By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Di Balik Pakan dan Kandang, Ada Pelajaran tentang Masa Depan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Di Balik Pakan dan Kandang, Ada Pelajaran tentang Masa Depan
BeritaPPFF

Di Balik Pakan dan Kandang, Ada Pelajaran tentang Masa Depan

Dwi Widiyastuti
Last updated: February 6, 2026 1:28 pm
Dwi Widiyastuti
Published: February 6, 2026
Share
SHARE
Santri MA Al-Musyaffa’ PPFF Semarang sedang memberi pakan ternak saat mengikuti program lifeskill di PPFF Farm

NUJATENG.COM – SEMARANG – Pagi di sudut kandang sebuah pesantren di Kota Semarang selalu dimulai dengan langkah-langkah kecil para santri. Mereka datang bukan sekadar menjalani rutinitas, tetapi belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, dan makna bekerja dari kehidupan ternak yang mereka rawat setiap pekan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program life skill bagi santri kelas XI dan XII Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang. Melalui unit PPFF Farm, para santri terlibat langsung dalam perawatan kambing, ayam petelur dan pedaging, bebek, serta pengelolaan kolam bioflok berisi lele, nila, patin, hingga bawal.

Setiap pekan, santri bergiliran memberi pakan, membersihkan kandang, memantau kesehatan ternak, hingga memahami proses produksi hasil peternakan. Aktivitas sederhana ini menjadi ruang belajar nyata yang tidak selalu mereka temukan di ruang kelas.

“Awalnya saya takut pegang kambing. Tapi lama-lama jadi terbiasa, bahkan merasa senang karena belajar sabar dan telaten,” ujar salah satu santri kelas XI yang mengikuti program tersebut.

Program life skill di PPFF tidak hanya bertujuan memberi keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kemandirian. Pendampingan dilakukan langsung oleh pendiri dan pengasuh PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. bersama tim pembina, sehingga nilai disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab tumbuh seiring proses belajar di lapangan.

Melalui pengalaman merawat ternak secara langsung, santri tidak hanya memahami proses produksi pangan, tetapi juga belajar menghargai kerja dan keberlanjutan. Nilai-nilai inilah yang diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Bagi sebagian santri, kandang bukan lagi tempat yang kotor dan melelahkan. Ia berubah menjadi ruang belajar kehidupan, tempat mereka mengenal arti tanggung jawab dari makhluk hidup yang mereka rawat dengan tangan sendiri. (Ummi Tamami)***

You Might Also Like

Jurnalistik di Era Digital: Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Informasi yang Kredibel dan Berintegritas
Menata Nalar: Santri Kelas 3 MA Al-Musyaffa’ Ngaji Matan al-Sullam al-Munawaraq
Aura Positif, Inilah Rahasia dan Doa Agar Wajah Senantiasa Bercahaya dan Berakhlak Mulia
BWI Bersama Kemenag dan Pemkot Kota Semarang Gelar Sosialisasi Kota Wakaf 2025
Segini Biaya Stem Cell dan Cuci Darah untuk Pasien Gagal Ginjal, Pilih Yang Mana?
TAGGED:Fadlolan Musyaffa'PPFFppff semarangsemarangYai Fadlolan
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?