Azizah dan Rizal Wakili Banjarnegara Raih Juara Harapan 2 pada Internalisasi Sejarah dan Budaya Kabupaten Semarang
Banjarnegara – nujateng.com – Perwakilan Banjarnegara, Azizah Khoirunnisa Qurrotul’ain dari SMA Negeri 1 Banjarnegara dan Ilham Syafrizal Pratama dari SMK Negeri 2 Bawang, berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam Kegiatan Internalisasi Sejarah dan Budaya Kabupaten Semarang, yang digelar pada 9–11 September 2025 di The Wujil Resort & Conventions, Ungaran. Prestasi ini menegaskan kemampuan generasi muda Banjarnegara dalam memahami dan melestarikan nilai sejarah serta budaya lokal.
Kegiatan ini diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan kegiatan adalah menanamkan nilai sejarah dan budaya, sekaligus mengembangkan kreativitas, kemampuan kerja sama, dan kompetensi berpikir kritis peserta.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan resmi, termasuk penyanyian lagu Indonesia Raya, Tari Gambyong dan Tari Prajuritan, serta sambutan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. Suasana formal namun hangat ini memotivasi seluruh peserta untuk mengikuti sesi materi dengan antusias.
Materi pertama, “Menyelami Tradisi dan Budaya Jawa di Desa Banyubiru”, dibawakan oleh Dr. Kuncoro Bayu Prasetyo, S.Ant., M.A., menekankan pelestarian tradisi lokal di tengah modernisasi. Azizah menyampaikan, “Saya merasa bangga dapat aktif bertanya dalam sesi ini karena jawaban yang diberikan memperluas wawasan kami tentang cara menjaga tradisi agar tetap hidup,” tuturnya.
Materi kedua, “Batu Bercerita, Air Mengalir: Pesan Lestari dari Candi Ngempon”, dibawakan Jujun Kurniawan, S.S., M.A., menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang mendalam melalui pahatan dan simbol candi. Rizal menambahkan, “Sesi ini sangat menarik karena saya seolah diajak berbicara langsung dengan sejarah melalui setiap pahatan candi,” ujarnya.
Materi terakhir, “Video Diary untuk Internalisasi Sejarah dan Budaya”, oleh Dr. Muhammad Zaman Fauzanul S.Ant., M.A., merupakan sesi praktik di mana peserta menyusun konsep video, membagi tugas, melakukan pengambilan gambar, dan menyunting hasil rekaman. Azizah bertugas sebagai voice over, sementara Rizal menjadi editor. Kolaborasi keduanya berjalan efektif dan menghasilkan karya yang berkualitas, yang kemudian dipresentasikan pada hari terakhir kegiatan.
Penutupan kegiatan diisi dengan penayangan hasil karya seluruh kelompok dan pentas seni. Prestasi Azizah dan Rizal menjadi kebanggaan Banjarnegara sekaligus bukti dedikasi dan profesionalisme para peserta. “Pengalaman ini sangat berharga bagi kami karena selain menambah ilmu, kami juga belajar bekerja sama dan menghargai budaya daerah lain,” tutur Azizah.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelestarian sejarah dan budaya dapat disampaikan secara kreatif dan interaktif, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda untuk terus berkarya dan membawa nama baik daerah.
Azizah Khoirunnisa Qurrotul’ain
SMA Negeri 1 Banjarnegara
