By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Buah dari Taqwa adalah Kebahagiaan di Dua Negeri, Begini Penjelasan Prof Sholihan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Buah dari Taqwa adalah Kebahagiaan di Dua Negeri, Begini Penjelasan Prof Sholihan
Kolom

Buah dari Taqwa adalah Kebahagiaan di Dua Negeri, Begini Penjelasan Prof Sholihan

Ali Arifin
Last updated: October 26, 2025 8:59 am
Ali Arifin
Published: October 26, 2025
Share
SHARE

nujateng.com – Berikut artikel berdasarkan kajian Prof Sholihan tentang ­Taisirul Khollaaq – Bab Taqwa (Part 1).
Link video: https://youtu.be/sFLdEhmtS8E

Menurut kitab tersebut, buah dari taqwa adalah kebahagiaan di dua negeri. Berikut penjelasan Prof Sholihan:

Kajian Prof Sholihan dalam kitab Taisirul Khollaaq Bab “Taqwa” menguraikan pengertian, sebab-sebab dan buah taqwa — fondasi akhlak yang tak lekang oleh zaman.

“Menapak Jalan Taqwa: Pengantar Akhlak dari Kitab Taisirul Khollaaq”

Di tengah arus modernitas yang begitu cepat — teknologi, gadget, media sosial — nilai moral sering kali terabaikan.

Maka, kajian klasik tentang akhlak seperti yang dilakukan oleh Prof  Sholihan dalam kitab Taisirul Khollaaq menjadi sangat relevan.

Bab “Taqwa” (Part 1) membuka mata kita bahwa taqwa bukan sekadar perasaan takut atau menjaga diri, tapi fondasi akhlak yang kokoh untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam kitab Taisirul Khollaaq disebutkan bahwa:

“التّقْوَى هِيَ اِمْتِثَالُ أَوَامِرِ اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيهِ سِرّاً وَعَلانِيَةً”
“Taqwa adalah melakukan perintah Allah Yang Maha Tinggi dan menjauhi larangan-Nya secara rahasia dan terang-terangan.”

Perspektif ini menegaskan bahwa taqwa mencakup dua ranah: amal lahir maupun amal batin, yang terang maupun tersembunyi.

Titik pentingnya: taqwa tidak sempurna tanpa meninggalkan segala keburukan dan menghias diri dengan segala kebajikan.

Kitab ini juga menyebut beberapa sebab seseorang bisa mencapai taqwa. Di antaranya:

Menyadari bahwa dirinya adalah hamba yang lemah, sedangkan Tuhannya adalah Maha Kuat.

Mengingat nikmat Allah yang tak terhitung — sehingga ia tidak mengingkarinya.

Mengingat kematian — seseorang yang sadar bahwa kelak hanya ada Surga atau Neraka akan terdorong melakukan amal saleh.

Buah Taqwa

Menurut kitab tersebut, buah dari taqwa adalah kebahagiaan di dua negeri:

Di dunia: derajat terangkat, nama baik, dicintai orang banyak.

Di akhirat: selamat dari neraka, masuk surga — “Allah berserta orang-orang yang bertakwa dan berbuat baik.” (QS An-Nahl:128)

Analisis & Refleksi

Dari sudut akhlak dan keilmuan agama: Kajian ini menegaskan bahwa taqwa adalah inti dari ilmu akhlak — bukan semata ritual atau penampilan luar. Tanpa pengendalian batin, ritual bisa kosong makna.

Dari perspektif kehidupan modern-teknologi: ketika gadget dan media memungkinkan terang-terangan maupun tersembunyi dalam aktivitas kita, maka tuntutan “menjauhi larangan rahasia dan terang-terangan” menjadi lebih nyata.

Jika seseorang aktif di media sosial, tapi terlibat dalam gossip atau menyebar hoaks—maka ia jauh dari makna taqwa yang sebenar-benarnya.

Refleksi praktis:
Kita bisa mulai dengan menata niat, memperbaiki lingkungan hati, menjaga lisan dan perbuatan — agar taqwa bukan hanya konsep di buku, tapi kenyataan dalam hidup sehari-hari.

Hikmah & Pesan Utama

Taqwa bukan sekadar “takut pada hukuman” atau “patuh ritual”, tetapi keniscayaan untuk memperbaiki batin dan lahir secara simultan.

Sebab-sebab yang disebut kitab memberi kita jalan: menyadari posisi sebagai hamba, mengingat nikmat Allah, mengingat kematian — bahan introspeksi yang konkret.

Buah taqwa mengingatkan bahwa tujuan akhir bukan hanya dunia—namun akhirat. Sehingga keseimbangan dunia-akhirat menjadi bagian dari visi hidup kita.

Kajian Part 1 Bab “Taqwa” dari Taisirul Khollaaq melalui Prof Sholihan membawa kita ke dasar ajaran akhlak Islam yang kokoh.

Di zaman yang serba terbuka ini, tuntutan taqwa lebih relevan daripada sebelumnya. Semoga kita mampu menapaki jalan taqwa, memegang tali yang kuat, dan selamat dunia akhirat. Aamiin.***

You Might Also Like

‘Uzlah: Rahasia Ketenangan Jiwa di Tengah Kegaduhan Dunia Modern
Terungkap! Inilah Lima Keutamaan Dahsyat Shodaqoh Menurut Kiai Chalwani: Nomor 4 Jarang Diketahui Jamaah
SMAN 1 Sigaluh Gelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97
Rahasia Ketentraman Hati di Balik Doa Allahumma Yassir Walaa Tuassir
Perilaku Anak Cerminan Didikan Orang Tua: Alarm Besar dari Perspektif Islam dan Pesan “Quu Anfusakum”
TAGGED:akhlakakhlak Islam klasikbagian 1 Taqwailmu akhlakIslamkajian akhlakkajian islampengertian taqwaProf SholihanTaisirul Khollaaq Bab Taqwa
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?