1 min read

Siapa Bilang Santri Cuma Bisa Ngaji? Intip Skill Bisnis F&B ala Santri Yai Fadlolan

Santri Sedang Meracik Kreasi Minuman di Kafe The Santri PPFF Semarang

SEMARANG – Siapa sangka, di balik lantunan kitab suci, wajah pendidikan pesantren di Indonesia kini kian dinamis. Tak lagi hanya berkutat pada penguatan literasi kitab kuning dan akademik, Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang mulai berinovasi lewat program life skill manajerial bisnis culinary.

Melalui unit usaha “Cafe Santri” dan “Cafe Langit” yang ikonik dengan akulturasi budaya Arab-Tiongkok, para santri kelas XI dan XII MA Al-Musyaffa’ kini diterjunkan langsung untuk membedah dapur industri Food & Beverage (F&B).

Program ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan kurikulum life skill yang komprehensif. Santri belajar meracik kopi, jus, eksplorasi bumbu dapur untuk kreasi menu baru serta sistem pelayanan operasional kepada customer.

Uptown Light View Senja Dari Cafe Langit PPFF Semarang

Visi besar ini berakar dari restu dan cita-cita pengasuh pondok pesantren, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. Sosok yang akrab disapa Yai Fadlolan, Pengasuh Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang yang memiliki pandangan visioner terhadap masa depan santrinya.

“Saya selalu mendoakan agar santri-santri saya tidak hanya menjadi orang yang alim (berilmu), tetapi juga menjadi orang yang kaya. Kami ingin mereka tidak hanya bersiap menjadi pekerja, tetapi justru menjadi pencipta lapangan kerja bagi orang lain,” ujar DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc. MA.

Keberhasilan BUMP di PP Fadhlul Fadhlan yang mencakup berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, greenhouse, fashion, hingga tour & travel yang kini sukses menjadi kiblat pesantrenpreneur di Jawa Tengah membuktikan bahwa pesantren bisa menjadi motor penggerak ekonomi umat yang berdaya. (Laili Nailul Muna)***

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *