Author: Dwi Widiyastuti

  • Jurnalistik di Era Digital: Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Informasi yang Kredibel dan Berintegritas

     

     

    Banjarnegara, 27 Oktober 2025 – Dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045, jurnalistik di era digital memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi yang kredibel dan berintegritas. Dengan diadakannya pelatihan jurnalistik bertempatan di SMA 1 Banjarnegara yang dihadiri oleh semua perwakilan SMA/K dan MA. Diharapkan generasi muda indonesia tidak hanya cerdas, namun juga kreatif dan inovatif dalam membuat sebuah jurnal.

    Kegiatan ini diawali oleh pembukaan bapak Sudarto S.Pd selaku Kepala Sekolah SMA 1 Banjarnegara, serta motivasi motivasi oleh Kepala MPMG SMA Ibu Suryati S.Pd.

    Di acara inti yaitu pemaparan materi oleh bapak Ali Arifin, beliau selaku pimpinan redaksi Portal Pekalongan.com, menjelaskan dan menceritakan sedikit kisah perjalanan beliau menjadi wartawan banyak sekali  tangtangan tantangan yang dihadapi beliau, sebagai jurnalis yang profesional, netral, dan berintegritas, Bapak Ali Arifin menjadi contoh nyata bagaimana seorang jurnalis dapat menyampaikan informasi dengan bijak dan bertanggung jawab.

    Dalam hal ini  menyongsong Indonesia Emas 2045, jurnalistik di era digital harus dapat memainkan peran yang lebih besar dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi negara yang lebih maju, berdaya saing tinggi, dan berintegritas.

     

  • Doa Sujud Penggugur Dosa Besar: Baca Ini Saat Bersujud, Insya Allah Diampuni!

    Doa Sujud Penggugur Dosa Besar: Baca Ini Saat Bersujud, Insya Allah Diampuni!

    NUJATENG.COM – Untuk mencapai sesuatu yang tinggi di sisi Allah, terkadang bukan dengan berdiri tegak atau melompat jauh, melainkan dengan merendahkan diri melalui sujud. Sujud merupakan gerakan yang wajib dalam sholat, dan menjadi simbol bahwa manusia sejatinya lemah di hadapan Tuhannya.

    Namun, lebih dari sekadar gerakan fisik, sujud adalah bentuk penyerahan total sebuah pernyataan iman bahwa segala kekuatan, harapan, dan pengampunan hanya berasal dari Allah Swt.

    Selain dalam ibadah wajib, sujud juga dianjurkan dilakukan saat memperoleh kebahagiaan atau keberhasilan, seperti dalam bentuk sujud syukur. Contohnya bisa kita lihat pada pemain Timnas Indonesia era Evan Dimas Darmono, yang kerap merayakan gol dengan bersujud simbol rasa syukur atas karunia Allah.

    Waktu Sujud, Saat Doa Paling Mustajab

    Tahukah Anda? Sujud adalah waktu terbaik untuk berdoa.
    Dalam berbagai riwayat, Rasulullah Saw. menyebutkan bahwa saat paling dekat antara seorang hamba dan Rabb-nya adalah ketika ia bersujud.

    “Keadaan paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang bersujud, maka perbanyaklah doa saat itu.”
    (HR. Muslim)

    Karenanya, sujud bukan hanya rutinitas dalam sholat, tetapi juga momen emas untuk meminta ampun, bersyukur, dan memohon pertolongan.

    Doa Sujud Penggugur Dosa Besar

    Melansir dari video dakwah akun TikTok @abutakero, disebutkan salah satu doa sujud yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu doa penghapus dosa besar yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.:

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ، دِقَّهُ وَجِلَّهُ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ

    Latin:
    Allahummaghfir li dzanbi kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa akhirahu, wa ‘alaniyatahu wa sirrah.

    Artinya:
    “Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, baik yang kecil maupun besar, yang awal maupun yang akhir, yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.”

    Makna Mendalam di Balik Doa Ini

    Doa sujud ini mencakup seluruh dimensi dosa manusia dari yang tampak hingga tersembunyi, dari yang kita sadari hingga yang terlupa. Dengan membaca doa ini, seorang muslim seolah mengakui kelemahannya di hadapan Allah dan memohon ampunan secara menyeluruh.

    Rasulullah Saw. sendiri sering membaca doa ini dalam sujudnya. Maka, sudah sepantasnya umat Islam meneladani beliau dengan membiasakan doa ini di setiap sujud, baik dalam sholat wajib maupun sunnah.

    “Ketika kita membaca doa ini, seluruh dosa besar dan kecil akan rontok, dan insya Allah mendapat ampunan dari Allah Swt.”

    Keutamaan Mengamalkan Doa Sujud

    1. Menghapus dosa besar dan kecil.
      Doa ini mencakup seluruh jenis dosa, menjadi bentuk istighfar yang sangat lengkap.

    2. Mendekatkan diri pada Allah Swt.
      Saat bersujud, posisi kita paling rendah di bumi namun justru paling tinggi di sisi Allah.

    3. Menumbuhkan rasa rendah hati dan keikhlasan.
      Sujud dengan hati yang tulus akan membersihkan jiwa dari kesombongan dan rasa angkuh.

    Rendahkan Diri, Maka Allah Akan Tinggikan Derajatmu

    Sujud bukan hanya gerakan ibadah, tetapi juga pintu menuju pengampunan dan kedekatan spiritual dengan Allah Swt.
    Dengan membiasakan membaca doa sujud yang diajarkan Rasulullah Saw. ini, semoga setiap sujud kita menjadi penghapus dosa dan pembuka jalan menuju ridha-Nya.

    “Barang siapa merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya.”
    (HR. Muslim)

    Yuk, hafalkan dan amalkan doa ini setiap kali bersujud. Semoga Allah selalu melimpahkan ampunan dan rahmat-Nya untuk kita semua.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Doa Sujud Indah Penggugur Dosa – Dosa Besar, Hapalkan dan Amalkan!

  • Jurnalistik di Era Digital dan Pandemi Hoak, Simak Penjelasan Ali Arifin

    Jurnalistik di Era Digital dan Pandemi Hoak, Simak Penjelasan Ali Arifin

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Wartawan wajib berpikir kritis, cerdas, dan cepat dalam hal menganalisa berbagai isu dan fenomena di masyarakat.

    Kasus Tran7 yang bikin heboh kalangan santri, kiai, ulama, dan pesantren di Indonesia adalah salah satu kebebasan pers yang kebablasan.

    “Kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum atau di masyarakat luas (by media mainstream, TV, situs media online, radio, dll) berdasarkan fakta-fakta, termasuk video dan foto-foto, tidak boleh serta merta ditayangkan atau di uopload di media mainstream,” kata Ali Arifin, pimred nujateng.com.

    “Dalam kasus ini, peran pemimpin redaksi atau pimred sangat penting. Sebab, pimred bisa meng-embargo artikel, berita, tayangan, atau features atau apapun produk wartawan untuk tidak tayang karena berbagai pertimbangan dan kebijakan,” tambahnya.

    Wartawan atau awak media, kata Ali, harus bijak menyikapi berbagai fenomena dan isu-isu sensitif di masyarakat.

    “Wartawan dituntut bijak dan berpikir dan bertindak. Kalau ada isu langsung ditayangkan di medianya tanpa tabayyun atau konfirmasi kebenaran berita tersebut, dan ternyata berita itu hoak, tentu sangat berbahaya.”

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Tahun 2025, perwakilan siswa SMK/MA/SMA se Kabupaten Banjarnegara sebanyak 116 siswa perwakilan SMA/SMA/ dan MA se Banjarnegara mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik di Aula SMAN 1 Banjarnegara, Senin, 27/20/2025.

    Sunarti, ketua panitai menyatakan bahwa kegiatan itu bertema “Jurnalistik di Era Digital: Gerakan Menulis di Media dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045”.

    Yang membuat panitia bangga, selain animo peserta yang tinggi, juga  saat latihan jurnalitik berlangsung, animo peserta menayakan banyak hal kepada pembicara sangat tinggi.

    Hampir setengah sesi mulai pagi hingga pukul 14.00 keinginan peserta mencari tahu tentang banyak hal terkait jurnalistik sangat banyak.

    “Pemateri sampai membatasi siswa yang bertanya. Sebab, saat ditanya pemateri, siapa yang mau bertanya? Yang angkat tangan hampir seperempat dari jumlah peserta yang berjumlah 116 siswa,” jelas Sunarti.

    “Ini sungguh luar biasa dan perlu ditindaklanjuti. Karena para siwa rupanya mendapatkan sesuatu yang berbeda dan menarik dari  pemateri, baik terkait perjalanan jurnalistik dan seputar dunia jurnalistik.”

    Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta khususnya tim jurnalistik SMK/SMA/MA dapat meningkatkan kemampuan menulis, berpikir kritis, serta menjadi generasi muda yang kreatif dan berintegritas dalam menyebarkan informasi positif.***

    (Zulkarnain surya saputra/SMKN 1 Susukan)

  • Gus Baha: Selagi Masih Bisa, Bacalah Doa Ini Dalam Sholatmu! Agar Hati Tenang dan Tak Was-was

    Gus Baha: Selagi Masih Bisa, Bacalah Doa Ini Dalam Sholatmu! Agar Hati Tenang dan Tak Was-was

    NUJATENG.COM – Sholat adalah tiang agama dan rukun Islam kedua setelah syahadat. Kewajiban ini harus dijalankan oleh setiap muslim yang telah baligh dan berakal. Rasulullah Saw. bahkan mencontohkan tata cara sholat secara rinci, dari takbir pertama hingga salam terakhir, menunjukkan betapa agung dan pentingnya ibadah sholat dalam kehidupan umat Islam.

    Sholat bukan hanya kewajiban, tetapi juga momen komunikasi langsung antara hamba dengan Allah Swt. Dalam setiap gerak dan bacaan, terdapat zikir dan doa yang menumbuhkan ketenangan hati serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

    Makna Sholat Sebagai Tiang Agama

    Sebagai ibadah wajib, sholat menjadi amalan pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Karena itu, melaksanakan sholat dengan penuh kekhusyukan dan mengikuti sunnah Rasulullah Saw. merupakan hal yang sangat dianjurkan.

    Selain bacaan wajib seperti Al-Fatihah, ruku’, dan sujud, dalam sholat juga terdapat bacaan sunnah yang sangat dianjurkan dibaca, salah satunya adalah doa iftitah.

    Pesan Gus Baha Tentang Doa Iftitah

    Dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube Catur Luhur, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang dikenal sebagai Gus Baha, menegaskan pentingnya membaca doa iftitah saat sholat, meski hukumnya tidak wajib.

    “Doa iftitah dalam sholat itu tidak wajib, tetapi kalau ada kesempatan bacalah!” ujar Gus Baha.
    “Karena tidak ada riwayat ulama yang meninggalkan doa iftitah, meskipun sedikit.”

    Doa iftitah memiliki makna mendalam, terutama pada bagian:

    “Inna sholaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin”

    Artinya: “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

    Filosofi Doa Iftitah: Jalan Menuju Surga

    Menurut Gus Baha, doa iftitah bukan sekadar pengantar dalam sholat, tetapi memiliki filosofi spiritual yang tinggi. Kalimat tersebut mengandung penyerahan total seorang hamba kepada Tuhannya — baik dalam ibadah, kehidupan, maupun kematian.

    “Terdapat makna filosofi dalam doa iftitah yang dapat mengantarkan seseorang ahli sholat ke surga,” ujar Gus Baha.

    Orang yang istiqamah membaca doa iftitah dalam setiap sholat, kata Gus Baha, termasuk golongan orang yang beruntung. Sebab, ketulusan dalam doa tersebut membuka pintu keberkahan dan ketenangan hati.

    Agar Tidak Was-Was Dalam Sholat

    Rasa was-was saat sholat sering kali menjadi gangguan bagi banyak orang. Pikiran melayang, ragu apakah bacaan sudah benar, atau perasaan sholat belum sempurna. Gus Baha mengingatkan bahwa rasa was-was adalah bisikan setan yang ingin menggoyahkan kekhusyukan umat Islam.

    Dengan membaca doa iftitah secara istiqamah, seorang muslim bisa menenangkan hatinya dan mengusir gangguan pikiran yang membuatnya tidak fokus.

    “Jika kita tidak meninggalkan doa iftitah dalam sholat, tidak perlu was-was. Sebab, was-was itu bisikan setan,” tegas Gus Baha.

    Amalan Kecil, Pahala Besar

    Doa iftitah memang sunnah, tetapi bagi Gus Baha, menjaganya adalah bentuk cinta kepada sunnah Rasulullah Saw. dan wujud penghormatan terhadap ibadah sholat itu sendiri.

    Meski singkat, doa ini bisa menjadi pembuka kekhusyukan dan penolak was-was dalam ibadah. Semoga setiap muslim mampu istiqamah membacanya, agar sholat kita semakin sempurna dan diterima oleh Allah Swt.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Gus Baha: Selagi Ada Kesempatan Bacalah Doa Ini Dalam Sholatmu! agar Tidak Was – was

  • MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMA/SMK/MA Kab. Banjarnegara Gelar Pelatihan Jurnalistik Untuk Siswa

    BANJARNEGARA – nujateng.com –, 27 Oktober 2025 di aula SMAN 1 Banjarnegara baru-baru ini mengadakan kegiatan pelatihan jurnalistik yang diikuti oleh 116 siswa dari jenjang SMA/SMK/MA Kab. Banjarnegara. Pelatihan ini menghadirkan narasumber profesional, Bapak Ali Arifin, yang memiliki pengalaman luas di bidang jurnalistik.

    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis berita, melakukan wawancara, dan mengedit artikel. Dengan adanya pelatihan ini, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan jurnalistik mereka dan menjadi generasi penerus yang berkompeten di bidang media.

    “Pelatihan jurnalistik ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai siswa yang ingin menjadi CEO, wartawan, dan  pengusaha di masa depan dan juga bisa sebagai pengalaman pribadi” kata MC

    Bapak Ali Arifin sebagai narasumber menyampaikan materi tentang teknik penulisan berita yang wajib ada unsur 5W+1H, wawancara, dan editing. Ia juga berbagi pengalaman dan tips dalam menjadi jurnalis profesional.

    “Jurnalistik bukan hanya tentang menulis, tapi juga tentang memahami dan menyampaikan informasi dengan akurat dan objektif,” ujar Bapak Ali Arifin.

    Dengan pelatihan ini, SMAN 1 Banjarnegara berharap dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang jurnalistik dan membentuk generasi penerus yang berkompeten dan berintegritas.

    (Wilda/SMA N1 Sigaluh Banjarnegara)

  • Semarak dalam memperingati bulan bahasa 2025 dalam rangka pelatihan jurnalistik

    Pada hari senin 27 Oktober tahun 2026 diadakan pelatihan jurnalistik Bangi siswa siswi SMA SMK da ma yang dilaksanakan di SMA negeri 1 Banjarnegara

        Pada acara ini seluruh siswa siswi yang mengikutinya akan di jelaskan sekilas mengenai jurnalistik oleh MGMP bahasa Indonesia yang bertemakan “jurnalistik di era digital : gerakan menulis di media dalam rangka menyosong Indonesia emas2045″ 

       Dalam acara ini pemateri Tidak hanya memperkenalkan apa itu jurnalistik tapi juga mempraktikkan bagaimana car menjadi jurnalis yang baik dan benar

    Bintang purnama Dhika ramadhan

    SMA muhamadiyah 1 Banjarnegara

  • Songsong Generasi Emas 2045 MGMP Bahasa Indonesia SMA Banjarnegara Gelar Dikat Jurnalistik

    Songsong Generasi Emas 2045 MGMP Bahasa Indonesia SMA Banjarnegara Gelar Dikat Jurnalistik

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Seratus enam belas (116) siswa perwakilan SMA/SMK/MA di Kabupaten Banjarnegara mengikuti kegiatan Pelatihan Jurnalistik di Aula SMA Negeri 1 Banjarnegara.

    Kegiatan yang digelar oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA se Banjarnegara itu mengangkat tema “Jurnalistik di Era Digital, Gerakan Menulis di Media Dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045”.

    Tampil sebagai narasumber tunggal, Ali Arifin, pimpinan redaksi nujateng.com, portalpekalongan.com dan banjarenagaraku.com.
    Sementara itu Ali Arifin menegaskan pentingnya 5 W + 1 H dalam membuat berita. Berita apa saja bentuknya, terutama straight news atau berita langsung.

    “Konsep dasar jurnalistik dalam pembuatan yaitu 5W+1 H yaitu What (Apa), Who (siapa), Where (di mana), When (kapan), dan Why (mengapa)) ditambah How (bagaimana). Jangan sampai pembaca berita bertanya kapan kejadiannya? siapa yang ngomong?” kata Ali Arifin, saat menjadi pemateri Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Tahun 2025.

    Lebih jauh Ali Arifin menambahkan bahwa mengapa setiap berita harus memenuhi kaidah baku 5 W + 1 H, karena publik pembaca (situs online, dot com), pemirsa (tv) dll ingin mendapatkan informasi yang lengkap.

    “Mereka akan sangat respek kepada media yang bisa menampilkan berita lengkap 5W + 1 H. Mereka tidak lagi mengernyitkan dahi atau mengeluh, dan bergumam: berita tidak lengkap gini kok disajikan di media mainstream. Jangan sampai pembaca atau pemirsa televisi kurang puas karena penyajian sebuah berita tidak lengkap.”

    Ali Arifin juga menjelaskan konsep dasar jurnalistik. Wartawan harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Memahami teori jurnalistik, produk-produk jurnalistik, bentuk-bentuk berita, struktur redaksi dan sebagainya.

    “Tak hanya itu, skill atau kemampuan menulis berita, mencari angle yang menarik, menguasai teknik repotase, hingga penggunaan atau pemilihan bahasa yang baik sesuai standar Bahasa Indonesia Baku. Adapun definisi jurnalistik yaitu serangkaian aktivitas untuk menyebarluaskan informasi melalui media (cetak, elektronik, cyber) dengan mendasarkan kaidah bahasa dan kode etik jurnalistik,” ujarnya.

    Tingkatkan Kompetensi

    Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Banjarnegara yang juga Kepala SMNAN 1 Banjarnegara Sudarto SPd MM saat membuka acara berharap muncul bibit bibit unggul jurnalis dari kegiatan ini.

    “Tujuan lain adalah mengasah dan menambah pengetahuan serta skill menulis para siswa peserta. Saya berharap ke depan beberapa di antara mereka tampil sebagai pemimpin redaksi media online nasional, media televisi berita nasional, media radio nasional atau bahkan internasional, seperti RRI dan BBC,” harapnya.

    Sudarto saat pidato pembukaan menyatakan bahwa kegiatan yang digelar oleh MGMP Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA Kabupaten Banjarnegara itu sangat penting bagi peserta.

    “Kami harapkan kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan peserta dalam hal menulis. Terlebih tema kegiatan adalah ‘Jurnalistik di Era Digital Gerakan Menulis di Media dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045.’ Sehingga kami harap dari kegiatan ini muncul bibit-bibit unggul di dunia jurnalistik di masa depan,” katanya.

    Sementara itu Sunarti, ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan yang digelar di aula SMAN 1 Banjarnegara, Senin 27/10/2025 tersebut diikuti 116 siswa dari perwakilan SMA, SMK, dan MA se Kabupaten Banjarnegara.

    “Kami tidak menyangka peserta diklat jurnalistik sehari ini ternyata cukup membeludak. Dan, saat kegiatan banyak yang mengangkat tangan ingin bertanya kepada narasumber tentang banyak hal. Baik tentang jurnalistik dengan segala pernik-perniknya, serta tentang perjalanan karir di bidang jurnalistik pembicaranya,” kata Sunarti, guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Banjarnegara.

    Menurut Sunarti, anak-anak sangat ingin tahu tidah hanya pengertian dari jurnalistik yaitu aktivitas untuk mengolah, mengumpulkan, menyajikan menulis, mempertanyakan, dan memberitakan sebuah informasi yang ada di dunia ini namun hal lain terkait dunia jurnalistik yang ternyata sangfat luas.***

    (Chelsea Nindy Pramudita – SMA Negeri 1 Purwareja Klampok)

  • Pentingnya 5 W + 1 H, Jangan Ada Pembaca Bertanya: Kapan Kejadiannya? Siapa Yang Ngomong?

    Pentingnya 5 W + 1 H, Jangan Ada Pembaca Bertanya: Kapan Kejadiannya? Siapa Yang Ngomong?

    BANJARNEGARA – nujateng.com –  Pentingnya 5 W + 1 H  dalam membuat berita. Beroita apa saja bentuknya, terutama straight news atau berita langsung.

    “Konsep dasar jurnalistik dalam pembuatan yaitu 5W+1 H yaitu What (Apa), Who (siapa), Where (di mana), When (kapan), dan Why (mengapa)) ditambah How (bagaimana). Jangan sampai pembaca berita bertanya kapan kejadiannya? siapa yang ngomong?” kata Ali Arifin, pimred nujateng.com saat menjadi pemateri Kegiatan Pelatihan  Jurnalistik dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Tahun 2025.

    Lebih jauh Ali Arifin menambahkan bahwa mengapa setiap berita harus memenuhi kaidah baku 5 W + 1 H, karena publik pembaca (situs online, dot com), pemirsa (tv) dll ingin mendapatkan informasi yang lengkap.

    “Mereka akan sangat respek kepada media yang bisa menampilkan berita lengkap 5W + 1 H. Mereka tidak lagi mengernyitkan dahi atau mengeluh, dan bergumam: berita tidak lengkap gini kok disajikan di media mainstream. Jangan sampai pembaca atau pemirsa televisi kurang puas karena penyajian sebuah berita tidak lengkap.”

    Ali Arifin juga menjelaskan konsep dasar jurnalistik. Wartawan harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas.  Memahami teori jurnalistik, produk-produk jurnalistik, bentuk-bentuk berita, struktur redaksi dan sebagainya.

    “Tak hanya itu, skill atau kemampuan menulis berita, mencari angle yang menarik, menguasai teknik repotase, hingga penggunaan atau pemilihan bahasa yang baik sesuai standar Bahasa Indonesia Baku. Adapun definisi jurnalistik yaitu serangkaian aktivitas untuk menyebarluaskan informasi melalui media (cetak, elektronik, cyber) dengan mendasarkan kaidah bahasa dan kode etik jurnalistik,” ujarnya.

    Tingkatkan Kompetensi

    Kepala SMAN 1 Banjarnegara Sudarto SPd MM saat pidato pembukaan menyatakan bahwa kegiatan yang digelar oleh MGMP Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA Kabupaten Banjarnegara itu sangat penting bagi peserta.

    “Kami harapkan kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan peserta dalam hal menulis. Terlebih tema kegiatan adalah ‘Jurnalistik di Era Digital Gerakan Menulis di Media dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045.’ Sehingga kami harap dari kegiatan ini muncul bibit-bibit unggul di dunia jurnalistik di masa depan,” katanya.

    Sementara itu Sunarti,  ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan yang digelar di aula SMAN 1 Banjarnegara, Senin 27/10/2025 tersebut diikuti 116 siswa dari perwakilan SMA, SMK, dan MA se Kabupaten Banjarnegara.

    “Kami tidak menyangka peserta diklat jurnalistik sehari ini ternyata cukup membeludak. Dan, saat kegiatan banyak yang mengangkat tangan ingin bertanya kepada narasumber tentang banyak hal. Baik tentang jurnalistik dengan segala pernik-perniknya, serta tentang perjalanan karir di bidang jurnalistik pembicaranya,” kata Sunarti, guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Banjarnegara.

    Menurut Sunarti, anak-anak sangat ingin tahu tidah hanya pengertian dari jurnalistik yaitu aktivitas untuk mengolah, mengumpulkan, menyajikan menulis, mempertanyakan, dan memberitakan sebuah informasi yang ada di dunia ini namun hal lain terkait dunia jurnalistik yang ternyata sangfat luas.***

    (Hizkia Sembiring/SMK HKTI 2 Purwareja Klampok)

  • MGMP Bahasa Indonesia Banjarnegara Adakan Pelatihan Jurnalistik untuk siswa SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Banjarnegara

    MGMP Bahasa Indonesia Banjarnegara Adakan Pelatihan Jurnalistik untuk siswa SMA/SMK/MA Se-Kabupaten Banjarnegara

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Suasana Aula SMAN 1 Banjarnegara tampak semarak pada Senin pagi, 27 Oktober 2025. Ratusan siswa SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Banjarnegara berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Indonesia Banjarnegara.

    Dengan mengusung tema “Jurnalistik di Era Digital: Gerakan Menulis di Media Sosial dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2046”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk belajar menulis dan memahami dunia jurnalistik di era digital.

    Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan hangat dari Bu Sunarti, Ketua MGMP Bahasa Indonesia Banjarnegara. Suasana semakin khidmat saat Pak Sudarto, S.Pd., M.M., Ketua MKKS sekaligus Kepala SMAN 1 Banjarnegara, membuka kegiatan secara resmi.

    Selain itu, peserta juga mendapat sosialisasi dari Pak Karsino, Ketua Yayasan Garda Wasana Merah Putih, yang membawakan materi MBG dengan penuh semangat. Di akhir acara, peserta diajak menyelami dunia jurnalistik melalui sesi materi dan diskusi interaktif.

    Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari itu meninggalkan kesan mendalam. Banyak peserta merasa termotivasi untuk mulai menulis dan berbagi gagasan positif di media sosial, sebagai langkah kecil menuju generasi literat Indonesia Emas 2045.

    (Bella Arida Pertiwi / SMA Negeri 1 Banjarnegara)

  • Jangan Sepelekan Doa Bersama! Ini Rahasia Dahsyatnya Menurut Ustadz Abdul Somad

    Jangan Sepelekan Doa Bersama! Ini Rahasia Dahsyatnya Menurut Ustadz Abdul Somad

    NUJATENG.COM – Doa adalah senjata paling ampuh seorang mukmin. Melalui doa, seorang hamba menyampaikan harapannya kepada Sang Pencipta, memohon petunjuk, pertolongan, dan kebaikan dalam hidup. Namun, tahukah Anda bahwa berdoa secara bersama-sama memiliki keutamaan yang luar biasa?

    Dalam salah satu ceramahnya yang diunggah di akun TikTok resmi Ustadz Abdul Somad (UAS), beliau menegaskan bahwa doa berjamaah lebih mudah dikabulkan oleh Allah Swt.

    “Kalau kita berdoa itu bersama-sama, kita tidak tahu entah dari mulut yang mana doa itu mengetuk pintu langit,” ujar UAS.

    UAS menambahkan, mungkin saja ada di antara jamaah yang hatinya sangat tulus sehingga doanya langsung diijabah oleh Allah.

    “Boleh jadi ustadz di depan ini tidak ikhlas, tapi ada ibu di belakang sana, ibu rumah tangga biasa, tapi hatinya tulus ikhlas,” tambahnya.

    Mengapa Doa Bersama Lebih Mudah Dikabulkan?

    Dalam pandangan Islam, doa bukan sekadar ucapan lisan, melainkan tanda ketundukan dan keimanan seorang hamba kepada Allah Swt. Ketika doa dilakukan secara berjamaah, maka semakin banyak pula hati yang bersatu dalam keikhlasan.

    Semakin banyak orang yang mengaminkan doa, semakin besar peluang doa itu menembus langit dan dikabulkan. Doa bersama menciptakan getaran spiritual yang kuat, karena setiap hati yang ikhlas berperan menjadi perantara turunnya rahmat Allah.

    Adab dan Sikap Saat Berdoa

    Ustadz Abdul Somad juga mengingatkan pentingnya adab berdoa. Seorang muslim harus memperhatikan tata cara dan etika saat memanjatkan doa, di antaranya:

    • Menyebut nama Allah dengan penuh hormat.

    • Mengangkat tangan dengan rendah hati.

    • Menutup doa dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw.

    • Berprasangka baik kepada Allah, yakin bahwa setiap doa akan didengar dan dijawab.

    Allah Swt telah berfirman dalam Al-Qur’an:

    “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)

    Tiga Kemungkinan Doa Dikabulkan Menurut UAS

    Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa setiap doa pasti dikabulkan, hanya saja dalam bentuk dan waktu yang berbeda. Ada tiga kemungkinan besar yang bisa terjadi:

    1. Doa Langsung Dikabulkan

    Ini adalah bentuk ijabah tercepat. Allah mengabulkan doa seorang hamba dalam waktu dekat setelah ia memanjatkannya. Misalnya, seseorang berdoa memohon kesembuhan dan tak lama kemudian ia sembuh.

    “Banyak yang menyangka doa yang paling cepat dikabulkan itu doa makan,” ujar UAS sambil tersenyum.
    Padahal, Allah mengabulkan setiap doa, besar atau kecil, sesuai janji-Nya.

    2. Doa Ditunda Sampai Waktu Terbaik

    Tidak semua doa dikabulkan seketika. Kadang, Allah menunda pengabulannya hingga waktu yang paling tepat bagi hamba tersebut.
    Contohnya, seorang anak berdoa ingin punya mobil saat masih kecil. Tentu tidak langsung diberikan. Namun bertahun kemudian, ketika ia sudah dewasa dan siap, Allah mengabulkannya di waktu yang lebih layak.

    “Terkadang sesuatu yang baru terjadi hari ini, ternyata adalah doa yang dipanjatkan bertahun-tahun lalu,” kata UAS.

    3. Doa Diganti dengan yang Lebih Baik

    Kemungkinan terakhir, Allah mengganti doa itu dengan hal yang lebih bermanfaat dan sesuai kebutuhan hamba-Nya.
    UAS mencontohkan seorang petani yang berdoa ingin mobil sedan, namun akhirnya diberi mobil pick up oleh Allah.

    “Ternyata, yang lebih dibutuhkan bukan sedan, tapi mobil untuk mengangkut hasil panen,” jelasnya.
    Inilah bentuk kasih sayang Allah: tidak selalu memberi apa yang kita mau, tapi memberikan apa yang kita butuhkan.

    Doa Tak Pernah Sia-Sia

    Ustadz Abdul Somad menegaskan, meski doa tampak belum dikabulkan di dunia, Allah pasti membalasnya di akhirat. Doa adalah ibadah yang tak pernah sia-sia. Setiap ucapan yang keluar dari hati tulus akan dicatat sebagai pahala dan menjadi tabungan kebaikan.

    Oleh karena itu, jangan remehkan doa bersama. Bisa jadi, di antara ratusan suara yang melantunkan permohonan, ada satu hati yang tulus yang mampu mengetuk pintu langit dan membawa berkah bagi semuanya.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Jangan Remehkan Doa Bersama, Ini Manfaatnya Menurut Ustadz Abdul Somad