Di Balik Pakan dan Kandang, Ada Pelajaran tentang Masa Depan

NUJATENG.COM – SEMARANG – Pagi di sudut kandang sebuah pesantren di Kota Semarang selalu dimulai dengan langkah-langkah kecil para santri. Mereka datang bukan sekadar menjalani rutinitas, tetapi belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, dan makna bekerja dari kehidupan ternak yang mereka rawat setiap pekan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program life skill bagi santri kelas XI dan XII Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang. Melalui unit PPFF Farm, para santri terlibat langsung dalam perawatan kambing, ayam petelur dan pedaging, bebek, serta pengelolaan kolam bioflok berisi lele, nila, patin, hingga bawal.
Setiap pekan, santri bergiliran memberi pakan, membersihkan kandang, memantau kesehatan ternak, hingga memahami proses produksi hasil peternakan. Aktivitas sederhana ini menjadi ruang belajar nyata yang tidak selalu mereka temukan di ruang kelas.
“Awalnya saya takut pegang kambing. Tapi lama-lama jadi terbiasa, bahkan merasa senang karena belajar sabar dan telaten,” ujar salah satu santri kelas XI yang mengikuti program tersebut.
Program life skill di PPFF tidak hanya bertujuan memberi keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kemandirian. Pendampingan dilakukan langsung oleh pendiri dan pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. bersama tim pembina, sehingga nilai disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab tumbuh seiring proses belajar di lapangan.
Melalui pengalaman merawat ternak secara langsung, santri tidak hanya memahami proses produksi pangan, tetapi juga belajar menghargai kerja dan keberlanjutan. Nilai-nilai inilah yang diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Bagi sebagian santri, kandang bukan lagi tempat yang kotor dan melelahkan. Ia berubah menjadi ruang belajar kehidupan, tempat mereka mengenal arti tanggung jawab dari makhluk hidup yang mereka rawat dengan tangan sendiri. (Ummi Tamami)***
