2 mins read

Nikmat Allah Tak Terbatas, Hati Tenang dengan Amal Saleh

SEMARANG – nujateng.com – Kajian Sabtu Ceria kembali digelar dengan penuh kekhusyukan di masjid, diawali dengan mujahadah bersama jamaah. Setelah itu, kajian dilanjutkan dengan penyampaian materi tematik oleh Dr. KH. Multazam Ahmad, MA yang mengangkat tema tentang nikmat Allah yang tidak terbatas dan keyakinan akan rezeki dari-Nya.

Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa setiap kehidupan yang Allah ciptakan pasti telah disertai dengan jaminan rezeki. Oleh karena itu, manusia tidak perlu galau dan resah memikirkan urusan dunia secara berlebihan, seperti memikirkan “besok makan apa”. Yang jauh lebih penting, menurut beliau, adalah merenungkan apakah besok kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah atau tidak. Kesadaran inilah yang seharusnya menumbuhkan ketenangan dan rasa tawakal.

Dr. KH. Multazam Ahmad, MA kemudian mengutip Surat An-Nahl tentang perumpamaan binatang ternak, khususnya sapi. Beliau menjelaskan bahwa sapi memakan rumput, lalu di dalam perutnya terjadi proses pengolahan yang menghasilkan kotoran, namun di saat yang sama Allah juga mengeluarkan susu yang bersih dan bermanfaat bagi manusia. Ayat ini disebut sebagai ayat kauniyah, yakni tanda-tanda kekuasaan Allah di alam semesta yang mengajak manusia untuk berpikir, belajar, dan mengambil pelajaran.

Dari ayat tersebut, jamaah diajak untuk tetap tenang dalam menjalani kehidupan, serta terus istiqamah dalam beramal saleh, menjalankan amar makruf nahi munkar. Di tengah hiruk-pikuk dunia dengan beragam pola pikir manusia, kita dituntut untuk mampu memfilter informasi dan nasihat. Bahkan, apabila kebaikan itu disampaikan oleh siapa pun—termasuk dari seorang anak kecil—selama ucapannya benar dan baik, maka patut untuk didengar karena bisa menjadi hikmah dan pengingat bagi diri kita.

Beliau menegaskan bahwa pada hakikatnya setiap manusia diseru untuk amar makruf nahi munkar, sesuai dengan kapasitas dan perannya masing-masing. Begitulah bentuk kasih sayang dan kekuasaan Allah yang menciptakan berbagai macam kenikmatan untuk manusia. Oleh karena itu, Allah memerintahkan manusia untuk makan dan minum dari rezeki-Nya, namun dengan satu pesan penting: jangan berlebihan, serta pastikan yang dikonsumsi adalah halal dan thayyib, menjauhi perkara syubhat, apalagi yang haram.

Kajian Sabtu Ceria ini menjadi pengingat bagi jamaah untuk memperkuat iman, menenangkan hati, dan menata hidup dengan penuh rasa syukur atas nikmat Allah yang tiada batas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *