KH Zainal Musthafa: Kiai Singaparna yang Menyalakan Api Jihad, Ketika Santri Mengguncang Penjajah Jepang!
NUJATENG.COM – Lahir pada 1 Januari 1899 di Tasikmalaya, Jawa Barat, KH Zainal Musthafa tumbuh dalam suasana penjajahan yang keras dan menindas. Sejak muda, ia menempuh pendidikan di berbagai pesantren dan dikenal sebagai santri yang cerdas, disiplin, serta teguh pendirian.
Namun, kecerdasannya tidak hanya berhenti pada penguasaan ilmu agama. KH Zainal Musthafa memiliki pandangan nasionalis yang kuat. Ia percaya bahwa membela tanah air dari penjajahan bukan sekadar tindakan politik, melainkan bagian dari jihad fi sabilillah.
Semangat itu yang kemudian mendorongnya untuk tidak hanya berdakwah dari mimbar, tetapi juga turun langsung dalam perjuangan membela kebenaran dan kemerdekaan bangsa.
Pemberontakan Singaparna: Saat Santri Angkat Senjata Melawan Jepang
Ketika Jepang menduduki Indonesia, rakyat dipaksa tunduk dan mematuhi kebijakan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Salah satunya adalah seikerei, ritual penghormatan kepada Kaisar Jepang yang diwajibkan bagi seluruh rakyat.
Namun, KH Zainal Musthafa dengan tegas menolak perintah itu. Baginya, sujud kepada selain Allah adalah bentuk kemusyrikan yang tidak bisa diterima. Penolakannya membuat Jepang murka tetapi sang kiai tidak gentar. Ia justru mengobarkan semangat perlawanan dari Pesantren Sukamanah, Singaparna.
Perlawanan 25 Februari 1944: Santri Melawan dengan Iman dan Nyali
Pada 25 Februari 1944, KH Zainal Musthafa bersama para santri dan masyarakat sekitar memimpin perlawanan bersenjata melawan tentara Jepang. Meski kekuatan mereka jauh lebih kecil dibanding pasukan Jepang yang bersenjata lengkap, keberanian para santri Sukamanah menggetarkan seluruh Jawa Barat.
Perlawanan itu akhirnya berhasil dipadamkan. KH Zainal Musthafa ditangkap, disiksa, dan akhirnya dijatuhi hukuman mati. Namun, semangat jihadnya tidak pernah padam. Pemberontakan Singaparna tercatat dalam sejarah sebagai simbol keberanian ulama dan santri dalam menegakkan kehormatan agama serta bangsa.
Kiai yang Tak Takut Mati Demi Tauhid dan Kebenaran
KH Zainal Musthafa adalah sosok yang meyakini bahwa dakwah tidak berhenti di balik kitab dan podium. Ia menjadikan ajaran Islam sebagai dasar perlawanan terhadap ketidakadilan dan penindasan. Keteguhannya dalam mempertahankan tauhid membuatnya dihormati bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga oleh para pejuang kemerdekaan lintas golongan.
Selain dikenal sebagai pejuang bersenjata, KH Zainal Musthafa juga berkiprah dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Ia pernah menjabat sebagai Wakil Rais Syuriyah NU, memperlihatkan kiprah intelektual dan spiritual yang melengkapi perjuangan fisiknya.
Teladan Keberanian dari Tanah Santri
Bagi rakyat Tasikmalaya dan dunia pesantren, KH Zainal Musthafa adalah teladan tentang keberanian sejati. Ia lebih memilih mati dengan terhormat di jalan Allah daripada hidup dalam ketundukan terhadap penjajah. Semangatnya menjadi api perjuangan yang terus menyala di hati para santri dan umat Islam Indonesia hingga kini.
Pahlawan Nasional dari Tanah Singaparna
Atas jasa dan pengorbanannya, KH Zainal Musthafa ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 1972 melalui Keputusan Presiden Nomor 64/TK/1972. Penghargaan tersebut bukan sekadar simbol formal, tetapi pengakuan atas keberanian seorang ulama yang menjadikan iman sebagai kekuatan melawan tirani.
Nama KH Zainal Musthafa kini diabadikan di berbagai tempat dari pesantren, jalan raya, hingga museum perjuangan. Namun, lebih dari itu, warisan sejatinya hidup di dada para santri yang terus meneladani jihad tanpa pamrih demi agama dan bangsa.
Jihad yang Tak Pernah Padam
KH Zainal Musthafa adalah potret ulama pejuang sejati. Ia mengajarkan bahwa jihad tidak hanya berarti mengangkat senjata, tetapi juga menegakkan prinsip kebenaran dan keadilan meski harus berhadapan dengan maut.
Dari tanah Singaparna, semangat jihad KH Zainal Musthafa membara hingga kini menginspirasi generasi muda untuk mencintai agama, bangsa, dan kemerdekaan dengan keberanian dan keikhlasan yang sama.***
Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: KH Zainal Musthafa: Kiai Singaparna yang Guncang Penjajah, Api Jihad dari Tanah Tasikmalaya!
