Pentingnya 5 W + 1 H, Jangan Ada Pembaca Bertanya: Kapan Kejadiannya? Siapa Yang Ngomong?
2 mins read

Pentingnya 5 W + 1 H, Jangan Ada Pembaca Bertanya: Kapan Kejadiannya? Siapa Yang Ngomong?

BANJARNEGARA – nujateng.com –  Pentingnya 5 W + 1 H  dalam membuat berita. Beroita apa saja bentuknya, terutama straight news atau berita langsung.

“Konsep dasar jurnalistik dalam pembuatan yaitu 5W+1 H yaitu What (Apa), Who (siapa), Where (di mana), When (kapan), dan Why (mengapa)) ditambah How (bagaimana). Jangan sampai pembaca berita bertanya kapan kejadiannya? siapa yang ngomong?” kata Ali Arifin, pimred nujateng.com saat menjadi pemateri Kegiatan Pelatihan  Jurnalistik dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Tahun 2025.

Lebih jauh Ali Arifin menambahkan bahwa mengapa setiap berita harus memenuhi kaidah baku 5 W + 1 H, karena publik pembaca (situs online, dot com), pemirsa (tv) dll ingin mendapatkan informasi yang lengkap.

“Mereka akan sangat respek kepada media yang bisa menampilkan berita lengkap 5W + 1 H. Mereka tidak lagi mengernyitkan dahi atau mengeluh, dan bergumam: berita tidak lengkap gini kok disajikan di media mainstream. Jangan sampai pembaca atau pemirsa televisi kurang puas karena penyajian sebuah berita tidak lengkap.”

Ali Arifin juga menjelaskan konsep dasar jurnalistik. Wartawan harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas.  Memahami teori jurnalistik, produk-produk jurnalistik, bentuk-bentuk berita, struktur redaksi dan sebagainya.

“Tak hanya itu, skill atau kemampuan menulis berita, mencari angle yang menarik, menguasai teknik repotase, hingga penggunaan atau pemilihan bahasa yang baik sesuai standar Bahasa Indonesia Baku. Adapun definisi jurnalistik yaitu serangkaian aktivitas untuk menyebarluaskan informasi melalui media (cetak, elektronik, cyber) dengan mendasarkan kaidah bahasa dan kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Tingkatkan Kompetensi

Kepala SMAN 1 Banjarnegara Sudarto SPd MM saat pidato pembukaan menyatakan bahwa kegiatan yang digelar oleh MGMP Bahasa Indonesia SMA/SMK/MA Kabupaten Banjarnegara itu sangat penting bagi peserta.

“Kami harapkan kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan peserta dalam hal menulis. Terlebih tema kegiatan adalah ‘Jurnalistik di Era Digital Gerakan Menulis di Media dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045.’ Sehingga kami harap dari kegiatan ini muncul bibit-bibit unggul di dunia jurnalistik di masa depan,” katanya.

Sementara itu Sunarti,  ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan yang digelar di aula SMAN 1 Banjarnegara, Senin 27/10/2025 tersebut diikuti 116 siswa dari perwakilan SMA, SMK, dan MA se Kabupaten Banjarnegara.

“Kami tidak menyangka peserta diklat jurnalistik sehari ini ternyata cukup membeludak. Dan, saat kegiatan banyak yang mengangkat tangan ingin bertanya kepada narasumber tentang banyak hal. Baik tentang jurnalistik dengan segala pernik-perniknya, serta tentang perjalanan karir di bidang jurnalistik pembicaranya,” kata Sunarti, guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Banjarnegara.

Menurut Sunarti, anak-anak sangat ingin tahu tidah hanya pengertian dari jurnalistik yaitu aktivitas untuk mengolah, mengumpulkan, menyajikan menulis, mempertanyakan, dan memberitakan sebuah informasi yang ada di dunia ini namun hal lain terkait dunia jurnalistik yang ternyata sangfat luas.***

(Hizkia Sembiring/SMK HKTI 2 Purwareja Klampok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *