang bersih, ia akan mengirimkan doa-doa yang hangat agar kita selalu bahagia, sehat, dan dalam lindungan Allah SWT.

    Gus Baha menegaskan bahwa doa adalah bahasa cinta yang tak terucap, tapi terasa. Ia menembus batas ruang dan waktu, menyentuh hati orang lain tanpa perlu hadir secara fisik.

    Kita mungkin tak pernah tahu siapa yang sedang mendoakan kita. Bisa jadi itu orang tua, sahabat, pasangan, atau bahkan seseorang yang diam-diam menyayangi kita dari kejauhan. Namun, doa-doa itulah yang menjadi alasan mengapa terkadang kebahagiaan hadir tanpa sebab logis sebuah “keajaiban lembut” dari cinta yang tulus.

    Kebahagiaan: Pantulan dari Doa dan Keikhlasan

    Kehidupan tak selalu berjalan mulus. Ada masa di mana kita merasa gelap, lelah, dan kehilangan arah. Namun, di tengah segala kesulitan, seringkali muncul kelegaan kecil yang datang tiba-tiba sebuah cahaya yang menuntun hati menuju ketenangan.

    Menurut Gus Baha, di situlah doa dan cinta bekerja diam-diam. Doa menjadi energi yang menenangkan, membawa kesejukan ke dalam jiwa, dan menghapus kesedihan sedikit demi sedikit.

    Doa yang dipanjatkan dengan cinta sejati bukan hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi yang berdoa. Sebab dalam setiap doa, terdapat kerendahan hati, ketulusan, dan keyakinan bahwa Allah-lah sumber segala kebahagiaan.

    Menjaga Kehangatan Doa di Tengah Dunia yang Sibuk

    Di era modern ini, manusia semakin sibuk mengejar ambisi dan pencapaian pribadi. Namun pesan Gus Baha mengingatkan kita untuk tidak melupakan kekuatan sederhana: doa dan cinta.

    Berdoalah bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk mereka yang kita cintai. Sebab mungkin, kebahagiaan yang mereka rasakan kelak berasal dari doa yang kita panjatkan hari ini. Begitu pula sebaliknya ketika hati kita tiba-tiba merasa ringan dan bahagia tanpa sebab, mungkin ada seseorang yang sedang menyebut nama kita dalam doanya.

    Kebahagiaan yang Lahir dari Hati yang Mendoakan

    Pesan Gus Baha tentang doa dan cinta mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu berasal dari hal besar. Kadang, ia tumbuh dari doa kecil yang diucapkan dengan hati yang penuh kasih.

    “Cinta yang sejati tidak selalu hadir dengan kata, tapi terasa dalam doa.” – Gus Baha

    Maka, mari kita terus menebar doa dan cinta. Karena di dunia yang semakin bising ini, bisa jadi doa kitalah yang menjadi cahaya bagi orang lain dan doa merekalah yang menjadi alasan kita tetap tersenyum hari ini.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Kehangatan Doa dan Cinta: Kunci Tersembunyi di Balik Kebahagiaan Tak Terduga, Menurut Gus Baha