4 mins read

Zarkasi SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang, Ikhtiar Spiritual dan Penguatan Keakraban Guru

SEMARANG – nujateng.com – Guru dan pegawai SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang melaksanakan kegiatan Ziarah dan Doa Bersama (Zarkasi) sebagai tradisi tahunan sekolah yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Senin kemarin hingga Selasa hari ini, sebagai bentuk ikhtiar lahir dan batin dalam mendoakan para siswa, keluarga besar sekolah, serta keberlangsungan pendidikan agar senantiasa mendapatkan keberkahan dan perlindungan Allah SWT.
Kegiatan Zarkasi diketuai oleh Mochamat Fatih, S.Pd.I dan diikuti oleh seluruh guru serta pegawai dengan penuh kekhidmatan. Tradisi ini telah menjadi budaya sekolah yang terus dijaga, sebagai sarana meneladani perjuangan para ulama, tokoh pendiri, serta pendidik yang telah berjasa dalam dunia pendidikan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah kubur ke sejumlah makam ulama dan tokoh inspiratif, yang dilaksanakan secara runtut sebagai berikut:
Rute pertama, rombongan berziarah ke makam Ibu Hj. Sri Sumarsi, istri Letjend (Purn) Moenadi, Gubernur Jawa Tengah periode 1966–1974. Beliau bersama keluarga memiliki peran besar dalam perintisan Yayasan Pusat Pendidikan Islam Baiturrahman, yang menjadi pondasi berdirinya SD Hj. Isriati.
Lokasi: TPU Bergota 2, Randusari, Kota Semarang.
Rute kedua, rombongan melanjutkan ziarah ke makam almarhum Bapak Irhamna, guru SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang, yang dimakamkan di Kompleks Makam Sunan Kuning (Sunan Muradi). Ziarah ini menjadi momen penuh haru dan refleksi, sebagai bentuk penghormatan atas jasa almarhum yang dikenal sebagai pejuang pendidikan, istiqamah, dan penuh pengabdian, serta menjadi sumber inspirasi bagi para guru lainnya. Doa bersama dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Rute ketiga, rombongan berziarah ke makam Simbah KH. Sholeh Darat, ulama besar Nusantara dan guru para ulama besar seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan, serta penulis tafsir Faidhur Rahman.
Lokasi: Kompleks Pemakaman Umum Bergota 1, Randusari, Semarang Selatan.
Rute keempat, ziarah dilanjutkan ke makam Syaikh Jumadil Kubro, Sayyid Jamaluddin Akbar al-Husaini, leluhur sebagian besar Walisongo dan tokoh penting penyebaran Islam di tanah Jawa.
Lokasi: Jl. Yos Sudarso, Terboyo Kulon, Genuk, Kota Semarang.
Rute kelima, rombongan menuju makam Syaikh Hasan Munadi di Nyatnyono, ulama kharismatik penyebar Islam di lereng Gunung Ungaran yang dikenal dengan peninggalan Sendang Nyatnyono sebagai wasilah doa.
Lokasi: Desa Nyatnyono, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Rute keenam, ziarah dilanjutkan ke makam Syaikh Nur Muhammad (Kyai Nur Muhammad Ngadiwongso) di Salaman, Magelang, waliullah yang dikenal sebagai guru spiritual Pangeran Diponegoro.
Lokasi: Dusun Ngadiwongso, Desa Ngadirojo, Salaman, Magelang.
Rute ketujuh, rombongan berziarah ke makam KH. Muhaiminan Gunardho di Parakan, Temanggung. Beliau adalah mursyid Thoriqoh Syadziliyah dan pendiri Pondok Pesantren Bambu Runcing, sekaligus tokoh pejuang yang mewarisi semangat perjuangan melawan penjajah.
Lokasi: Kompleks Ponpes Bambu Runcing, Jetis Kauman, Parakan.
Rute kedelapan, rangkaian ziarah ditutup dengan ziarah ke makam KH. Muntaha Al-Hafidz di Wonosobo, ulama besar yang dikenal sebagai Maestro Al-Qur’an Indonesia dan penggagas Mushaf Al-Qur’an Akbar dan sowan pengasih sekaligus ngalap berkah forum silaturrahim,
Lokasi: Deroduwur, Mojotengah, Wonosobo.
Setelah rangkaian ziarah hari pertama selesai, rombongan bermalam di Hotel Horison. Pada malam keakraban tersebut, seluruh peserta mengikuti kegiatan dzikir dan Mahallul Qiyam yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Lantunan shalawat, dzikir, dan doa bersama dipanjatkan sebagai ungkapan syukur serta permohonan agar seluruh guru, pegawai, siswa, dan keluarga besar sekolah senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah pendidikan.
Kepala SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang, Ibu Indah Hariyanti, S.Psi, menyampaikan bahwa kegiatan Zarkasi merupakan ikhtiar spiritual yang penting untuk menjaga keseimbangan antara profesionalitas pendidik dan ketenangan batin. Melalui doa bersama dan keteladanan para ulama, diharapkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat pengabdian semakin menguat dalam diri para guru.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan jeep menuju kawasan Dieng, sebagai penutup rangkaian Zarkasi. Perjalanan ini menjadi momentum refleksi alam, mempererat keakraban, serta menumbuhkan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin.
Melalui kegiatan Zarkasi, SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang berharap tradisi doa, ziarah, dan kebersamaan ini terus terjaga sebagai budaya sekolah, sekaligus menjadi wasilah keberkahan bagi seluruh civitas akademika dan generasi peserta didik.

 

https://www.facebook.com/share/17Xav85Zts/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *