NUJATENG.COM – Di bawah naungan langit ilmu pengetahuan yang kian mekanistik, muncul sebuah gerakan yang tidak sekadar mengobati, melainkan “menjemput” kembali hakikat penyembuhan.
dr. Agus Ujianto, M.Si. Med., Sp.B., sosok yang kini menakhodai DPP IKA Unissula Semarang, melukis sebuah jalan perjuangan yang sunyi namun bergaung: sebuah inisiasi untuk membangunkan kembali “Apotik dalam Tubuh” yang telah lama terlelap dalam lipatan sejarah.
1. Kegelisahan: Melawan Dinginnya Industrialisasi
Langkah dr. Agus digerakkan oleh luka melihat dunia kesehatan yang terjebak dalam pusaran industrialisasi dingin.
Dia gelisah melihat degradasi peran klinisi; baginya, kompetensi seorang dokter tidak boleh digadaikan kepada industri.
Dokter sejati bukanlah sekadar perpanjangan tangan pabrik farmasi yang menyodorkan obat tanpa keterampilan, melainkan seorang intelektual yang mahir mengolah potensi biologis manusia demi mengejar mutu dan kompetensi yang tak terbeli oleh mesin-mesin produksi massal.
2. Gayung Bersambut: Kolaborasi Agung di Bumi Sultan Agung
Perjuangan ini menemukan momentum emasnya saat langkah beliau mendapat sambutan hangat dari pucuk pimpinan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), serta sinergi erat dengan Dekan FK Unissula.
Sebagai Direktur Utama RSI Sultan Agung, dr. Agus meyakini inilah saatnya para ahli unjuk kreativitas.
Semangat ini diperkuat dengan kepulangan para ksatria medis dari kawah candradimuka internasional, seperti dr. Fikri, Ph.D., Sp.JP, yang membawa pulang mutiara Ilmu Yamanaka dan teknologi iPSC (Induced Pluripotent Stem Cells).
Di tangan mereka, teknologi regeneratif bukan lagi sekadar impian, melainkan aplikasi klinis yang nyata.
3. Simfoni Multidisiplin: Dari Endovaskuler hingga Lintas Spesialisasi
Visi autologus dr. Agus kini merambah ke labirin pembuluh darah melalui aplikasi endovaskuler. Sebuah kolaborasi megah terjalin.
Radiologi Intervensi dan Endovaskuler
Membuka jalan melalui pembuluh darah menuju target organ dengan presisi tinggi.
Ahli Anestesi, Neurologi, dan Penyakit Dalam
Menjaga harmoni sistemik dan fungsi saraf dalam setiap intervensi.
Ahli Mata, Obgyn, Kulit Kelamin, THT, hingga Urologi
Bersatu padu mengaplikasikan terapi regeneratif autologus ke berbagai organ tubuh.
Progresivitas ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya keras untuk menyetarakan posisi dengan para pejuang autologus dunia yang telah melangkah menuju industrialisasi.
Namun, dr. Agus tetap pada garis apinya: jika industri mengejar kuantitas, maka jalan autologus di RSI Sultan Agung adalah jalan mengejar mutu klinis dan kedalaman kompetensi.
4. Fenomena “Homing” dan Kedaulatan Syariah
Dalam risetnya, dr. Agus mendalami mukjizat “Homing”—kecerdasan sel autologus untuk menemukan jalan pulang ke jaringan yang luka.
Secara ilmiah, sel autologus memiliki navigasi yang lebih akurat dibandingkan sel alogenik produk industri, karena ia tidak memicu barikade pertahanan imun.
Liku perjuangan ini juga menyentuh tebing dogma. Dengan prinsip Istihalah, beliau membuktikan bahwa pengolahan materi biologis mandiri adalah jalan yang Halalan Thayyiban.
Laboratorium Autologus RSI Sultan Agung kini bersiap menjadi pusat rujukan internasional, menjadi mitra strategis bagi ilmuwan dunia untuk memastikan upaya kesehatan selalu dinamis dan bermartabat.
5. Penutup: Mengukir Kedaulatan dalam Nadi
Inisiasi kembali “Apotik dalam Tubuh” adalah puisi panjang tentang keberanian melawan arus. Di bawah payung UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, dr. Agus Ujianto dan keluarga besar Sultan Agung membuktikan bahwa martabat dokter terletak pada keberaniannya untuk tidak hanya bergantung pada resep industri, tetapi pada keterampilan intelektual dalam mengolah anugerah Tuhan yang ada di dalam tubuh pasien.
”Kesehatan yang dinamis lahir dari tangan-tangan dokter yang terampil dan kolaborasi yang tanpa sekat. Di Lab Autologus ini, kita tidak hanya mengolah sel, kita sedang merajut kembali martabat kedokteran Indonesia di mata dunia.”***


