Gus Baha: Jangan Hanya Minta Doa Haji Mabrur, Belajarlah Dulu Sebelum Berangkat ke Tanah Suci!
3 mins read

Gus Baha: Jangan Hanya Minta Doa Haji Mabrur, Belajarlah Dulu Sebelum Berangkat ke Tanah Suci!

NUJATENG.COM – Ulama kharismatik asal Rembang, Jawa Tengah, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, kembali menyampaikan pesan penting bagi umat Islam yang berniat menunaikan ibadah haji. Dalam salah satu ceramahnya, beliau menyoroti fenomena banyaknya orang yang meminta doa agar hajinya mabrur, namun tanpa diiringi usaha untuk memahami ilmu dan tata cara ibadah tersebut.

Gus Baha menegaskan bahwa permintaan semacam itu menunjukkan kurangnya kesadaran terhadap hakikat ibadah haji. “Saya merasa kecewa ketika ada orang yang ingin dijadikan haji mabrur tanpa melalui proses pembelajaran yang cukup. Ini sama saja seperti memohon keselamatan dalam berkendara sepeda motor tanpa bisa mengendalikannya. Tidak masuk akal,” ujar Gus Baha dengan tegas.

Ilmu Sebelum Amal: Landasan Penting dalam Meraih Haji Mabrur

Menurut Gus Baha, haji bukan sekadar perjalanan spiritual ke Tanah Suci, tetapi juga ibadah yang memiliki aturan, rukun, dan tata cara yang sangat rinci. Karena itu, seseorang yang ingin meraih predikat haji mabrur harus terlebih dahulu memahami ilmunya dengan benar.

“Sebelum meminta doa agar hajinya mabrur, kuasailah dulu ilmunya. Pelajari syarat, rukun, dan larangannya. Jangan hanya berharap hasil tanpa memahami proses,” tegas beliau.

Beliau menambahkan, orang yang tidak memahami cara melakukan tawaf, wukuf, atau bahkan menjaga adab di Masjidil Haram, akan kesulitan menjalankan haji secara sempurna. Pemahaman yang keliru bisa mengurangi nilai ibadah itu sendiri.

Analogi Cerdas: Belajar Haji Seperti Belajar Mengendarai Motor

Untuk memudahkan jamaah memahami pesannya, Gus Baha memberikan analogi yang sederhana namun mengena.
“Meminta doa haji mabrur tanpa tahu cara berhaji, itu sama seperti meminta keselamatan berkendara padahal belum bisa naik motor,” ujarnya.

Beliau menjelaskan, bahkan orang yang sudah mahir mengendarai motor pun bisa celaka jika tidak berhati-hati. Apalagi yang belum pernah belajar sama sekali. Begitu pula dengan haji ilmu adalah kunci keselamatan dan keberkahan dalam perjalanan menuju Baitullah.

Pentingnya Pendidikan Agama Sebelum Berangkat Haji

Gus Baha menekankan bahwa pendidikan agama adalah fondasi utama sebelum menjalankan ibadah apa pun, termasuk haji dan umrah. Ia berharap umat Islam tidak sekadar mengejar status sosial sebagai “haji”, melainkan benar-benar memahami makna dan tujuan ibadah tersebut.

“Keberhasilan mendapat haji mabrur bukan karena banyaknya doa, tapi karena benar dalam memahami dan melaksanakan ibadah itu,” tutur Gus Baha. Ia menambahkan bahwa belajar agama bukan hanya kewajiban, melainkan bentuk cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Haji Mabrur Dimulai dari Ilmu dan Kesungguhan

Melalui ceramahnya yang lugas dan penuh makna, Gus Baha mengingatkan umat agar tidak terburu-buru meminta doa haji mabrur tanpa belajar terlebih dahulu. Ilmu menjadi bekal utama agar ibadah haji berjalan dengan benar, khusyuk, dan diterima Allah SWT.

“Belajarlah dulu sebelum meminta doa. Karena doa tanpa ilmu bisa kehilangan arah,” pungkas Gus Baha.

Dengan memahami esensi ibadah, calon jamaah haji tidak hanya meraih gelar “haji”, tetapi juga memperoleh predikat mabrur ibadah yang diterima dan membawa keberkahan hidup di dunia dan akhirat.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Gus Baha Membagikan Kiat untuk Haji Mabrur: Belajar Terlebih Dahulu Sebelum Meminta Doa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *