Author: Dwi Widiyastuti

  • Liga OSIS SMAN 1 Sigaluh: Ajang Kompetisi dan Kebersamaan

    BANJARNEGARA – nujateng.com – SMAN 1 Sigaluh setelah menjalani ujian akhir semester yang padat, OSIS dan MPK SMAN 1 Sigaluh mengadakan kegiatan perlombaan untuk keseruan, keakraban, dan kebersamaan. Salah satu kegiatan yang diadakan adalah Liga OSIS SMAN 1 Sigaluh, yang dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 16 Desember 2025.

    Acara Liga OSIS dibuka oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Sigaluh, Linovia Karmelita, S.Sos., M.Pd. Kegiatan ini bertujuan untuk melepas penat setelah satu semester belajar dan mengikuti ujian sekolah yang padat, serta mempererat hubungan antar siswa dan guru.

    Kegiatan Classmeting diisi dengan berbagai kegiatan seru seperti bola voli besar, sambung lirik lagu, dan kegiatan Ligos yang membuat suasana semakin meriah dan panas. Dengan adanya Ligos, siswa-siswi SMA Negeri 1 Sigaluh dapat menikmati waktu liburan yang menyenangkan dan berkesan.

    “Class Meeting ini diselenggarakan sebagai bentuk penyegaran bagi peserta didik setelah penatnya menjalani rangkaian ASAS yang padat selama dua minggu penuh,” kata Linovia Karmelita, S.Sos., M.Pd.

    Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta mempererat hubungan antarmurid melalui aktivitas yang positif dan menyenangkan. Seluruh kegiatan dirancang agar dapat melibatkan partisipasi aktif dari para murid serta dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kerjasama.

    Penutupan Liga OSIS dihadiri oleh Sekjen KONI yang membuat penutupan Ligos semakin meriah dan secara keseluruhan, Class Meeting tahun ini berlangsung dengan meriah, tertib, dan kondusif. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai perbedaan, serta tetap menjaga sikap sportif tanpa menjatuhkan sesama.

    Jurnalistik (SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara)

  • SMAN 1 Sigaluh Hadiri Bedah Buku dan Diskusi “Reset Indonesia”

    BANJARNEGARA – nujateng.com – SMAN 1 Sigaluh, SMAN 1 Purwareja Klampok, dan Komunitas diundang untuk menghadiri bedah buku dan diskusi dengan tema “Reset Indonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru” pada Sabtu, 13 Desember 2025. Acara ini diadakan oleh Kampung Ilmu Serayu Network dan menampilkan Maman, Ketua Kampung Ilmu, Farid Gaban, Jurnalis Senior, Dirut Yayasan Zambrud Katulistiwa, dan Benaya Harobu Jurnalis Gen Z.

    Buku “Reset Indonesia” yang dibedah dalam acara ini ditulis oleh 4 orang penulis, yaitu Farid Gaban, Dendhi, Yusuf, dan Benaya. Buku ini merupakan hasil dari ekspedisi Zambrud Katulistiwa yang dilakukan pada tahun 2009 oleh Dendhi Laksono dan Farid Gaban. Ekspedisi ini menggunakan motor bebek bekas dan berlangsung selama 364 hari, dengan tujuan merekam kondisi Indonesia dan mengangkat isu-isu lingkungan.

    Dalam diskusi, dibahas tentang permasalahan dasar di Indonesia, seperti pertanian, kelautan, dan kerusakan lingkungan. Masalah pertanian disebabkan oleh tekanan dari pemerintah dan pengambilan lahan oleh negara, sehingga lahan pertanian menyempit dan pertanian mundur. Masalah kelautan juga menjadi perhatian, dengan harga BBM yang naik dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

    Solusi yang ditawarkan adalah melestarikan alam dan melakukan kolaborasi antara petani dan nelayan. Data dari PPS menunjukkan bahwa hanya 1% tanah di Indonesia yang dikuasai oleh petani, sehingga perlu adanya perubahan dalam pengelolaan sumber daya alam.

    Acara ini juga menampilkan diskusi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan melakukan perubahan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik. SMAN 1 Sigaluh sangat mendukung acara ini dan berharap dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih baik untuk Indonesia.

    Jurnalistik (SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara)

  • Siswi SMAN 1 Sigaluh Raih Juara 3 di Kejuaraan PSHT se-Jateng-DIY

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Salah satu siswi SMAN 1 Sigaluh yang bernama Marya Nur Ulfa berhasil meraih Juara 3 Kelas C Putri Kategori Remaja dalam Kejuaraan PSHT se-Jateng-DIY yang digelar di GOR Tennis Indoor Banjarnegara pada 7-9 November 2025.

    Motivasi siswi tersebut adalah ingin mengetahui seberapa besar peningkatan performa dirinya. “Saya ingin tahu seberapa besar peningkatan performa saya setelah berlatih dengan sangat keras dan tekun,” ujarnya.

    Terdapat teman-teman Marya dan salah satu timnya yang terdiri dari kelas X dan XI, yang terdiri dari 3 orang siswi dan 7 orang siswa dari SMAN 1 Sigaluh. Marya menjelaskan bahwa dia sangat antusias terhadap pertandingan PSHT Cup se-Jateng-DIY ini karena dia sudah berlatih dengan sangat keras dan tekun.

    Pengalaman bertanding yang sudah cukup banyak membuat siswi tersebut tidak memiliki rasa takut saat akan bertanding. “Saya tidak memiliki rasa takut saat akan bertanding karena memang pengalaman saya sudah cukup banyak” katanya.

    Siswi tersebut juga memberikan motivasi kepada teman-teman yang baru ingin mengikuti pertandingan pencak silat. “Jangan takut, selalu memegang prinsip setiap usaha pasti ada hasil. Jika hasilnya belum memuaskan, berarti usahanya belum cukup, masih perlu ditingkatkan lagi. Dan juga, doa kepada Tuhan sangat penting untuk meyakinkan diri sendiri agar yakin dan tidak takut,” ujarnya.

    Wildha Khamelia (SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara)

  • Siswa SMAN 1 Sigaluh Raih Juara 3 di Kejuaraan PSHT se-Jateng-DIY

    BANJARNEGARA – nujateng.com – Rozi Bani Musyarof, siswa SMAN 1 Sigaluh, kembali membawa prestasi membanggakan di dunia olahraga pencak silat. Dalam ajang Kejuaraan PSHT se-Jateng-DIY yang digelar di GOR Tennis Indoor Banjarnegara pada 7-9 November 2025, ia berhasil meraih Juara 3 Kelas C Putra Kategori Remaja.

    Rozi menyampaikan harapannya agar pencak silat dapat berkembang pesat dan mampu menorehkan prestasi hingga tingkat Asia dan dunia. “Kejuaraan ini menjadi sebuah pengalaman yang berharga bagi saya. Saya berharap pencak silat dapat terus berkembang dan membawa prestasi bagi Indonesia” ujarnya.

    Rozi mengaku bahwa dalam perlombaan terakhir, saingan terbesarnya justru adalah rasa malas yang sering menghambat latihannya. Namun, ia berhasil melawan rasa malas tersebut dan berlatih dengan tekun.

    “Untuk mengatasi risiko cedera, saya selalu melakukan pemanasan, pendinginan, serta berlatih dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang terbaik,” tambah Rozi.

    Prestasi di Ajang Silat 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa jika seseorang telah memiliki suatu tekad dan semangat yang kuat, maka hasil yang didapat pun akan menjadi yang terbaik untuk bekal masa depannya.

    Dengan semangat, tekad, dan latihan yang konsisten, siswa-siswi SMAN 1 Sigaluh terus menunjukkan kemampuan terbaik mereka di arena olahraga bela diri tradisional Indonesia.

    Clarista Praselia Putri (SMAN 1 Sigaluh, Banjarnegara)

  • SODABITSKA SMAN 1 Purwareja Klampok Dukung Aksi Peduli Lingkungan Polres Banjarnegara

     

    Banjarnegara – nujateng.com, 17 Desember 2025 – SODABITSKA SMAN 1 Purwareja Klampok berkontribusi dalam kegiatan Polres Banjarnegara Peduli Lingkungan dalam rangka mengantisipasi bencana alam tanah longsor di daerah lahan kritis. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (17/12/2025) ini berlokasi di wilayah Perhutani Desa Sirkandi, Kecamatan Purwareja Klampok.

     

    Kegiatan penghijauan yang digelar oleh Polres Banjarnegara tersebut diikuti oleh unsur Forkopimcam Purwareja Klampok, di antaranya Kapolsek Purwareja Klampok, Danramil Purwareja Klampok, Kepala Desa Sirkandi, serta Perhutani Wilayah Berta. SODABITSKA SMAN 1 Purwareja Klampok turut berpartisipasi aktif sebagai bentuk kepedulian pelajar terhadap pelestarian lingkungan.

     

    Kapolsek Purwareja Klampok, Imam Sanyoto, S.Sos., M.M., selaku narasumber menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah preventif Polres Banjarnegara dalam mencegah terjadinya bencana alam, khususnya tanah longsor. “Kegiatan dari Polres Banjarnegara ini bertujuan untuk mencegah terjadinya longsor seperti yang pernah terjadi di daerah Situkung, Kecamatan Pandanarum” ujarnya.

     

    Partisipasi SODABITSKA dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata peran generasi muda dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Melalui kegiatan penghijauan ini, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keseimbangan alam, khususnya di wilayah rawan longsor.

     

    Melalui kegiatan Polres Banjarnegara Peduli Lingkungan, Polres Banjarnegara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan lingkungan hidup. Diharapkan melalui kegiatan ini masyarakat, dan pelajar mampu menciptakan lingkungan yang aman, lestari, dan berkelanjutan.

    (Celia Nada U. – Jurnalistik SMAN 1 Purwareja Klampok)

  • Komunitas Sodabitska dan GIGAS Gelar Aksi Konservasi Hutan Serentak di Dua Lokasi

     

     

    Wonosobo–Kebumen nujateng.com

    Dua komunitas pecinta alam, Sodabitska dan GIGAS, melaksanakan kegiatan konservasi hutan secara serentak di dua titik berbeda pada akhir pekan ini. Aksi bertema ‘Konservasi Hutan’ tersebut mencakup penanaman pohon dan kegiatan bersih gunung yang dilaksanakan di Gunung Kembang, Wonosobo, serta Telaga Cempaka, Kebumen.

     

    Di Gunung Kembang, Wonosobo, kegiatan dipimpin oleh komunitas Sodabitska. Para peserta melakukan penanaman berbagai jenis bibit pohon serta membersihkan jalur pendakian dari sampah. Kegiatan ini turut didampingi oleh para pembina Sodabitska, yakni Tangguh Wisnu Wijaya, S.Psi., dan Aditya Putera Andriyanto, S.Pd., yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam.

    Pada saat yang sama, komunitas GIGAS menggelar aksi serupa di Telaga Cempaka, Kebumen. Peserta melakukan pembersihan kawasan telaga dan penanaman pohon di area yang dinilai membutuhkan rehabilitasi. Kegiatan di dua daerah ini berjalan lancar dengan dukungan dari pemerintah desa setempat. Pemdes Desa Lengkong, Wonosobo, serta Pemdes Desa Somagede, Kebumen, memberikan dukungan fasilitas dan pendampingan teknis selama kegiatan berlangsung. Dukungan ini menjadi bentuk kolaborasi antara komunitas pecinta alam dan pemerintah desa dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pembina Sodabitska, Tangguh Wisnu Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi hutan.

    “Kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini, agar generasi muda memahami bahwa kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

     

    Aksi penanaman pohon dan bersih gunung ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan ekosistem di kedua lokasi. Penyelenggara berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin guna memperkuat upaya konservasi lingkungan di wilayah Jawa Tengah.

     

    Desviana Khairunnisa – Jurnalistik SMAN 1 Purwareja Klampok

  • Semangat One Goal One Energy, di Ajang ECLAVO SMANSAPERJAKA

    BANJARNEGARA – nujateng.com 8 Desember 2025 – SMA Negeri 1 Purwareja Klampok resmi membuka kegiatan Class Meeting Semester I setelah rangkaian ASAS selesai dilaksanakan. Kegiatan dibuka dengan apel pagi di lapangan upacara yang dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Syam Anwar T., S.Pd. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian Class Meeting.

    Usai apel, kemeriahan langsung berlanjut dengan pertandingan voli Extraordinary Class Meeting Voyage (ECLAVO) yang berlangsung di lapangan belakang sekolah mulai pukul 08.30 WIB. Pada laga pembuka, Zenora berhadapan dengan Aersi. Pertandingan kedua mempertemukan JJ FC melawan Valora pada pukul 10.00 WIB. Laga ketiga digelar pukul 12.30 WIB antara Blaaze dan Aries, sedangkan pertandingan terakhir mempertemukan Maksum VB dengan Polkades pada pukul 14.00 WIB. Sorakan para supporter dari masing-masing tim turut menambah semarak jalannya pertandingan.

    Selain cabang voli, Class Meeting juga diramaikan dengan penyisihan serentak e-sports Mobile Legends yang dipusatkan di ruang indoor. Turnamen ini menjadi salah satu daya tarik utama karena menguji kekompakan tim, strategi permainan, serta sportivitas siswa dalam suasana kompetitif.

    Salah satu siswa kelas XI, Chika, mengungkapkan bahwa Class Meeting semester ini terasa lebih seru dan berkesan. “Terutama dengan adanya lomba voli dan e-sports Mobile Legends. Kegiatan ini benar-benar menjadi pelepas penat setelah kami menjalani rangkaian ujian ASAS yang cukup melelahkan,” ujarnya.

    Dengan terselenggaranya berbagai cabang lomba tersebut, Class Meeting ECLAVO diharapkan mampu menjadi sarana hiburan, wadah pengembangan bakat, serta mempererat kebersamaan seluruh warga SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas dan solidaritas antarsiswa sesuai dengan tema “One Goal, One Energy.”

     

    Celia Nada U – Jurnalistik SMAN 1 Purwareja Klampok

  • Aksi Nyata PMR Wira SMA Negeri 1 Purwareja Klampok dalam Menggerakkan Nilai Kemanusiaan di Pandanarum

    Banjarnegara – nujateng.com

    6 Desember 2025 — Palang Merah Remaja (PMR) Wira SMA Negeri 1 Purwareja Klampok turut berpartisipasi dalam kegiatan tanggap darurat bencana tanah longsor di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara. Kegiatan kemanusiaan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi bentuk aksi nyata para anggota PMR dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

    Kegiatan dipimpin oleh pembina PMR, Runtut Setia Wardhani Hidayat, S.Pd., dengan PMI Kabupaten Banjarnegara sebagai penanggung jawab utama. Para anggota PMR juga mendapatkan pengarahan langsung dari pihak PMI, salah satunya dari Tri Setiadi, S.Pd., saat briefing di posko dapur umum relawan.

    Dalam arahannya, Tri menekankan pentingnya keselamatan selama bertugas mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berpotensi bergerak, terutama saat hujan.

    “Tanah di lokasi masih terus bergerak. Jika di atas hujan, kita balik kanan menepi. Utamakan keselamatan diri. Fokus tim adalah pembersihan sampah di sekitar rumah yang terdampak,” ujarnya.

    Cuaca sempat mendung dan dikhawatirkan turun hujan sehingga tim dialihkan ke gudang logistik. Di lokasi ini, anggota PMR membantu proses pengemasan kebutuhan dasar seperti telur, minyak, gula, mi instan, dan air mineral untuk kemudian didistribusikan kepada warga terdampak.

    Selaku pembina PMR, Runtut menyampaikan bahwa keterlibatan anggota PMR dalam kegiatan ini menjadi pengalaman penting dalam memahami aksi kemanusiaan secara langsung.

    “Kegiatan ini merupakan pembelajaran untuk membantu sesama berdasarkan nilai kemanusiaan dan solidaritas, mempraktikkan kesiap-siagaan, mendukung pemulihan pasca-bencana, serta mengembangkan diri melalui kegiatan sosial,” tuturnya.

    Melalui keterlibatan ini, diharapkan anggota PMR Wira SMA Negeri 1 Purwareja Klampok semakin memiliki kepedulian, empati, kreativitas dalam menghadapi situasi darurat, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Kehadiran PMR dalam aksi tanggap darurat ini menjadi bukti nyata peran generasi muda dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana sekaligus penerapan pendidikan karakter melalui aksi kemanusiaan.

    Chelsea Nindy Pramudita – SMA Negeri 1 Purwareja Klampok

  • Kontras Warning! Aksi Kamisan Disebut Benteng Terakhir Lawan Otoritarianisme Warisan Orde Baru

    Kontras Warning! Aksi Kamisan Disebut Benteng Terakhir Lawan Otoritarianisme Warisan Orde Baru

    Nujateng –   Di tengah situasi politik yang dianggap semakin repetitif terhadap pola kekuasaan masa lalu, KontraS kembali menegaskan bahwa Aksi Kamisan bukan sekadar ritual mingguan. Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan bahwa aksi diam berpayung hitam yang digelar setiap Kamis di depan Istana Negara itu merupakan bentuk nyata perlawanan terhadap jejak otoritarianisme yang masih bertahan dalam sistem pemerintahan Indonesia. Kontras Warning! Aksi Kamisan Disebut Benteng Terakhir Lawan Otoritarianisme Warisan Orde Baru Aksi Kamisan Jadi Simbol Perlawanan yang Tak Pernah Padam

    Kultur Impunitas Masih Kuat

    Dalam Aksi Kamisan ke-889, Kamis (4/12/2025), Dimas mengungkapkan bahwa kultur impunitas—yang lahir dari praktik kekuasaan otoriter—masih merajalela. Menurutnya, hal inilah yang membuat keluarga korban pelanggaran HAM berat terus menuntut pertanggungjawaban negara.

    “Ada ketidakadilan yang dirasakan oleh keluarga korban karena tidak adanya mekanisme hukum yang menghukum pelaku pelanggaran HAM,” tegasnya.
    “Sudah hampir dua tahun Prabowo menjadi Presiden, tetapi belum ada pejabat yang berani menyebut bahwa dia pelanggar HAM.”

    Baca Juga: Ketika UAS Melantunkan Sholawat Thohirul Qolbi di Alun Alun Banjarnegara…

    Pertanggungjawaban Tragedi 1998 Masih Mandek

    Dimas juga menyoroti mandeknya proses hukum terkait tragedi kemanusiaan 1998 dan berbagai pelanggaran HAM berat lainnya. Ia menyebut bahwa hingga kini belum ada langkah konkret untuk membuka kembali pertanggungjawaban pihak-pihak yang diduga terlibat.

    Spanduk Aksi Kamisan Masih Penuhi Wajah-Wajah yang Menunggu Keadilan

    Dalam aksi tersebut, peserta tetap membawa spanduk berisi foto para korban maupun individu yang diduga terlibat dalam kasus-kasus pelanggaran HAM.

    “Belum ada mekanisme hukum yang bisa menyentuh persoalan tanggung jawab atas tragedi 1998. Nama-nama itu masih terpampang jelas dalam spanduk Aksi Kamisan,” ujar Dimas.

    Gejala Otoritarian Dianggap Bangkit dalam Wajah Baru

    Dimas memperingatkan bahwa jika gejala otoritarianisme ini dibiarkan, Indonesia dapat kembali terseret dalam pola kekuasaan menyerupai era Orde Baru—bukan dalam bentuk sosok, tetapi dalam nilai-nilai dan praktik kekuasaannya.

    Baca Juga: Pelatihan Totok Punggung Dasar & Pendalaman Digelar di Semarang, Dibuka oleh Wakil Wali Kota

    “Hantu Orde Baru Masih Hidup”

    “Hari ini tak ada sosok Soeharto, tetapi nilai dan paradigma otoritarianisme ala Soeharto masih hidup dan dipertahankan oleh orang-orang berkuasa,” jelasnya.

    Anak Muda Menjadi Garda Moral

    Dalam orasinya, Dimas juga menekankan peran generasi muda sebagai kekuatan moral dalam menjaga demokrasi. Ia menyebut sejumlah aktivis seperti Deltia Dwi Anjani, Hanna Karen, Harits Anhar, Syahdan Husein, Muzaffar Salim, Laras Faizzaty, Dera, hingga tokoh HAM Munir dan Sam Umar, sebagai simbol keberanian melawan praktik kekuasaan represif.

    “Mereka punya keteguhan untuk berpihak pada yang tertindas dan menjaga ruang demokrasi,” kata Dimas, menutup orasinya.
    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: KontraS Warning! Aksi Kamisan Disebut Benteng Terakhir Lawan Otoritarianisme Warisan Orde Baru

  • LAZISNU PBNU Dirikan Dua Posko Darurat di Aceh Besar! Warga Terdampak Banjir Kini Dapat Bantuan Lebih Cepat

    LAZISNU PBNU Dirikan Dua Posko Darurat di Aceh Besar! Warga Terdampak Banjir Kini Dapat Bantuan Lebih Cepat

    Nujateng– Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah Sumatera mendorong LAZISNU PBNU bergerak cepat. Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama itu mendirikan dua posko utama di Aceh Besar untuk mempercepat penanganan korban dan distribusi bantuan.

    Posko Logistik Utama di Depan Kantor MUI Aceh

    Posko pertama berfungsi sebagai pusat logistik dan distribusi bantuan. Lokasinya berada di depan Kantor MUI Aceh, Jalan Soekarno-Hatta, Lampeuneurut, Tingkeum, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

    Di posko ini, berbagai bantuan—mulai dari paket makanan, air bersih, selimut, hingga kebutuhan dasar lain—dipersiapkan sebelum dikirim ke wilayah terdampak.

    Posko Informasi dan Koordinasi Relawan di Gedung PWNU Aceh

    Posko kedua menjadi pusat koordinasi relawan dari berbagai daerah. Lokasinya berada di Gedung PWNU Aceh, Jalan Mohd. Thahier Nomor 9, Komplek Dayah Thalibul Huda, Darul Imarah.

    Wakil Direktur Fundraising, Humas, dan IT NU Care–LAZISNU PBNU, Anik Rifkoh, memastikan bahwa tim pusat telah turun langsung.

    “Kami dari LAZISNU Pusat adalah tim pertama yang turun. Insyaallah akan ada tim berikutnya yang datang membantu,” ujarnya kepada NU Online, Kamis (4/12/2025).

    Baca Juga: Pelatihan Totok Punggung Dasar & Pendalaman Angkatan Kedua Resmi Dibuka, Hadirkan Banyak Kisah Inspiratif

    Relawan NU Peduli Kerahkan Bantuan untuk Daerah Terdampak

    NU Online juga menjumpai salah satu Relawan NU Peduli Aceh, Muhammad Idris, yang tengah mempersiapkan donasi pakaian. Bantuan berupa pakaian anak, dewasa, hingga lansia telah dihimpun dan akan dikirim ke beberapa wilayah paling terdampak seperti Pidie Jaya, Bireuen, dan sekitarnya.

    “Kami sortir dulu pakaian agar tepat sasaran untuk setiap daerah terdampak banjir,” jelas Idris.

    Masyarakat Bisa Menyalurkan Donasi Melalui Berbagai Kanal

    LAZISNU membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penggalangan bantuan. Donasi dapat disalurkan melalui:

    BCA 0683331926 (Yayasan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah NU)

    BSI 7779876777 (PP LAZIS NU Non Zakat)

    Website nucare.id

    Website filantropi.nu.or.id

    NU Online Super App, fitur Galang Dana Korban Bencana

    Baca Juga: Revitalisasi Paradigma: Menetapkan Penyalahgunaan Narkoba sebagai Isu Kesehatan Publik dan Urusan Administratif

    Korban Meninggal Tembus 836 Jiwa, BNPB Ungkap Kerusakan Fasilitas

    Situasi di lapangan masih sangat memprihatinkan. BNPB melaporkan bahwa 836 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

    Rincian Korban per Provinsi

    Aceh: 325 meninggal, 170 hilang

    Sumatera Utara: 311 meninggal

    Sumatera Barat: 200 meninggal

    Selain itu, 536 fasilitas umum, 25 fasilitas kesehatan, 326 fasilitas pendidikan, rumah ibadah, serta 295 jembatan dilaporkan rusak.

    Kondisi ini membuat keberadaan posko LAZISNU menjadi sangat vital untuk mendukung upaya penyelamatan dan pemulihan di wilayah terdampak

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: LAZISNU PBNU Dirikan Dua Posko Darurat di Aceh Besar! Warga Terdampak Banjir Kini Dapat Bantuan Lebih Cepat