Author: Dwi Widiyastuti

  • Ubah Nasibmu di Malam Nishfu Sya’ban: Saat Terdekat dengan Allah untuk Menggapai Takdir Baru

    Ubah Nasibmu di Malam Nishfu Sya’ban: Saat Terdekat dengan Allah untuk Menggapai Takdir Baru

    NUJATENG.COM – Insyaa Allah, Kamis malam Jumat (13 Februari 2025) menjadi salah satu malam paling istimewa bagi umat Islam malam Nishfu Sya’ban. Malam yang disebut-sebut sebagai waktu turunnya kasih sayang Allah, tempat doa-doa diangkat, dan takdir manusia ditulis ulang oleh kehendak-Nya.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Tidak ada suara yang paling dicintai oleh Allah kecuali suara seorang hamba yang penuh dosa namun bertaubat kepada-Nya.”

    Dalam hadis lain, beliau menegaskan bahwa keadaan terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika ia sedang sujud.

    “Aqrabu ma yakunu l-‘abdu min Rabbihi wahuwa sajidun, fa aktsiru d-du’a.” (HR. Muslim)

    Artinya, sujud bukan hanya bentuk kepatuhan, melainkan momen paling dekat untuk berbicara langsung dengan Allah saat terbaik memohon perubahan nasib, pengampunan, dan keberkahan hidup.

    Doa Rasulullah SAW Ketika Sujud

    Rasulullah SAW memberikan contoh doa yang beliau panjatkan ketika sujud:

    “Allahumma ighfir li dzanbi kullahu, diqqahu wa jillahu, wa awwalahu wa akhirahu, wa ‘alaniyatahu wa sirrahu.”
    (HR. Muslim)

    Artinya:
    “Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku yang kecil maupun besar, yang awal maupun akhir, yang terang-terangan maupun tersembunyi.”

    Dalam kesempatan lain, ‘Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah juga berdoa:

    “Subhanka wa bihamdika la ilaha illa anta.”
    (Maha Suci Engkau dan dengan segala puji bagi-Mu, tiada Tuhan selain Engkau.)

    Beliau juga memohon perlindungan dari murka Allah dengan doa yang mendalam:

    “Allahumma inni a’udzu bi ridhaka min sakhathika, wa bi mu’afatika min ‘uqubatika, wa a’udzu bika minka, la uhshi tsanaan ‘alaika, anta kama atsnaita ‘ala nafsika.”

    Rahasia Amalan Nishfu Sya’ban: Dzikir dan Tasbih Pembuka Rahmat

    Ulama sepakat bahwa malam Nishfu Sya’ban bukan malam biasa. Ia menjadi malam pengampunan dosa, penetapan takdir tahunan, dan malam dibukanya 300 pintu rahmat.

    Rasulullah SAW juga mengajarkan amalan ringan namun bernilai besar:

    “Apakah kalian merasa berat untuk mengerjakan seribu kebaikan setiap hari? Bertasbihlah 100 kali, maka akan dicatat seribu kebaikan dan dihapus seribu kesalahan.” (HR. Muslim)

    Amalan yang dapat dilakukan malam itu antara lain:

    • Memperbanyak dzikir dan tasbih:
      “Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.”
    • Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
    • Beristighfar dengan hati yang tulus.
    • Memohon perubahan takdir dalam sujud yang paling dalam dan khusyuk.

    Waktu Terdekat dengan Allah: Saat Sujud

    Momentum terbaik di malam Nishfu Sya’ban adalah ketika seorang hamba sujud dengan penuh kerendahan hati. Dalam posisi inilah, Allah membuka pintu seluas-luasnya bagi doa-doa hamba-Nya.

    Para ulama menegaskan bahwa sujud menjadi tempat paling mulia untuk meminta perubahan nasib, ampunan, dan kebahagiaan dunia akhirat.

    “Selamat datang wahai hamba-Ku, mintalah apa yang kamu kehendaki,” demikian firman Allah kepada hamba yang kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih.

    Malam Nishfu Sya’ban adalah malam cinta dan kasih Allah untuk hamba-hamba-Nya. Manfaatkan waktu ini untuk sujud lebih lama, berdoa lebih khusyuk, dan memohon agar takdir hidup berubah menjadi lebih baik.

    Semoga Allah mengampuni dosa kita, mengubah nasib kita menjadi hamba yang saleh, istiqamah, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah.
    Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Ubah Nasibmu dengan Doa selagi Dekat Allah

  • Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Doa dan Waktu Terbaik Sholat Dhuha, Banyak yang Belum Tahu!

    Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Doa dan Waktu Terbaik Sholat Dhuha, Banyak yang Belum Tahu!

    NUJATENG.COM – Sholat Dhuha merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Sholat ini dikenal sebagai “sholat pembuka rezeki” karena banyak hadits yang menjelaskan keutamaannya dalam menarik keberkahan hidup.

    Dalam ceramahnya di kanal YouTube Ceramah Singkat Ustadz Khalid Basalamah, beliau memaparkan secara rinci tentang waktu pelaksanaan, doa, dan tata cara Sholat Dhuha yang benar sesuai tuntunan syariat.

    Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Sholat Dhuha?

    Disebut Sholat Dhuha karena dilakukan pada waktu Dhuha, yaitu saat matahari mulai naik sekitar 7 hasta dari ufuk timur kira-kira pukul 07.00 pagi hingga sebelum waktu Dzuhur (sekitar pukul 12.00 siang).

    Ustadz Khalid menjelaskan bahwa semakin tinggi posisi matahari, semakin utama pula pelaksanaan Sholat Dhuha, karena sinar matahari saat itu sudah terasa hangat dan terang sebagaimana diriwayatkan dalam beberapa hadits shahih.

    “Kerjakanlah Sholat Dhuha pada waktu Dhuha, yakni saat matahari sudah meninggi, bukan saat baru terbit,” ujar Ustadz Khalid Basalamah.

    Apakah Ada Doa Khusus Setelah Sholat Dhuha?

    Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah ada doa khusus setelah Sholat Dhuha.
    Menjawab hal itu, Ustadz Khalid menegaskan:

    “Para ulama mengatakan tidak ada doa khusus yang dipanjatkan setelah Sholat Dhuha,” jelasnya.

    Beliau menambahkan bahwa umat Islam boleh memanjatkan doa apa saja setelah Sholat Dhuha, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing-masing.

    “Doa apa saja boleh dipanjatkan. Jangan khususkan doa hanya untuk Sholat Dhuha, karena doa setelah ibadah apapun bisa menjadi kesempatan terbaik untuk bermunajat,” tambahnya.

    Dengan demikian, umat Islam diberikan kebebasan untuk berdoa setelah menunaikan Sholat Dhuha baik memohon rezeki, kesehatan, perlindungan, maupun ampunan dari Allah SWT.

    Bacaan Niat Sholat Dhuha

    Sebelum memulai Sholat Dhuha, niatkan di dalam hati dengan sungguh-sungguh karena Allah SWT. Berikut adalah lafadz niat Sholat Dhuha sebagaimana dikutip dari NU Online:

    Lafadz Niat Pendek:

    أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
    (Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa)
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

    Lafadz Niat Panjang:

    أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
    (Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa)
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

    Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap

    Tata cara Sholat Dhuha sebenarnya sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya. Minimal dilakukan dua rakaat, dan bisa ditambah menjadi empat, enam, atau delapan rakaat sesuai kemampuan.

    Berikut urutannya:

    1. Niat Sholat Dhuha
    2. Takbiratul ihram dan membaca doa iftitah
    3. Membaca surat Al-Fatihah
    4. Membaca surat atau ayat Al-Qur’an (misalnya Asy-Syams, Adh-Dhuha, atau Al-Kafirun)
    5. Ruku’ dengan tuma’ninah
    6. I’tidal
    7. Sujud dengan tuma’ninah
    8. Duduk di antara dua sujud
    9. Sujud kedua
    10. Berdiri lagi untuk rakaat kedua dan mengulang bacaan seperti di atas
    11. Tasyahhud akhir
    12. Salam

    Ustadz Khalid juga menegaskan bahwa Rasulullah SAW kadang melaksanakan Sholat Dhuha 4 rakaat, kadang 8 rakaat, sesuai keadaan dan waktu yang tersedia.

    Sholat Dhuha, Amalan Ringan Berpahala Besar

    Sholat Dhuha bukan sekadar ibadah tambahan, tapi sumber energi spiritual dan keberkahan hidup. Melalui amalan ini, seorang muslim tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga membuka pintu rezeki, kesehatan, dan ketenangan batin.

    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

    “Di setiap persendian manusia terdapat sedekah, dan itu semua dapat digantikan dengan dua rakaat Sholat Dhuha.”
    (HR. Muslim)

    Mari kita jadikan Sholat Dhuha sebagai rutinitas harian yang menenangkan jiwa dan melapangkan rezeki.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Ustadz Khalid Basalamah: Doa Khusus dan Waktu Tepat Sholat Dhuha

  • Rahasia Hati Tenang ala Gus Baha: Latih Diri Memaafkan, Berdoa, dan Ikhlas pada Takdir Allah

    Rahasia Hati Tenang ala Gus Baha: Latih Diri Memaafkan, Berdoa, dan Ikhlas pada Takdir Allah

    NUJATENG.COM – Dalam kehidupan yang penuh ujian dan interaksi sosial, tidak jarang seseorang tersakiti oleh ucapan atau perbuatan orang lain. Namun, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang dikenal sebagai Gus Baha, memberikan nasihat menyejukkan: “Latih hatimu selalu memaafkan, sembuhkan lukamu, perbanyak berdoa, dan percaya takdir-Nya selalu yang terbaik.”

    Pesan ini beliau sampaikan melalui kanal YouTube Ngaji Bareng Gus Baha, di mana beliau menekankan bahwa memaafkan bukan sekadar memberi ampun pada orang lain, melainkan cara terbaik untuk menyembuhkan hati sendiri.

    Memaafkan Adalah Jalan Penyembuhan

    Menurut Gus Baha, memaafkan bukan berarti melupakan kejadian yang menyakitkan, melainkan belajar untuk mengikhlaskan dan tidak terus membawa luka itu ke dalam perjalanan hidup.

    “Dengan memaafkan, kita sedang membebaskan diri dari beban emosional yang menghalangi ketenangan batin,” ujar beliau.

    Memaafkan menjadi simbol kedewasaan spiritual sebuah bentuk penyerahan diri kepada Allah, bahwa segala keadilan adalah milik-Nya, dan setiap peristiwa pasti mengandung hikmah. Ketika seseorang memilih untuk memaafkan, sesungguhnya ia sedang menyembuhkan diri sendiri dari luka batin yang paling dalam.

    Perbanyak Doa, Percaya pada Takdir Allah

    Selain memaafkan, Gus Baha juga menegaskan pentingnya memperbanyak doa. Doa, menurut beliau, adalah jembatan yang menghubungkan hati manusia dengan Tuhannya. Melalui doa, seorang hamba dapat meluapkan perasaan, menyampaikan keluh kesah, dan memohon kekuatan agar mampu menghadapi takdir hidupnya dengan ikhlas.

    Gus Baha mengingatkan bahwa tidak ada takdir yang buruk, karena semua yang ditetapkan Allah SWT pasti mengandung kebaikan.

    “Percayalah, takdir Allah selalu yang terbaik, meski kadang sulit diterima oleh logika manusia,” tuturnya.

    Ketika hati sudah mampu menerima setiap ujian dengan keyakinan penuh, maka hidup akan terasa lebih lapang dan damai.

    Lima Kunci Ketenangan Hidup Menurut Gus Baha

    Dalam berbagai pengajiannya, Gus Baha kerap menekankan lima hal penting untuk mencapai hati yang tenang dan hidup yang bermakna:

    1. Bersyukur dalam segala keadaan

    Mensyukuri setiap nikmat, sekecil apa pun, membuat hidup terasa cukup dan penuh berkah.

    2. Bersabar menghadapi ujian

    Sabar adalah kekuatan batin yang menahan diri dari amarah dan keluh kesah, tanda keimanan yang matang.

    3. Memaafkan dengan ikhlas

    Memaafkan bukan kelemahan, melainkan keberanian untuk melepaskan beban masa lalu dan menyembuhkan diri sendiri.

    4. Memperbanyak doa

    Doa bukan hanya permintaan, tetapi juga bentuk komunikasi penuh cinta antara hamba dan Tuhannya.

    5. Percaya pada takdir Allah

    Ketika seseorang yakin bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah yang terbaik, maka ketenangan sejati akan hadir dalam hidupnya.

    Ikhlas Adalah Puncak Kedewasaan Spiritual

    Pesan bijak Gus Baha mengajarkan bahwa ikhlas, memaafkan, dan percaya kepada Allah bukanlah hal yang mudah, tetapi itulah jalan menuju ketenangan sejati. Hidup akan terasa lebih ringan ketika hati terbebas dari dendam, iri, dan amarah. Dengan hati yang bersih, doa akan lebih tulus, dan segala urusan hidup akan dimudahkan oleh Allah SWT.

    Semoga nasihat Gus Baha ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu melatih hati, memperbanyak doa, dan meyakini bahwa setiap takdir Allah pasti membawa kebaikan.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Latih Hati untuk Memaafkan: Pesan Bijak Gus Baha tentang Ikhlas dan Doa

  • Doa Adalah Puncak Kasih Sayang: Gus Baha Ingatkan, Jangan Egois Saat Berdoa di Malam Tahajud

    Doa Adalah Puncak Kasih Sayang: Gus Baha Ingatkan, Jangan Egois Saat Berdoa di Malam Tahajud

    NUJATENG.COM – Berdoa adalah bentuk komunikasi spiritual antara hamba dan Sang Pencipta. Dalam Islam, doa bukan hanya sekadar permohonan pribadi, tetapi juga menjadi simbol kasih sayang antar sesama manusia. Hal ini disampaikan oleh KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang akrab dikenal Gus Baha, dalam salah satu kajiannya yang disiarkan melalui kanal YouTube @takmiralmukmin.

    Dalam ceramah tersebut, Gus Baha menegaskan bahwa doa adalah puncak tertinggi dari kasih sayang. Menurutnya, seseorang yang berdoa untuk orang lain sebenarnya sedang menunjukkan bentuk cinta yang paling tulus. Ia bahkan mengaku bahwa setiap kali menunaikan shalat tahajud, dirinya selalu memanjatkan doa bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk seluruh umat Nabi Muhammad SAW.

    “Kulo nek tahajud, puncake tahajud donga niki sing tak waca, namung donga niki tok,” tutur Gus Baha dalam tayangannya.

    Isi Doa yang Dibaca Gus Baha Saat Tahajud

    Dalam momen tahajud yang sunyi dan penuh kekhusyukan itu, Gus Baha mengamalkan satu doa yang maknanya begitu mendalam.
    Doa tersebut berbunyi:

    “Ya Allah, sayangilah umat Muhammad. Ya Allah ampunilah (dosa) umat Muhammad. Ya Allah, perbaikilah (semua urusan) umat Muhammad.”

    Doa sederhana ini mencakup tiga inti ajaran Islam kasih sayang, ampunan, dan kebaikan. Artinya, ketika seseorang memanjatkan doa ini, ia sebenarnya sedang memohon agar seluruh umat Nabi Muhammad SAW mendapatkan perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

    Menurut Gus Baha, doa seperti ini menggambarkan kepedulian mendalam terhadap sesama. Doa tidak boleh hanya berfokus pada diri sendiri, karena bisa jadi, justru doa yang kita panjatkan untuk orang lainlah yang menjadi jalan dikabulkannya permohonan kita.

    Jangan Egois Saat Berdoa

    Gus Baha menegaskan bahwa doa yang egois dapat mengkerdilkan makna spiritual seorang muslim. Ia mengingatkan agar umat Islam memperluas niat saat berdoa tidak hanya memohon keselamatan dan rezeki pribadi, tetapi juga untuk keluarga, tetangga, bahkan seluruh umat manusia.

    “Kita tidak pernah tahu, mungkin doa kita yang sederhana itu menjadi sebab terkabulnya permohonan orang lain,” ujar Gus Baha.

    Terlebih, waktu tahajud dikenal sebagai salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Saat kebanyakan manusia sedang terlelap, pintu langit terbuka lebar dan doa-doa yang tulus memiliki peluang besar untuk diijabah.

    Berdoa Tidak Harus Rumit, Asal Tulus dan Ikhlas

    Gus Baha juga menegaskan bahwa doa tidak perlu panjang atau rumit. Yang terpenting adalah ketulusan hati, keikhlasan niat, serta kesungguhan dalam berdoa. Sebab, bukan panjangnya doa yang membuatnya terkabul, melainkan hati yang bersih dan niat yang benar.

    Meneladani doa yang dibaca Gus Baha, kita diajak untuk mengubah cara pandang terhadap ibadah doa. Bahwa doa bukan sekadar meminta, tetapi juga memberi memberi kasih sayang, kepedulian, dan keberkahan kepada sesama.

    Dengan membiasakan diri berdoa untuk orang lain, umat Islam diajak untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual di tengah masyarakat. Karena pada hakikatnya, kesejahteraan bersama dimulai dari doa yang tulus dari hati setiap individu.

    Doa Sederhana, Rahmat yang Luas

    Doa yang dipanjatkan di malam sunyi seperti tahajud menjadi momentum terbaik untuk menghadirkan rahmat Allah SWT. Seperti yang diajarkan oleh Gus Baha, cukup dengan doa yang sederhana namun penuh kasih sayang, kita dapat menebarkan kebaikan untuk seluruh umat.

    Semoga teladan dari Gus Baha ini mampu menginspirasi kita semua untuk terus berdoa bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kesejahteraan dan kedamaian dunia.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Doa Sebagai Puncak Tertinggi Kasih Sayang, Gus Baha Ingatkan agar Tidak Egois Saat Berdoa

  • Sabtu Ceria di Islamic Centre: Kajian Tafsir Surah An-Nasr Bersama Dr. KH. Multazam Ahmad, M.A.

    SEMARANG – nuonline.com – Suasana Sabtu ceria di Islamic Centre Manyaran, Semarang, diawali dengan shalat Subuh berjamaah, dilanjutkan mujahadah, kajian tafsir Al-Qur’an, dan diakhiri dengan ramah tamah penuh kehangatan antarjamaah.

    Dalam kajian tematik kali ini, Dr. KH. Multazam Ahmad, M.A. membahas Surah An-Nasr, yang berisi pesan mendalam tentang hakikat kesuksesan dan kemenangan sejati. Menurut beliau, keberhasilan manusia sepenuhnya bergantung pada izin dan pertolongan Allah SWT.

    “Sehebat apapun manusia, tanpa pertolongan Allah pasti gagal. Karena kemenangan itu bukan semata hasil kerja keras, tapi buah dari rahmat dan izin-Nya,” ujar KH. Multazam di hadapan jamaah yang memadati aula Islamic Centre.

    Namun demikian, beliau menegaskan bahwa Islam tetap menghargai proses dan usaha manusia. “Allah tidak menafikan ikhtiar. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan menemukan hasil,” jelasnya.

    Menafsirkan ayat fa idza faraghta fanshab, KH. Multazam berpesan agar umat Islam mencatat setiap progres pekerjaan, termasuk dalam urusan hutang-piutang, agar hidup lebih tertib dan amanah.

    Di akhir kajian, beliau mengajak seluruh jamaah untuk bertawakkal setelah berikhtiar maksimal. “Serahkan hasilnya kepada Allah. Di situlah letak ketenangan dan keberkahan hidup,” tutupnya.

    Kegiatan rutin setiap Sabtu pagi ini menjadi agenda unggulan Islamic Centre Manyaran. Selain menambah ilmu dan keimanan, suasana kebersamaan selepas kajian menjadikan pagi di masjid penuh kehangatan dan semangat ukhuwah.

    (Saifudin)

  • Minggu, 19 Oktober 2025 Bedah Kasus Sihir, Gus Arief Hadir di PCNU Temanggung

    TEMANGGUNG – nujateng.com – Dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya dan penanganan gangguan sihir secara syar’i, Pengurus Cabang JRA Santri Makukuhan Temanggung akan menggelar acara bertajuk “Bedah Kasus Sihir & Share Pengalaman” pada Ahad, 19 Oktober 2025, bertempat di lantai 3 Kantor PCNU Temanggung.

    Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber utama, Gus Arief Syaifuddin Huda, seorang ahli pengobatan islami asal Semelo, Bandar Kedungmulyo, Jombang. Beliau dikenal luas sebagai tokoh Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jombang, yang telah menekuni dunia pengobatan ruqyah selama belasan tahun dan menangani ribuan klien dengan berbagai jenis gangguan. Bi idznillah, banyak di antaranya yang berhasil sembuh dan mendapatkan ketenangan hidup.

    Meskipun memiliki jadwal dakwah dan pengobatan yang padat, Gus Arief tetap menyempatkan hadir di Temanggung untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta membuka sesi pengobatan bagi masyarakat umum.

    Acara ini terbuka untuk umum, dan peserta dapat berkonsultasi atau berobat langsung dengan Gus Arief selama kegiatan berlangsung. Untuk informasi dan pendaftaran, panitia dapat dihubungi melalui: 0857-6502-8767 atau 0858-7965-0755.

    Mengenal Lebih Dekat Gus Arief

    Dalam kunjungan singkat ke kediamannya di Semelo, Bandar Kedungmulyo, Jombang, penulis, Saif, berkesempatan singgah dan berbincang langsung dengan Gus Arief Syaifuddin Huda. Sosok ahli pengobatan muda ini dikenal santai, rendah hati, dan penuh kehangatan.

    Di balik kesederhanaannya, Gus Arief banyak berjasa membantu masyarakat yang mengalami berbagai gangguan, baik lahir maupun batin.

    Beliau dikenal sebagai pribadi yang tegas dalam prinsip, lembut dalam pelayanan, dan istiqamah dalam dakwah serta pengabdian kepada umat. Banyak pasien merasakan manfaat dari pengobatan yang beliau lakukan — bukan hanya karena metode ruqyahnya yang tepat, tetapi juga berkat nasihat, doa, dan pendekatan spiritualnya yang menenangkan hati.

    Selain menekuni pengobatan beliau juga mengasuh Majelis Ruqyah Rutin Ahad Pahing. Pengobatan ruqyah massal gratis yang dihadiri ratusan orang setiap bulannya. Juga aktif menulis buku-buku bertemakan kesehatan Islam. Karya terbarunya adalah buku ‘Sihir di Nusantara’ yang langsung terjual ratusan buku.

    Namanya juga banyak dikenal sebagai ahli spiritual yang kerap menjadi narasumber majalah-majalah dan koran mistik spiritual nasional. Baik yang terbit di Jakarta maupun di Surabaya.

    Semoga kehadiran Gus Arief di Temanggung membawa keberkahan dan menjadi wasilah kesembuhan bagi banyak orang. Masyarakat juga berharap, selepas acara ini, beliau berkenan bersilaturahim ke Semarang untuk melanjutkan dakwah dan berbagi ilmu. (Saifudin)

  • Bedah Kasus Sihir Gus Arief di PCNU Temanggung

    TEMANGGUNG – nuonline.com – Dalam rangka memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang bahaya dan penanganan gangguan sihir, Gus Arief dijadwalkan hadir dalam acara “Bedah Kasus Sihir dan Share Pengalaman” yang akan digelar pada Ahad, 19 Oktober 2025 mendatang. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung di lantai 3 Kantor PCNU Temanggung.

    Meski memiliki jadwal yang padat, Alhamdulillah, Gus Arief tetap menyempatkan waktu untuk hadir dan berbagi pengalaman dalam menangani berbagai kasus spiritual dan penyakit nonmedis. Acara ini juga akan dibuka untuk umum, dengan kesempatan bagi peserta yang ingin berkonsultasi atau mendapatkan pengobatan atas berbagai macam penyakit, baik medis maupun nonmedis.

    Kehadiran Gus Arief diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat Temanggung dan sekitarnya. Semoga selepas kegiatan ini, beliau juga berkenan bersilaturahim ke Semarang untuk melanjutkan dakwah dan pengabdian di bidang pengobatan Islami.

  • Hati-Hati dalam Berdoa! Gus Baha Ungkap Bahaya “Doa Kriminal” yang Tak Sesuai Tuntunan Nabi

    Hati-Hati dalam Berdoa! Gus Baha Ungkap Bahaya “Doa Kriminal” yang Tak Sesuai Tuntunan Nabi

    NUJATENG.COM – Dalam Islam, doa adalah bentuk ibadah paling pribadi dan mulia. Melalui doa, seorang hamba berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, menyampaikan harapan, keluh kesah, dan permohonan hidupnya.

    Namun, tidak semua doa otomatis baik atau benar. KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha memberikan nasihat penting agar umat Islam berhati-hati dalam menyusun doa.

    Dalam sebuah pengajian yang diunggah di kanal YouTube @Menikmatihalal, beliau mengungkapkan fenomena banyaknya orang yang merangkai doa sesuai keinginan pribadi tanpa memikirkan dampak sosial dan nilai moralnya.

    Menurut Gus Baha, jenis doa seperti itu bisa disebut sebagai “doa kriminal” doa yang secara tidak sadar bisa merugikan atau menyulitkan orang lain ketika benar-benar dikabulkan oleh Allah SWT.

    Gus Baha: Jangan Egois dalam Berdoa, Pikirkan Dampaknya untuk Orang Lain

    Dalam ceramahnya, Gus Baha mencontohkan sebuah doa yang sekilas terdengar mulia:

    “Ya Allah, jadikan aku orang kaya yang punya 10.000 karyawan.”

    Doa ini tampak positif karena seolah menggambarkan niat menciptakan lapangan kerja. Namun Gus Baha mengajak jamaahnya untuk melihat dari sisi yang lebih dalam.

    “Kalau doa itu dikabulkan, berarti harus ada 10.000 orang yang menjadi buruhmu,” ujarnya.

    Artinya, doa tersebut berpotensi menciptakan ketimpangan sosial baru jika tidak dibarengi dengan niat dan tanggung jawab moral. Gus Baha mengingatkan bahwa banyak orang berdoa dengan ambisi pribadi, bukan karena ingin memberi manfaat kepada sesama.

    Contoh Doa yang Terdengar Baik, Tapi Salah Makna

    Contoh lain yang disampaikan Gus Baha adalah doa:

    “Ya Allah, jadikan aku orang kaya yang ngopeni 1.000 anak yatim.”

    Sekilas doa ini tampak sangat mulia. Namun, Gus Baha menegaskan bahwa jika doa itu benar-benar dikabulkan, maka secara tidak langsung harus ada 1.000 anak yang kehilangan ayahnya.

    “Artinya, kamu minta jadi dermawan tapi dengan syarat ada yang tertimpa musibah,” kata Gus Baha sambil tersenyum dalam ceramahnya.

    Inilah yang disebut doa tanpa pertimbangan sosial. Sebuah doa yang tidak memikirkan konsekuensi di balik maknanya, sehingga meskipun niatnya terlihat baik, hasilnya bisa justru menyakiti orang lain.

    Ikuti Tuntunan Nabi: Doa yang Aman, Penuh Barokah, dan Tidak Merugikan

    Gus Baha kemudian menekankan bahwa cara terbaik dalam berdoa adalah mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Doa-doa yang diajarkan Nabi sudah pasti aman, penuh hikmah, dan membawa kebaikan untuk semua.

    Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah sering berdoa dengan kalimat-kalimat yang lembut, penuh kasih, dan menyeluruh, seperti:

    “اللهم آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.”
    ‘Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka.’

    Doa seperti ini, kata Gus Baha, tidak merugikan siapa pun dan mencakup semua aspek kehidupan dunia dan akhirat.

    Pesan Moral: Bijaklah dalam Meminta, Karena Doa Bisa Menjadi Ujian

    Nasihat Gus Baha menjadi pengingat agar umat Islam tidak egois dalam berdoa. Doa bukan sekadar permintaan pribadi, tetapi juga bentuk tanggung jawab spiritual. Sebelum berdoa, pertimbangkan dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain.

    Kadang, sesuatu yang kita anggap baik belum tentu benar-benar membawa kebaikan. Karena itu, Gus Baha menasihati agar setiap doa disertai niat tulus, kerendahan hati, dan keinginan untuk memberi manfaat bagi sesama.

    “Doa yang baik itu bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk dunia yang lebih damai,” tutur Gus Baha.

    Doa Adalah Cermin Hati

    Doa mencerminkan isi hati seseorang. Jika hati dipenuhi kasih sayang dan empati, maka doa pun akan membawa keberkahan. Namun jika doa lahir dari ambisi dan keegoisan, maka bisa jadi doa itu justru menjadi ujian bagi diri sendiri.

    Melalui nasihatnya, Gus Baha mengajak umat Islam untuk kembali kepada esensi doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW doa yang sederhana, tulus, dan penuh rahmat. Karena sejatinya, doa bukan hanya permintaan kepada Allah, tapi juga wujud cinta kepada seluruh ciptaan-Nya.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Hati-Hati dalam Berdoa! Simak Nasihat Gus Baha tentang Doa yang Tidak Sesuai Tuntunan Nabi

  • Cara Melancarkan Rezeki Menurut Gus Baha: Baca Doa Ini Setiap Hari, InsyaAllah Hidup Penuh Keberkahan

    Cara Melancarkan Rezeki Menurut Gus Baha: Baca Doa Ini Setiap Hari, InsyaAllah Hidup Penuh Keberkahan

    NUJATENG.COM – KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal dengan Gus Baha, merupakan salah satu ulama besar Indonesia yang dikenal karena ceramahnya yang menenangkan dan penuh kebijaksanaan. Dalam berbagai pengajiannya, beliau kerap memberikan ijazah amalan ringan namun berdampak besar bagi kehidupan umat Islam, terutama dalam urusan rezeki.

    Menurut Gus Baha, kelancaran rezeki tidak hanya datang dari usaha lahiriah, tetapi juga dari kebersihan hati, niat yang benar, serta kedekatan dengan Allah SWT.
    Berikut ini tiga amalan utama yang diajarkan Gus Baha agar pintu rezeki terbuka lebar dan hidup dipenuhi keberkahan.

    1. Membaca Salam Saat Masuk Rumah: Pintu Rahmat dan Rezeki

    Salah satu amalan sederhana yang sering diabaikan banyak orang adalah membaca salam saat memasuki rumah. Gus Baha menegaskan, ucapan salam bukan hanya adab Islami, tetapi juga kunci spiritual pembuka rezeki dan ketenangan dalam rumah tangga.

    Beliau menjelaskan, meski rumah dalam keadaan kosong, tetaplah ucapkan salam dengan lembut, misalnya:

    “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

    Dengan mengucapkan salam, seseorang mengundang malaikat rahmat masuk ke rumahnya. Rumah yang penuh salam adalah rumah yang dijauhkan dari gangguan, permusuhan, dan energi negatif yang semuanya merupakan penghalang datangnya rezeki.

    2. Doa Harian Memohon Ilmu, Rezeki, dan Amal yang Diterima

    Amalan berikutnya adalah membaca doa khusus yang diijazahkan langsung oleh Gus Baha.
    Doa ini bersumber dari Rasulullah SAW dan mencakup tiga permohonan penting: ilmu, rezeki, dan amal.

    Tulisan Arab:

    اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    Artinya:

    “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.”

    Menurut Gus Baha, doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setiap selesai shalat lima waktu. Sebab, momen setelah shalat merupakan waktu mustajab di mana doa-doa hamba lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

    Selain itu, doa ini juga mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat — tidak hanya mencari rezeki yang banyak, tetapi juga yang halal, baik, dan membawa ketenangan jiwa.

    3. Membaca Surat Al-Fatihah 313 Kali: Amalan Pembuka Keajaiban Rezeki

    Dalam salah satu pengajiannya, Gus Baha memberikan ijazah khusus membaca Surat Al-Fatihah sebanyak 313 kali. Jumlah ini bukan angka sembarangan 313 adalah jumlah pasukan kaum Muslim dalam Perang Badar, yang memenangkan pertempuran besar meski kalah secara jumlah dan kekuatan.

    Makna spiritualnya, kata Gus Baha, adalah keyakinan dan tawakal penuh kepada Allah. Dengan membaca Al-Fatihah 313 kali, seseorang memohon pertolongan Allah agar dibukakan jalan keluar dan kelapangan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

    Amalan ini bisa dilakukan setiap hari atau pada waktu tertentu, misalnya setelah shalat Subuh atau sebelum beristirahat malam. Kuncinya adalah istiqamah dan keikhlasan hati. Jangan mencari hasil cepat, tapi yakini bahwa setiap bacaan Al-Fatihah adalah pintu doa yang mengetuk langit.

    Makna Spiritual di Balik Amalan Rezeki

    Gus Baha selalu menekankan bahwa rezeki bukan hanya soal uang atau materi. Rezeki sejati adalah ketenangan hati, keluarga yang harmonis, tubuh yang sehat, dan ilmu yang bermanfaat.

    Oleh karena itu, amalan-amalan ini bukanlah “jimat” yang otomatis mendatangkan kekayaan, melainkan jalan spiritual untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Allah SWT. Ketika hati tenang, pikiran jernih, dan amal diperbaiki, maka pintu rezeki akan terbuka dengan sendirinya.

    Rezeki Lancar, Hati Lapang, Hidup Berkah

    Amalan yang diajarkan Gus Baha sejatinya adalah wujud ikhtiar batin untuk memohon keberkahan hidup. Membaca salam, berdoa dengan tulus, dan mengamalkan Al-Fatihah dengan istiqamah bukan hanya memperlancar rezeki, tetapi juga menjadikan hidup lebih damai dan bermakna.

    “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
    (QS. At-Talaq: 2–3)

    Dengan mengamalkan petuah Gus Baha ini setiap hari, insyaAllah rezeki akan mengalir lancar, hidup terasa ringan, dan hati senantiasa tenteram.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Cara Melancarkan Rezeki Menurut Gus Baha: Baca Doa Ini Setiap Hari

  • Tafsir Al-Fatihah Menurut Gus Baha: Rahasia Doa Sejati yang Tersembunyi di Setiap Sholat

    Tafsir Al-Fatihah Menurut Gus Baha: Rahasia Doa Sejati yang Tersembunyi di Setiap Sholat

    NUJATENG.COM – Surah Al-Fatihah menjadi inti dari setiap sholat yang dilakukan umat Islam. Setidaknya, surat ini dibaca 17 kali setiap hari dalam sholat wajib, menjadikannya bacaan paling sering diulang di seluruh dunia.

    Namun, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang dikenal sebagai Gus Baha mengingatkan bahwa Al-Fatihah bukan hanya sekadar bacaan ritual, melainkan doa yang diajarkan langsung oleh Allah kepada manusia.

    Beliau menjelaskan, setiap lafaz di dalamnya adalah ungkapan doa seorang hamba, bukan pernyataan dari Allah semata. Saat dibaca oleh manusia, posisi Al-Fatihah bukan lagi sebagai kalamullah dalam bentuk firman, tetapi jawaban dan permohonan dari hamba kepada Tuhannya.

    “Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in”: Inti Penghambaan Sejati

    Gus Baha mencontohkan ayat “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” (Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan). Jika ayat ini dianggap sebagai ucapan Allah, tentu akan terasa janggal, karena seolah Allah sedang berbicara kepada diri-Nya sendiri.

    Namun, ketika ayat ini diucapkan oleh manusia, maknanya menjadi sangat indah dan dalam. Ayat ini menggambarkan puncak ketundukan seorang hamba, yang sepenuhnya menyerahkan diri hanya kepada Allah.

    Menurut Gus Baha, di sinilah letak keagungan Al-Fatihah ia mengandung perintah tersirat “qulu” (katakanlah) di setiap ayatnya.
    Artinya, Allah mengajarkan manusia cara berbicara dan berdoa kepada-Nya secara langsung. Maka setiap kali seorang Muslim membaca Al-Fatihah, sejatinya ia sedang berdialog dengan Allah.

    Setiap Ayat Mengandung Makna Spiritual yang Mendalam

    Dalam penjelasan Gus Baha, struktur Al-Fatihah dibangun dengan keindahan makna yang utuh mulai dari pengenalan, pengakuan, hingga permohonan.

    1. “Bismillahirrahmanirrahim” Awal dengan Kasih Sayang

    Bukan hanya pembuka, ayat ini adalah pengingat lembut bahwa seluruh amal harus dimulai dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Setiap tindakan tanpa menyebut nama-Nya, kata Gus Baha, kehilangan berkah dan arah.

    2. “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin” Pengakuan Total atas Kekuasaan Allah

    Kalimat ini adalah penghormatan sekaligus kesadaran spiritual, bahwa segala pujian dan kebaikan kembali kepada Allah, Pengatur seluruh alam semesta.
    Membacanya bukan sekadar lisan, tapi mengakui dengan hati bahwa semua pencapaian manusia hanyalah karunia-Nya.

    3. “Ihdinash Shirathal Mustaqim” Permohonan untuk Tetap di Jalan Lurus

    Inilah inti doa seorang mukmin.
    Menurut Gus Baha, kalimat ini menjadi cermin kerendahan hati, di mana setiap Muslim sadar bahwa tanpa petunjuk Allah, ia akan mudah tersesat oleh dunia. Karena itu, membaca Al-Fatihah berarti terus memohon agar langkah hidup selalu berada di jalan kebenaran.

    Makna Al-Fatihah: Dari Bacaan Menjadi Doa yang Hidup

    Gus Baha menegaskan bahwa banyak umat Islam yang mampu menghafal Al-Fatihah, tetapi tidak memahami makna sejatinya. Padahal, tanpa pemahaman maknawi, sholat akan kehilangan ruhnya.

    Beliau mengajak agar umat Islam tidak hanya membaca secara lisan, tetapi juga menghayati setiap maknanya dengan kesadaran penuh. Dengan memahami tafsir Al-Fatihah, seorang Muslim akan merasakan bahwa ia tidak sekadar melafalkan doa, tetapi sedang berkomunikasi langsung dengan Allah SWT.

    Al-Fatihah, Kunci Khusyuknya Sholat

    Menurut Gus Baha, memahami tafsir Al-Fatihah adalah fondasi dari khusyuk dalam sholat.
    Surah ini bukan hanya pembuka dalam Al-Qur’an, tetapi juga pintu bagi hati untuk merasakan kehadiran Allah dalam setiap ibadah.

    “Setiap kali kamu membaca Al-Fatihah,” kata Gus Baha, “sebenarnya kamu sedang berbicara langsung kepada Tuhanmu.”

    Dengan kesadaran seperti ini, sholat tidak lagi terasa sebagai rutinitas, melainkan perjumpaan spiritual yang penuh makna dan cinta. Al-Fatihah bukan hanya bacaan wajib, tetapi doa abadi yang menghubungkan hamba dengan Rabb-nya.***

    Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Tafsir Al-Fatihah Menurut Gus Baha: Makna Doa Sejati dalam Setiap Sholat