Ribuan Hafizh Doakan Sukses Jateng di MTQ Nasional 2026

Ribuan qari (pembaca) dan hafizh (penghafal) Al-Qur’an se-Jawa Tengah menyatakan dukungan sekaligus mendoakan kesuksesan Jawa Tengah sebagai tuan rumah perhelatan akbar MTQ Nasional 2026. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan khataman Al-Qur’an dan doa bersama yang telah dimulai sejak pertengahan April 2026.Selain mendoakan kelancaran penyelenggaraan dan prestasi Jawa Tengah dalam ajang tersebut, para peserta juga memanjatkan doa demi keselamatan bangsa dan negara Indonesia dari berbagai bencana yang belakangan melanda sejumlah wilayah, termasuk di Jawa Tengah.Hal ini disampaikan Ketua Umum Jam’iyyatul Qurraa’ wal Huffazh (JQH) Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, Prof. Dr. KH Ali Imron, M.Ag Al-Hafizh, dalam rangka persiapan Konferensi Wilayah (Konferwil) JQH NU Jateng. Kegiatan tersebut akan digelar pada Sabtu, 18 April 2026 di Aula Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pahlawan No. 12, Semarang.Acara ini dijadwalkan dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang juga akan memberikan arahan. Turut hadir memberikan sambutan antara lain Ketua Umum Pimpinan Pusat JQH NU, Ketua PWNU Jawa Tengah, serta Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah. Konferwil ini akan diikuti sekitar 175 pengurus dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.Sekretaris Umum JQH NU Jawa Tengah, Dr. H. Andi P. Amir, menambahkan bahwa dukungan terhadap MTQ telah dilakukan jauh hari melalui berbagai program pembinaan. JQH NU aktif membina kader qari, hafizh, kaligrafer, dan mufassir mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.Selain itu, banyak pengurus JQH NU yang terlibat sebagai pelatih maupun dewan hakim dalam berbagai ajang MTQ. Pada MTQ XXI tingkat Jawa Tengah yang digelar 10–14 November 2025 di Slawi, Kabupaten Tegal, misalnya, lebih dari 25 pengurus wilayah dan cabang JQH NU turut berpartisipasi sebagai panitia dan dewan hakim.Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang menghimpun para huffazh, qurra, mufassir, kaligrafer, serta pecinta Al-Qur’an, JQH NU terus berkomitmen berperan dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam penguatan mental keagamaan dan kebangsaan. Organisasi ini didirikan pada 12 Rabi’ul Awal 1371 H atau bertepatan dengan 15 Januari 1951 oleh K.H. Abdul Wahid Hasyim.Tugas utama JQH NU adalah menjaga kesucian dan keagungan Al-Qur’an, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, dakwah, serta mempererat persatuan para penggiat Al-Qur’an dengan tetap berpegang pada manhaj Ahlussunnah wal Jamaah.Menjelang periode kepengurusan 2026–2031, sejumlah nama mulai mengemuka sebagai calon pemimpin JQH NU Jawa Tengah. Prof. KH Ali Imron diharapkan kembali melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua. Selain itu, muncul pula nama KH Hasyim Sila (Pesantren Tahfizh Zilalul Qur’an Jepara) dan KH Ahmad Baduhun Badawi (Pesantren Tahfizh Miftahul Huda Kendal).Dari kalangan perempuan, Nyai Hj. Haniq Maftuhah (Pesantren Sirojurrahim Temanggung) dinilai layak memimpin berkat pengalaman organisasinya, termasuk di Jam’iyah Perempuan Pengasuh Pesantren dan Muballighah (JP3M). Nama lain yang turut disebut antara lain Nyai Amaliatul Hamdanah Al-Hafizhah, Dr. H. Andi P. Amir, serta Dr. KH Choeroni, M.Ag Al-Hafizh.Selama masa khidmah 2021–2026, JQH NU Jawa Tengah berhasil memperkuat kelembagaan organisasi. Jika sebelumnya hanya terdapat belasan pimpinan cabang, kini seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah telah memiliki kepengurusan cabang. Bahkan, ratusan pimpinan anak cabang di tingkat kecamatan juga telah terbentuk dan dilantik.Berbagai program pembinaan terus dikembangkan, mulai dari bidang tafsir, Qira’at Sab’ah di sejumlah daerah seperti Brebes, Kota Semarang, dan Magelang, hingga pembinaan tilawah. Kegiatan berskala besar juga rutin digelar, seperti Khataman Akbar dan Doa Keselamatan Bangsa tahun 2023 di Masjid Raya Surakarta, tahun 2024 di Kabupaten Semarang, serta Halaqah Pengasuh Pesantren Tahfizh se-Jawa Tengah tahun 2025.Melalui Konferwil ini, diharapkan JQH NU Jawa Tengah semakin solid dalam mengemban amanah dakwah Al-Qur’an serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.
