Author: Dwi Widiyastuti

  • Doa Ziarah Kubur Pendek di Bulan Syaban, Amalan Mulia Jelang Ramadhan yang Penuh Keberkahan!

    Doa Ziarah Kubur Pendek di Bulan Syaban, Amalan Mulia Jelang Ramadhan yang Penuh Keberkahan!

    NUJATENG.COM – Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah meninggal dunia, tetapi juga sebagai sarana merenungi kehidupan dan mengingat kematian. Tradisi ziarah kubur sudah menjadi bagian dari kebiasaan umat Islam, terutama di Indonesia, dan biasanya dilakukan menjelang bulan Ramadhan atau Hari Raya Idul Fitri.

    Bulan Syaban menjadi waktu yang istimewa untuk melakukan ziarah, karena pada bulan ini segala amal kebaikan diangkat kepada Allah SWT. Dengan demikian, berziarah kubur pada bulan ini menjadi momentum untuk memperbanyak doa, istighfar, dan introspeksi diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan, Ramadhan.

    Ziarah bukan hanya sekadar kunjungan ke makam, tetapi juga bentuk doa dan sedekah pahala bagi mereka yang telah mendahului kita.

    Doa Ziarah Kubur Pendek yang Diajarkan Rasulullah SAW

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak hanya mencontohkan amalan ziarah, tetapi juga mengajarkan bacaan doa yang shahih untuk dibaca saat berada di pemakaman. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih ketika Aisyah Radhiyallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah tentang doa yang sebaiknya diucapkan saat ziarah kubur.

    Beliau kemudian menjawab dengan mengajarkan doa berikut:

    السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

    Assalamu’alaikum ahlad-diyaar minal mu’miniina wal muslimiin. Yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta’khiriin. Wa inna insya allahu bikum la-laahiquun wa as alullaha lana walakumul ‘aafiyah.

    Artinya:
    “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur dari golongan orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Semoga Allah merahmati orang-orang yang telah mendahului kami dan yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan untuk kami dan untuk kalian.”
    (HR. Ahmad no. 25855)

    Doa ini sangat disarankan untuk diamalkan setiap kali berziarah kubur, baik kepada keluarga, kerabat, maupun kaum muslimin secara umum.

    Ziarah Kubur: Antara Ibadah, Renungan, dan Sedekah Pahala

    Ziarah kubur memiliki tiga makna penting dalam kehidupan seorang Muslim:

    1. Mengingat Kematian dan Akhirat

    Rasulullah SAW bersabda bahwa berziarah ke kuburan dapat melembutkan hati dan mengingatkan manusia akan kehidupan setelah mati. Dengan begitu, seseorang akan lebih berhati-hati dalam berbuat dosa dan memperbanyak amal kebaikan.

    2. Mendoakan dan Mengirim Pahala

    Doa yang dilantunkan untuk almarhum adalah bentuk sedekah pahala. Dalam pandangan mayoritas ulama seperti Mazhab Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali, menghadiahkan bacaan Al-Qur’an dan doa kepada arwah diperbolehkan dan pahalanya sampai kepada yang telah meninggal.

    Dalilnya bersandar pada hadis riwayat Ibnu Umar, yang menyebutkan bahwa Nabi SAW secara rutin mengunjungi Masjid Quba’ setiap hari Sabtu, baik berjalan kaki maupun berkendara.

    “Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, ia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam selalu mendatangi masjid Quba’ setiap hari Sabtu, dengan berjalan kaki dan berkendara. Abdullah ibnu Umar radhiyallahu anhuma juga selalu melakukannya.”

    Dari hadis ini, Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa mengkhususkan hari atau waktu tertentu untuk amalan saleh, seperti ziarah kubur, adalah boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan syariat.

    3. Momentum Memperkuat Tali Silaturahmi Spiritual

    Selain berdoa, ziarah juga menjadi ajang merenungi makna kehidupan, menyadarkan diri bahwa setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT. Saat itulah muncul rasa syukur, kesadaran, dan tekad untuk memperbaiki diri sebelum ajal menjemput.

    Keutamaan Ziarah Kubur di Bulan Syaban Menjelang Ramadhan

    Melakukan ziarah kubur di bulan Syaban memiliki keistimewaan tersendiri. Bulan ini disebut sebagai bulan persiapan rohani, di mana amalan baik akan diangkat ke hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, memperbanyak doa dan istighfar bagi diri sendiri serta orang yang telah meninggal menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

    Menjelang bulan suci Ramadhan, banyak umat Islam di Indonesia yang memanfaatkan waktu ini untuk ziarah ke makam orang tua dan leluhur. Tujuannya adalah memohon ampunan untuk mereka sekaligus mempersiapkan diri menyambut bulan penuh rahmat.

    Amalan Penuh Cinta dan Doa

    Ziarah kubur bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk kasih sayang dan penghormatan kepada mereka yang telah mendahului. Dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW, umat Islam tidak hanya mengirimkan pahala kepada almarhum, tetapi juga mengingatkan diri sendiri tentang hakikat kehidupan.

    Di bulan Syaban yang penuh keberkahan ini, mari kita luangkan waktu untuk berziarah, memohon ampunan, dan memperbanyak doa agar hati kita bersih ketika menyambut datangnya Ramadhan.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Doa Ziarah Kubur Pendek di Bulan Syaban Jelang Ramadahan

  • Rahasia Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan Tanpa Batas! Amalkan Setiap Malam, Rezeki Mengalir Deras!

    Rahasia Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan Tanpa Batas! Amalkan Setiap Malam, Rezeki Mengalir Deras!

    NUJATENG.COM – Nabi Sulaiman a.s. merupakan salah satu dari 25 rasul Allah SWT yang wajib dikenal dan diteladani oleh umat Islam. Beliau adalah putra dari Nabi Daud a.s. yang terkenal sebagai raja sekaligus nabi dengan kebijaksanaan luar biasa. Ketika masih muda, Nabi Sulaiman sudah menunjukkan kecerdasan, keadilan, serta kemampuan berpikir yang tajam dalam mengambil keputusan.

    Ketika dewasa, Allah SWT mengangkat Nabi Sulaiman sebagai nabi dan raja di Kerajaan Israil. Tidak hanya memimpin manusia, beliau juga diberi kekuasaan atas jin dan hewan. Dengan izin Allah, Nabi Sulaiman mampu memahami bahasa semua makhluk hidup, termasuk burung dan binatang lainnya.

    Selain kebijaksanaannya, Nabi Sulaiman juga dikenal sebagai raja yang sangat kaya raya. Kekayaannya tidak hanya berupa harta duniawi, tetapi juga kekuasaan, kebijaksanaan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Istana beliau dibangun dengan gotong royong antara manusia, jin, dan hewan, menjadikannya simbol kemakmuran yang tak tertandingi hingga kini.

    Makna Doa Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an

    Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Sulaiman tetap rendah hati meskipun memiliki kekuasaan dan harta melimpah. Ia selalu mengingat bahwa semua itu hanyalah titipan dari Allah SWT. Salah satu doa paling terkenal yang beliau panjatkan diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Shaad ayat 35, yaitu:

    قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

    Qaala rabbi ighfir lii wahab lii mulkan laa yanbaghii li-ahadin min ba’dii innaka anta alwahhaabu.

    Artinya:
    “Ya Rabbku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak akan dimiliki oleh seorang pun sesudahku; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shaad: 35)

    Doa ini menggambarkan kerendahan hati Nabi Sulaiman, meskipun ia meminta kerajaan dan kekayaan besar, namun tetap diawali dengan permohonan ampun kepada Allah SWT.
    Artinya, sebelum meminta rezeki dunia, seorang hamba sebaiknya memohon ampun atas dosa-dosanya agar hatinya bersih dan niatnya ikhlas.

    Amalan Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan

    Menurut berbagai sumber, termasuk penjelasan dari sejumlah ulama dan kajian tafsir, doa Nabi Sulaiman bisa diamalkan sebagai bentuk permohonan rezeki dan keberkahan hidup.

    Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengamalkannya:

    1. Dibaca Setiap Malam Sebelum Tidur

    Bacalah doa Nabi Sulaiman satu kali setiap malam sebelum tidur dengan niat yang tulus. Niatkan agar Allah memberikan rezeki yang halal, berkah, dan bermanfaat bagi kehidupan dunia serta akhirat.

    2. Sertai dengan Istighfar dan Shalawat

    Sebelum membaca doa ini, disarankan untuk memperbanyak istighfar dan shalawat Nabi Muhammad SAW. Hal ini akan membuka pintu ampunan dan mempercepat terkabulnya doa.

    3. Iringi dengan Ikhtiar dan Kerja Keras

    Perlu diingat, kekayaan tidak datang hanya dengan doa. Harus diiringi dengan usaha nyata, kerja keras, kejujuran, dan niat yang baik. Nabi Sulaiman sendiri adalah sosok yang sangat disiplin, adil, dan bijak dalam mengatur kerajaannya.

    Makna Kekayaan dalam Perspektif Islam

    Dalam Islam, kekayaan bukan hanya soal harta, tetapi juga meliputi ketenangan hati, kesehatan, dan keberkahan hidup. Doa Nabi Sulaiman bukan sekadar permintaan akan harta duniawi, tetapi juga simbol permohonan agar Allah memberikan kekuasaan dan nikmat yang digunakan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat.

    Kekayaan sejati menurut ajaran Islam adalah kemampuan untuk bersyukur, berbagi, dan menggunakan rezeki untuk menolong sesama. Maka dari itu, siapa pun yang mengamalkan doa Nabi Sulaiman sebaiknya melakukannya dengan niat agar rezekinya menjadi jalan keberkahan, bukan kesombongan.

    Rezeki Berlimpah Datang dari Doa dan Usaha

    Doa Nabi Sulaiman a.s. dalam Surat Shaad ayat 35 menjadi pelajaran penting bagi umat Islam tentang bagaimana memohon kekayaan kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati dan keikhlasan. Dengan mengamalkan doa ini secara rutin, diiringi dengan kerja keras, kesungguhan, serta kejujuran dalam mencari nafkah, insya Allah rezeki yang luas dan berkah akan mengalir.

    Amalkan setiap malam, niatkan untuk kebaikan, dan percayalah Allah Maha Pemberi Rezeki yang tak pernah salah alamat.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Pahami dan Amalkan! Doa Nabi Sulaiaman Memohon Kekakayaan Tanpa Batas

  • Sakit Adalah Ujian dari Allah SWT, Ustaz Ingatkan: Amalkan 4 Doa Rasulullah SAW Ini untuk Kesembuhan dan Penghapus Dosa

    Sakit Adalah Ujian dari Allah SWT, Ustaz Ingatkan: Amalkan 4 Doa Rasulullah SAW Ini untuk Kesembuhan dan Penghapus Dosa

    NUJATENG.COM – Sakit merupakan salah satu ujian dari Allah SWT bagi orang-orang beriman. Bukan hanya ujian fisik, tetapi juga ujian kesabaran dan keikhlasan baik bagi yang menderita sakit maupun bagi keluarga dan sahabat yang mendampingi.

    Dalam Islam, sakit bukan hukuman, melainkan bentuk kasih sayang Allah agar dosa-dosa seorang hamba dapat dihapuskan. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tidaklah seorang Muslim tertimpa penyakit atau kesulitan, melainkan Allah akan menghapus sebagian dari dosa-dosanya melalui ujian itu.

    Mendoakan orang sakit juga merupakan amalan yang sangat mulia. Bahkan, seseorang yang menjenguk orang sakit akan mendapatkan doa dari 70.000 malaikat, sebagaimana disebut dalam hadits riwayat At-Tirmidzi No. 969.

    Ganjaran Besar bagi Orang yang Menjenguk Orang Sakit

    Dari Ali bin Abi Thalib RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya yang sakit di pagi hari, melainkan tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya hingga petang. Dan jika ia menjenguk di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya hingga pagi, dan baginya kebun di surga.”
    (HR At-Tirmidzi, disahihkan oleh Al-Albani)

    Hadits ini menegaskan bahwa mendoakan dan menjenguk orang sakit merupakan bentuk kasih sayang dan solidaritas antarsesama Muslim yang sangat tinggi nilainya di sisi Allah SWT.

    Empat Doa Rasulullah SAW untuk Kesembuhan Orang Sakit

    1. Doa Pertama Penghapus Dosa dan Penenang Hati

    Laa ba’-sa thohuurun insyaa Allah
    “Tidak mengapa, semoga sakitmu menjadi penghapus dosa-dosamu, insya Allah.”

    Doa ini diucapkan Rasulullah SAW untuk menenangkan hati orang yang sedang sakit, sekaligus mengingatkan bahwa sakit adalah sarana penyucian diri dari dosa.

    2. Doa Kedua Memohon Kesembuhan dari Allah SWT

    Allahumma rabban naas, adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-syaafi, laa syafiya illa anta, syifaa’an la yughadiru saqaman.
    “Wahai Rabb seluruh manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembuhkanlah dia. Engkaulah Maha Penyembuh, tiada kesembuhan selain dari-Mu, kesembuhan yang tidak menyisakan penyakit.”

    Doa ini menunjukkan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya sumber kesembuhan, bukan obat atau manusia.

    3. Doa Ketiga Dibaca 7 Kali di Dekat Kepala Orang Sakit

    As’alullahal azhima rabbal ‘arsyil ‘azhimi an yasyfiyak.
    “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb Pemilik ‘Arsy yang agung, agar Dia menyembuhkanmu.”

    Rasulullah SAW menganjurkan doa ini dibaca tujuh kali ketika menjenguk orang sakit. Insya Allah, doa ini membawa ketenangan dan kesembuhan dengan izin Allah SWT.

    4. Doa Keempat Doa Langsung Menyebut Nama Orang yang Sakit

    Allahummasyfi (sebutkan nama orang sakit).
    “Ya Allah, sembuhkanlah (sebut nama orang sakit).”

    Doa ini bersifat personal dan sangat dianjurkan ketika kita menjenguk keluarga, sahabat, atau tetangga yang tengah diuji sakit.

    Manfaat Mendoakan Orang Sakit

    Selain sebagai wujud empati, doa untuk orang sakit membawa banyak manfaat spiritual:

    • Menghapus dosa bagi yang sakit dan yang mendoakannya.

    • Menguatkan ukhuwah (persaudaraan) di antara sesama muslim.

    • Menjadi hiburan dan penenang hati bagi si sakit agar tetap sabar dan ridha.

    • Mendapat pahala besar karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

    Sakit Adalah Jalan Menuju Ampunan Allah SWT

    Sakit adalah ujian dan tanda kasih sayang Allah SWT. Melalui sakit, Allah memberi kesempatan bagi hamba-Nya untuk menghapus dosa dan meningkatkan keimanan. Karenanya, jangan pernah berhenti berdoa dan berharap hanya kepada Allah.

    Amalkanlah empat doa Rasulullah SAW di atas ketika menjenguk orang sakit atau saat diri sendiri tengah diuji. Insya Allah, kesembuhan dan keberkahan akan datang dengan izin-Nya.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Sakit adalah Ujian dari Allah Swt, Inilah 4 Doa untuk Kesembuhan Orang Sakit ala Rasulullah Saw

  • Ingin Hutang Segunung Seketika Lunas? Ustadz Adi Hidayat: Amalkan Doa Mustajab Ini!

    Ingin Hutang Segunung Seketika Lunas? Ustadz Adi Hidayat: Amalkan Doa Mustajab Ini!

    NUJATENG.COM – Dalam kehidupan sehari-hari, utang-piutang menjadi bagian dari muamalah yang tidak bisa dihindari. Islam membolehkan transaksi hutang karena termasuk dalam akad ta’awun (tolong-menolong) serta akad tabarru’ (sosial) untuk membantu sesama yang sedang kesulitan.

    Bahkan, memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan dinilai lebih utama daripada bersedekah kepada pengemis. Namun, tak sedikit orang yang justru terlilit hutang hingga membuat hidup terasa sesak. Rasa cemas, sedih, dan gelisah pun menghantui, terlebih jika belum mampu melunasi kewajiban tersebut.

    Ustadz Adi Hidayat: “Ada Doa Pelunas Utang yang Diajarkan Rasulullah SAW”

    Dalam salah satu kajiannya yang diunggah melalui kanal YouTube Ustadz Adi Hidayat Official, dai kondang ini menyampaikan satu amalan doa yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW sebagai solusi bagi mereka yang dililit utang.

    “Dalam menjalani kehidupan, tak jarang kita dapati beragam situasi yang menghadirkan kegalauan di dalam hati. Kadang bersanding pula dengan kesedihan, hingga membuat seseorang lemah mengerjakan aktivitas,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

    Beliau menegaskan bahwa hidup di dunia adalah tempat ujian, bukan tempat kesenangan abadi. Termasuk ujian berupa kesulitan ekonomi atau jeratan utang yang membuat seseorang kehilangan ketenangan. Namun, sebaik-baiknya penolong adalah Allah SWT, Dzat yang Maha Kaya dan Maha Menolong setiap hamba-Nya.

    Doa dari Rasulullah SAW: Pelindung dari Utang dan Kesedihan

    Dalam kajian tersebut, Ustadz Adi Hidayat mengisahkan seorang sahabat Nabi, Anas bin Malik, yang sering mendengar Rasulullah SAW berdoa dengan doa khusus untuk terhindar dari utang, kesedihan, dan kelemahan.

    Berikut doa yang disebut sebagai doa pelunas utang oleh Rasulullah SAW:

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

    Latin:
    Allahumma inni a‘udzubika minal hammi wal hazan, wa a‘udzubika minal ‘ajzi wal kasal, wa a‘udzubika minal jubni wal bukhli, wa a‘udzubika min gholabatid daini wa qahrir rijal.

    Artinya:
    “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kegelisahan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, serta aku berlindung kepada-Mu dari jeratan utang dan tekanan orang lain.”

    Doa “Anti Galau” yang Membuka Pintu Rezeki

    Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa doa ini bukan hanya untuk melunasi utang, tetapi juga untuk mencegah datangnya kesempitan rezeki dan kesedihan hati.

    “Doa ini doa anti galau, anti kesedihan, anti malas, bahkan anti dari penguasaan utang,” jelas Ustadz Adi Hidayat.

    Menurut beliau, doa ini bisa dibaca setiap kali merasa cemas, tertekan karena hutang, atau ketika ingin menghindari kebiasaan berutang. Dengan keikhlasan dan harapan yang tulus, Allah SWT akan membantu meringankan beban hidup dan membuka pintu rezeki dari arah yang tak disangka-sangka.

    Amalkan dengan Keyakinan dan Usaha Nyata

    Ustadz Adi Hidayat juga menekankan bahwa doa harus dibarengi dengan usaha nyata.

    “Amalkan doa ini dengan hati yang tulus agar Allah membebaskan kita dari jerat utang. Namun tetap sertai dengan usaha mencari rezeki halal yang diridhai Allah,” pesannya.

    Selain membaca doa ini secara rutin, umat Islam dianjurkan untuk:

    • Memperbanyak sedekah, karena sedekah memperlancar rezeki.

    • Beristighfar setiap hari, sebab istighfar membuka pintu ampunan dan keberkahan.

    • Menghindari riba dan gaya hidup berlebihan, agar tidak terjebak hutang baru.

    Doa, Ikhtiar, dan Tawakal

    Setiap ujian yang datang, termasuk utang, bisa menjadi jalan Allah untuk menaikkan derajat hamba-Nya. Dengan berdoa, berikhtiar, dan bertawakal, Allah SWT akan memberikan jalan keluar terbaik.

    “Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3)

    Maka, jangan berputus asa atas lilitan utang. Amalkan doa Rasulullah ini, perbanyak usaha halal, dan yakinlah bahwa Allah Maha Kaya dan Maha Penolong.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Ingin Hutang  Segunung Seketika Lunas, Ustadz Adi Hidayat: Amalkan Doa Ini!

  • Ustadz Adi Hidayat Ungkap Rahasia Doa Setelah Wudhu: 8 Pintu Surga Terbuka untuk yang Mengamalkannya!

    Ustadz Adi Hidayat Ungkap Rahasia Doa Setelah Wudhu: 8 Pintu Surga Terbuka untuk yang Mengamalkannya!

    NUJATENG.COM – Wudhu merupakan amalan wajib sebelum sholat yang berfungsi untuk mensucikan diri dari hadas kecil. Dalam Islam, sholat tidak sah tanpa wudhu, karena bersuci menjadi syarat utama dalam beribadah kepada Allah SWT.

    Hal ini sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 6, yang berbunyi:

    “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuhlah) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.”

    Namun ternyata, kesempurnaan wudhu tidak hanya berhenti sampai di situ. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk membaca doa khusus setelah berwudhu, yang memiliki keutamaan luar biasa — yakni membuka delapan pintu surga bagi siapa pun yang mengamalkannya.

    Hadis Rasulullah SAW Tentang Doa Setelah Wudhu

    Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa berwudhu dengan menyempurnakan wudhunya, kemudian membaca doa:

    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga, dan dia boleh masuk dari pintu mana saja yang ia kehendaki.”*
    (HR. Tirmidzi Hadis Shahih)

    Hadis ini menjadi dasar pentingnya membaca doa setelah wudhu sebagai penyempurna amalan bersuci. Tidak hanya menghapus dosa kecil, tetapi juga menjadi pembuka pintu surga bagi hamba yang ikhlas melakukannya.

    Ustadz Adi Hidayat: “Delapan Pintu Surga Terbuka untuk yang Membaca Doa Ini”

    Dalam salah satu kajiannya yang viral di media sosial, Ustadz Adi Hidayat menegaskan kembali sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan doa setelah wudhu. Beliau menjelaskan, amalan sederhana ini memiliki balasan luar biasa di sisi Allah SWT.

    “Barang siapa berdoa setelah selesai wudhu, maka Rasulullah katakan terbuka untuknya delapan pintu surga, dan Allah persilahkan kepadanya memasuki surga dari pintu manapun yang dia sukai,” ujar Ustadz Adi Hidayat dalam kajiannya yang diunggah di TikTok.

    Menurut beliau, doa setelah wudhu adalah bentuk penyempurnaan ibadah yang sering diremehkan umat, padahal keutamaannya sangat besar.

    Teks Doa Setelah Wudhu dan Artinya

    Berikut lafaz doa setelah wudhu sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW:

    Arab:
    أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
    اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

    Latin:
    Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah.
    Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluh.
    Allaahummaj‘alnii mina-t-tawwaabiina waj‘alnii minal mutathahhiriin.

    Artinya:
    “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.”

    Doa ini mencerminkan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, serta permohonan agar selalu diberikan kemampuan untuk menjaga kesucian lahir dan batin.

    Keutamaan Membaca Doa Setelah Wudhu

    1. Mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT.
      Dengan berwudhu dan membaca doa, dosa-dosa kecil akan berguguran.

    2. Dibukakan delapan pintu surga.
      Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, amalan ini menjadikan seseorang berhak memasuki surga dari pintu mana pun.

    3. Mendapat keberkahan dalam ibadah.
      Doa setelah wudhu menambah kesempurnaan amal ibadah sholat dan meningkatkan kualitas spiritual.

    4. Melatih keikhlasan dan kedekatan dengan Allah.
      Membaca doa dengan kesadaran penuh mengajarkan kita untuk selalu ingat kepada Allah, bahkan dalam aktivitas sehari-hari yang sederhana.

    Amalan Ringan, Ganjaran Surga

    Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa amalan ringan seperti membaca doa setelah wudhu bisa menjadi jalan menuju surga. Banyak umat menganggapnya kecil, padahal ia menyimpan rahasia besar yang disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW.

    “Jangan remehkan amalan kecil. Karena bisa jadi amalan yang ringan itu justru menjadi sebab Allah bukakan pintu surga untukmu,” pesan Ustadz Adi Hidayat.

    Jadi, jangan lupa! Setelah berwudhu, baca doa ini dengan penuh keikhlasan karena delapan pintu surga menantimu terbuka lebar.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Ustadz Adi Hidayat: Setelah Berwudhu Baca Doa Ini! 8 Pintu Surga Terbuka Untukmu

  • Rahasia Dahsyat Sedekah Subuh dari Syekh Ali Jaber: Doa Lebih Cepat Terkabul, Ini Penjelasannya!

    Rahasia Dahsyat Sedekah Subuh dari Syekh Ali Jaber: Doa Lebih Cepat Terkabul, Ini Penjelasannya!

    NUJATENG.COM – Sedekah merupakan salah satu amalan mulia yang dijanjikan banyak keutamaan dalam Islam. Namun, pendakwah kharismatik Syekh Ali Jaber semasa hidupnya pernah mengungkap bahwa ada satu waktu sedekah yang paling istimewa dan memiliki kekuatan luar biasa yaitu sedekah subuh.

    Menurut beliau, sedekah subuh bukan hanya bernilai pahala besar, tetapi juga menjadi salah satu wasilah (media) agar doa cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

    “Saya menemukan dari semua waktu sedekah, waktu Jumat, majelis ilmu, semuanya baik. Tapi sedekah subuh itu yang paling baik, paling dahsyat, paling cepat terkabul hajat kita,” ujar Syekh Ali Jaber dalam ceramahnya yang dikutip dari YouTube Media Dakwah Hikmah TV.

    Mengapa Sedekah Subuh Begitu Dahsyat?

    Syekh Ali Jaber menjelaskan bahwa setiap waktu subuh, Allah SWT menurunkan malaikat khusus yang bertugas mendoakan orang-orang yang bersedekah di waktu itu.

    “Karena setiap waktu subuh, Allah turunkan malaikat tugasnya cuma satu mendoakan orang yang berinfak di subuh hari,” jelasnya.

    Keutamaan ini membuat sedekah subuh menjadi amalan yang sangat istimewa, sebab dilakukan di waktu yang penuh keberkahan saat pergantian malam menuju pagi, ketika pintu-pintu langit terbuka dan doa-doa lebih mudah menembus ke hadirat Allah SWT.

    Cara Melakukan Sedekah Subuh

    Sedekah subuh tidak harus dilakukan dengan nominal besar atau langsung mencari orang yang membutuhkan di pagi buta. Syekh Ali Jaber menyarankan cara sederhana namun penuh makna.

    “Tidak perlu mendatangi atau mencari orang miskin di pagi hari. Cukup sediakan kotak amal di rumah. Setiap mau sholat subuh atau setelahnya, sebelum beraktivitas, isi dengan sedekah,” tuturnya.

    Kunci dari amalan ini bukan pada jumlahnya, tetapi pada keikhlasan dan konsistensi (rutinitas) dalam melaksanakannya. Sedikit tapi rutin, kata beliau, akan jauh lebih bermakna di sisi Allah SWT.

    Sedekah Subuh Disertai Doa: Kombinasi Ampuh

    Lebih lanjut, Syekh Ali Jaber menegaskan bahwa sedekah subuh akan semakin dahsyat jika disertai dengan doa.

    “Yang lebih dahsyat lagi, sedekah yang disertai doa. Wallahi, terjamin doamu terkabul melalui wasilah sedekah subuh,” ungkapnya dengan tegas.

    Contohnya, seseorang bisa memanjatkan doa memohon kesembuhan untuk orang tua atau anggota keluarga yang sedang sakit.

    “Ya Allah, dengan sedekah subuh ini sembuhkanlah penyakit orang tua kami,” ujar beliau menirukan bentuk doa.

    Menurut Syekh Ali Jaber, setiap sedekah sebaiknya difokuskan untuk satu niat atau satu hajat.

    “Satu sedekah, satu doa, satu hajat. Bukan karena Allah tidak mampu, tapi agar kita lebih fokus dan tidak berlebihan dalam meminta,” pesannya.

    Kisah Nyata: Dikaruniai Keturunan Setelah Sedekah Subuh

    Dalam salah satu ceramahnya, Syekh Ali Jaber juga menceritakan kisah nyata pasangan suami istri yang tidak memiliki keturunan selama 17 tahun.

    Pasangan tersebut mengikuti anjuran beliau untuk melakukan sedekah subuh dengan doa yang spesifik.

    “Ya Allah, dengan berkah sedekah ini, karuniakan kami keturunan.”

    Enam bulan kemudian, kabar bahagia datang sang istri dinyatakan hamil.

    “Alhamdulillah, enam bulan kemudian saya dapat berita gembira, istrinya positif hamil,” tutur Syekh Ali Jaber penuh haru.

    Amalan Kecil, Keajaiban Besar

    Syekh Ali Jaber menegaskan bahwa sedekah subuh adalah amalan ringan namun memiliki efek spiritual yang luar biasa.

    “Sedikit tapi rutin, sampai kita dipanggil Allah SWT. Insyaallah dalam keadaan husnul khatimah,” ucapnya menutup tausiyah.

    Amalan ini bukan hanya mempercepat terkabulnya doa, tapi juga mendatangkan ketenangan hati, keberkahan rezeki, dan perlindungan dari kesulitan hidup.

    Yuk, Mulai Sedekah Subuh Hari Ini

    Pesan Syekh Ali Jaber menjadi pengingat bagi umat Islam untuk tidak menunda berbuat baik, terutama di waktu subuh.
    Mulailah dengan langkah kecil sisihkan sedikit rezeki setiap pagi, niatkan untuk hajat tertentu, dan panjatkan doa dengan penuh keyakinan.

    “Sedekah subuh luar biasa dahsyatnya. Antum akan merasakan keajaibannya,” pesan terakhir Syekh Ali Jaber.

    Sedekah Subuh, amalan ringan yang membuka pintu langit dan mempercepat terkabulnya doa.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Sedekah Subuh Akselerasi Doa Cepat Terkabul, Simak Rahasia Syekh Ali Jaber

  • Buya Yahya Ungkap Rahasia di Balik Doa Tanpa Sholawat: Tertunda atau Tetap Diterima Allah SWT?

    Buya Yahya Ungkap Rahasia di Balik Doa Tanpa Sholawat: Tertunda atau Tetap Diterima Allah SWT?

    NUJATENG.COM – Berdoa adalah amalan paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Setiap hari, umat Islam menengadahkan tangan memohon kepada Allah SWT, baik dalam shalat wajib lima waktu Isya, Subuh, Zuhur, Asar, hingga Maghrib maupun dalam berbagai kesempatan lain.

    Namun, di balik rutinitas berdoa itu, banyak yang masih bertanya: apakah doa tanpa sholawat bisa tertunda dikabulkan Allah SWT?

    Pertanyaan ini akhirnya dijawab secara jelas oleh Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengajian Al-Bahjah, dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Al-Bahjah TV berjudul “Do’a yang Harus Diawali dan Diakhiri dengan Sholawat” pada 6 Oktober 2021.

    Doa Tanpa Sholawat: Tertunda atau Tidak?

    Buya Yahya menjelaskan bahwa doa tanpa sholawat tidak serta-merta tertunda atau tidak diterima oleh Allah SWT.

    “Doa yang tidak disertai sholawat bukan tertunda, bisa saja diterima tanpa sholawat. Akan tetapi, dengan bersholawat itu lebih sempurna dalam berdoa, lebih mudah dikabulkan,” ujar Buya Yahya.

    Menurut beliau, membaca sholawat saat berdoa adalah bentuk penyempurnaan doa agar lebih berkah dan lebih cepat diijabah oleh Allah SWT. Sholawat merupakan bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW, dan dengan menyebut nama beliau dalam doa, rahmat Allah akan lebih luas mengalir kepada hamba-Nya.

    Tidak Semua Doa Harus Didahului Sholawat

    Meski demikian, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak semua doa wajib diawali dan diakhiri dengan sholawat. Ada kondisi di mana waktu dan situasi tidak memungkinkan seseorang untuk membaca sholawat terlebih dahulu.

    “Keterbatasan waktu menjadikan doa tidak perlu didahului dan diakhiri sholawat, misalnya doa mau makan,” jelas Buya Yahya.

    Artinya, doa pendek yang sering diucapkan dalam aktivitas harian seperti doa sebelum makan, masuk rumah, atau masuk masjid tetap sah dan tidak kehilangan nilainya di sisi Allah SWT meski tidak disertai sholawat.

    Keutamaan Membungkus Doa dengan Sholawat

    Walau bukan kewajiban mutlak, Buya Yahya menekankan bahwa doa yang dibungkus dengan sholawat akan lebih mudah diterima oleh Allah SWT.

    Para ulama mengajarkan agar seorang Muslim mendahului dan mengakhiri doanya dengan sholawat, karena Rasulullah SAW adalah makhluk paling mulia di sisi Allah. Dengan begitu, doa seorang hamba menjadi lebih “lengkap” dan lebih indah di hadapan-Nya.

    Selain sholawat, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya mengawali doa dengan amal baik, seperti bersedekah, berzikir, atau mengucap syukur, serta menyertakan permohonan ampun kepada Allah SWT agar doa semakin mudah diijabah.

    Sholawat Membawa Doa Lebih Dekat ke Langit

    Penjelasan Buya Yahya menegaskan bahwa doa tanpa sholawat tetap bisa diterima, tetapi doa dengan sholawat lebih sempurna dan lebih cepat sampai kepada Allah SWT.

    Dengan berdoa disertai sholawat, umat Islam tidak hanya memohon kepada Allah, tapi juga memuliakan kekasih-Nya Nabi Muhammad SAW.

    “Doa yang disertai sholawat adalah doa yang indah, lengkap, dan penuh keberkahan,” tutup Buya Yahya.

    Semoga penjelasan Buya Yahya ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu memperindah doa dengan sholawat, agar doa-doa kita lebih cepat menembus langit dan diterima oleh Allah SWT.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Doa Tanpa Sholawat, Tertunda sampai ke Allah? Begini Penjelasan Buya Yahya

  • Berlangsung 3 Hari, Wabup Wakhid Dorong Festival Literasi Jadi Penggerak Kreativitas dan Ekonomi

    Berlangsung 3 Hari, Wabup Wakhid Dorong Festival Literasi Jadi Penggerak Kreativitas dan Ekonomi

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Wakil Bupati Banjarnegara H. Wakhid Jumali, Lc. secara resmi membuka Festival Literasi Banjarnegara Tahun 2025, yang diselenggarakan di Basement Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara, Selasa (21/10/2025).

    Kegiatan yang mengusung tema “Semangat Berliterasi Membangun Kreativitas dan Nilai Ekonomi Banjarnegara” ini akan berlangsung selama tiga hari, menampilkan beragam kegiatan mulai dari gelar wicara, lokakarya, hingga pameran literasi yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

    Dalam sambutannya, Wabup Wakhid menyampaikan apresiasi Disarpus atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berkomitmen menumbuhkan budaya literasi di berbagai lapisan masyarakat.

    “Kita terus berupaya menumbuhkan budaya literasi di setiap lapisan masyarakat — mulai dari warga, guru, pustakawan, hingga relawan literasi. Semangat ini penting sebagai pemantik pembangunan melalui lahirnya generasi yang berpengetahuan dan berkarakter,” ungkap Wabup.

    Wakhid juga mengaitkan momentum festival dengan peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober, yang menurutnya memiliki makna sejarah penting bagi bangsa Indonesia.

    “Beberapa pahlawan bangsa kita adalah para santri. Fatwa jihad KH Hasyim Asyari yang lahir pada 22 Oktober menjadi pemicu semangat perjuangan hingga terjadinya peristiwa 10 November di Surabaya,” tuturnya.

    Apresiasi bagi Penggiat Literasi dan Perpustakaan Desa

    Pada kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan penghargaan Lomba Bertutur Siswa SD/MI Tingkat Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025.
    Juara pertama diraih oleh Fauziah Athifa Wardah Supriyadi dari SD Negeri 1 Piasa Wetan, juara kedua oleh Aysha Mikayla Syalwa Fauzi dari SD Negeri 1 Karangkobar, dan juara ketiga oleh Yumna Naomi Aqila dari MI Muhammadiyah Sampang.

    Selain itu, diumumkan pula hasil Lomba Perpustakaan Desa Tahun 2025. Juara pertama diraih oleh Perpustakaan Oemah Bening dari Desa Bojanegara, Kecamatan Sigaluh; juara kedua Perpustakaan Rakjat dari Desa Bakal, Kecamatan Batur; dan juara ketiga Perpustakaan Ruang Pintar dari Desa Bedana, Kecamatan Kalibening.

    Kepala Disarpus Kabupaten Banjarnegara Arief Rahman menjelaskan, festival ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan literasi yang telah dilaksanakan sejak bulan April 2025.
    “Berbagai kegiatan telah digelar, di antaranya Bimbingan Teknis Membaca Nyaring, Bimtek Perpustakaan, Bimtek Penulisan Budaya Lokal, Lokakarya Literasi Digital, Bedah Buku, serta pendataan naskah kuno Banjarnegara,” terangnya.

    Arief menambahkan, Banjarnegara juga berhasil mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional.
    “Tahun lalu kita meraih juara 3 nasional Lomba Bertutur SD. Tahun ini, Banjarnegara kembali mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk lomba resensi buku dan konten literasi digital tingkat nasional. Semoga dapat meraih hasil terbaik,” ungkapnya.

    Pameran Literasi dan Ekonomi Kreatif
    Festival Literasi Banjarnegara juga diramaikan dengan pameran literasi dan ekonomi kreatif yang diikuti oleh 15 stan dari berbagai lembaga dan komunitas.

    Di stan PKK Banjarnegara, pengunjung yang membawa lima botol plastik bekas dapat menukarnya dengan buku atau bibit tanaman buah. Sementara di stan SMPN 1 Bawang, pengunjung dapat mengikuti kegiatan membaca puisi, berpantun, hingga dilukis secara langsung. Wakil Bupati bahkan turut berpartisipasi dengan membacakan puisi di stan tersebut.

    Salah satu stan yang menarik perhatian adalah stand Disperindagkop, yang menghadirkan sajian kopi khas Banjarnegara. Hanya dengan Rp10.000, pengunjung dapat menikmati secangkir kopi premium sembari berdiskusi mengenai sejarah dan potensi kopi lokal.

    Pegiat kopi dari Koperasi Pageland Kasmaran Pagentan, Darsono, menjelaskan bahwa kopi memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas unggulan daerah.

    “Untuk pasaran lokal saja, kita belum sanggup mencukupi. Tahun 2025 ini baru bisa menyuplai sekitar 20 ton kopi. Jika hilirisasi dapat dilakukan di Banjarnegara, nilai jual kopi akan meningkat signifikan,” ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa harga kopi cenderung stabil, masa tanam dan perawatannya seimbang, serta memiliki permintaan pasar yang tinggi.

    Kepala Dinas Kominfo Sagiyo SIP, yang turut hadir di lokasi, menilai bahwa literasi kopi juga menyangkut aspek sejarah dan budaya.

    “Salah satu akar kata kopi berasal dari kaffah, yang berarti menyeluruh. Dulu para kabilah Arab gemar berkumpul sambil menikmati kopi untuk menyelesaikan persoalan. Jadi kopi ini memiliki nilai sejarah dan filosofi yang menarik,” ujar Sagiyo.

    Sejarawan dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Purnawan Basundoro, menambahkan bahwa kopi memiliki jejak panjang di wilayah Karesidenan Banyumas, termasuk Banjarnegara.

    “Pada masa Tanam Paksa, petani Banyumas pernah menanam tiga jenis kopi—Arabika, Liberia, dan Robusta. Sampai tahun 1861, tercatat 65.681 pikul kopi diekspor ke Eropa. Jadi, Banjarnegara memiliki akar sejarah kuat sebagai daerah penghasil kopi,” jelasnya.***(Slamet Sugiyanto)

  • Gebrakan Hari Santri 2025! Wakil Bupati dan Kakanwil Ditjen PAS Jateng Resmikan Pesantren di Rutan Banjarnegara

    Gebrakan Hari Santri 2025! Wakil Bupati dan Kakanwil Ditjen PAS Jateng Resmikan Pesantren di Rutan Banjarnegara

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025, suasana penuh haru dan semangat religius menyelimuti Rumah Tahanan Negara (Rutan) Banjarnegara. Di hari bersejarah bagi kalangan santri, sebuah langkah monumental yang menghadirkan cahaya pendidikan agama di balik jeruji besi, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah (Kakanwil Ditjen PAS Jateng) Mardi Santoso meresmikan berdirinya Pesantren At-Taubah Rutan Banjarnegara, Rabu (22/10).

    Peresmian ditandai dengan pemotongan pita di depan kamar khusus santri warga binaan. Pemotongan pita disaksikan oleh jajaran pejabat Forkopimda Banjarnegara, tokoh agama, serta seluruh warga binaan Rutan Banjarnegara. Acara berlangsung khidmat, diiringi lantunan sholawat dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di seluruh area Rutan.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini sebagai wujud nyata pembinaan keagamaan di Rutan Banjarnegara.

    “Pesantren di Rutan ini menjadi bukti bahwa semangat santri dan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin bisa tumbuh di mana pun, bahkan di balik jeruji. Kami berharap, para warga binaan dapat menjadikan pesantren ini sebagai jalan hijrah dan pembinaan diri,” ujarnya.

    Sementara itu, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso menegaskan bahwa pendirian pesantren di Rutan Banjarnegara sejalan dengan komitmen Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memperkuat program pembinaan spiritual dan moral bagi warga binaan.

    “Kami ingin memastikan bahwa masa pidana bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perubahan. Pesantren ini akan menjadi wadah pembinaan yang menanamkan nilai religius, kedisiplinan, dan akhlak mulia,” tegasnya.

    Kepala Rutan Banjarnegara Dodik Harmono menambahkan, Pesantren At-taubah menyelenggarakan program rutin ngaji Al-Qur’an, kajian kitab keagamaan, serta kegiatan keagamaan bersama ustaz dari pondok pesantren Al Fatah Banjarnegara. Seluruh warga binaan akan dilibatkan secara aktif sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.

    Acara peresmian juga diisi dengan pembagian bantuan sosial berupa sembako kepada keluarga warga binaan dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.

    “Dengan berdirinya Pesantren At-Taubah serta pelaksanaan kegiatan pembagian bantuan sosial sembako kepada warga binaan dan masyarakat sekitar, Rutan Banjarnegara menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Langkah ini merupakan implementasi dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan poin ke 4 tentang bantuan sosial kepada keluarga warga binaan yang Kurang mampu dan masyarakat di sekitar area UPT Pemasyarakatan dan poin ke 5 tentang mengatasi permasalahan overcapacity dan overcrowding dengan solusi yang komperhensif”, jelas Dodik.

    Peresmian pesantren di Rutan Banjarnegara ini menjadi momentum bersejarah yang menegaskan bahwa semangat santri tidak terbatas ruang dan waktu bahkan di tempat yang selama ini dianggap gelap. Dengan hadirnya Pesantren At- Taubah, Rutan Banjarnegara kini bukan sekedar tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat menjemput harapan dan memperbaiki diri melalui jalan ilmu dan iman. (Slamet Sugiyanto)***

     

  • Semarak Hari Santri Nasional 2025 di Islamic Centre Baiturrahman Semarang

    Semarak Hari Santri Nasional 2025 di Islamic Centre Baiturrahman Semarang

    SEMARANG – nujateng.com – Peringatan Hari Santri Nasional sukses digelar di halaman Masjid Islamic Centre Baiturrahman Semarang dengan penuh khidmat dan semarak. Sejak pagi sembari menertibkan barisan siswa dilantunkan bacaan shalawat yang disemarakan oleh group El Haidar yang dipimpin Ust. Ahmad Adiab, S.H.I,. S.Pd.I., suasana teduh menyelimuti kawasan Kalipancur, menambah kekhusyukan rangkaian acara yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat.

    Acara diawali dengan apel santri yang dipimpin oleh Bapak Dr. H. Multazam Ahmad, MA selaku pembina apel. Dalam amanahnya, beliau menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh unit pendidikan, peserta, dan tamu undangan yang hadir, termasuk Camat, Sekcam, Lurah, para masyayikh,  segenap pengurus YPKPI Masjid Raya Baiturrahman dan Islamic Centre, serta santri putra dan putri Pondok Pesantren Nurul Anwar Islamic Centre Semarang.

    Usai amanah, doa dipanjatkan secara khusus oleh KH. Muhibbin Alhafidz (imam Masjid Islamic Centre dan Pengasuh Pon-Pes Nurul Anwar), memohon kepada Allah SWT agar peringatan Hari Santri Nasional ini menjadi momentum keberkahan dan penguatan semangat perjuangan santri.

    Sebagai penanda dimulainya pawai dan karnaval, Dr. KH. Ahmad Daroji menabuh jidor dengan penuh semangat. Rute pawai mengelilingi kawasan masjid, menuju arah Prambanan hingga Pasadena, diiringi semangat peserta dan sorak sorai warga.

    Dalam sesi refleksi sejarah, Dr. KH. Ahmad Daroji menyampaikan kisah heroik 22 Oktober yang menjadi tonggak Resolusi Jihad, termasuk peristiwa tewasnya Brigadir Jenderal AWS Mallaby. Beliau mengajak seluruh peserta untuk mendoakan agar semangat jihad santri terus hidup dan menjadi benteng moral bangsa.

    Sebelum pawai dimulai, sekitar 1500 anak dari berbagai jenjang—TK, SD, SMP, dan SMK Islamic Center—menampilkan tarian kolosal 194 bertema budaya. Tarian ini diiringi lagu Mars Hari Santri dengan gerakan lucu dan lentik yang memukau penonton di lapangan masjid.

    Setelah pengibaran bendera sebagai tanda start, pasukan pengibar dari SMP H. Isriati membuka barisan pawai, disusul oleh TK ISBA 1 dan 2, SD ISBA 1 dan 2, serta SMP dan SMK Islamic Center. Masing-masing unit membawa tema unik, seperti gunungan budaya dan rebana yang ditabuh sepanjang jalan.

    Usai pawai, acara dilanjutkan dengan penampilan musik dari SMP H. Isriati Ensemble yang membawakan lagu Laskar Pelangi, disusul persembahan dari SD ISBA 2 El Haidar Junior.

    Sebagai penutup, group rebana Hadroh Moeis Islamic tampil membawakan lagu-lagu penuh semangat seperti 22 Oktober, Mars Yalal Wathon, dan Qomarun, menambah kemeriahan suasana.

    Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini berlangsung meriah, penuh makna, dan menjadi inspirasi untuk menyemarakkan hari besar Islam lainnya dengan semangat kebersamaan dan cinta Tanah Air. (Saifudin)