MDT Al Mukhlisin Melaksanakan Acara Akhirussanah, Wisuda Angkatan ke 26 dan Houl Si Mbah KH. Fadhil

UNGARAN, NUJATENG.COM – Bulan ruwah ditandai sebagian Umat Muslim untuk melaksanakan acara Akhirussanah dan wisuda santri-santrinya, baik santri TPQ dan Madin.
Madrasah Tanfidziah Al Mukhlisin melaksanakan acara Akhirussanah, wisuda angkatan yang ke 26, serta Houl Si Mbah KH. Fadhil pada hari Jumat, (07/02/2026) di Kampusnya.
Kampus Madharasah Tanfidziah Al Mukhlisin beralamat di Gundang, RT 02/03, Nyatnyono, Ungaran Barat, Semarang dibawah pimpinan Kyai Abdul Rohman.
Kyai Abdul Rohman sebagai pimpinan, pengasuh dan sesepuh MDT Al Mukhlisin menceritakan kepada awak media, bahwa beliau melanjutkan perjuangan orang tuanya.
“Simbah Kyai Abdul Wahab adalah pendirinya Madharasah Diniyah Al Mukhlisin dan adiknya bernama Kyai Haji Muhamad Wahib adalah bapak saya,.”katanya
“Semenjak di tinggal Mbah Wahab karena pindah ke Jambon Kauman, Semarang, Madrasah vacum cukup lama. Untuk pembelajaran dulunya menempati bangunan sementara di rumah Kyai Abdul Wahab, pada waktu itu saya masih di pondok pesantren, kemudian sepulangnya saya dari pondok pesantren, punya inisiatif untuk menghidupkan kembali.” urainya
Dulu Madrasah Diniyah Al Mukhsin dinamai oleh Mbah Wahab sebagai pondok pesantren Al Mukhlisin, namun setelah saya kelola, saya tegaskan menjadi Madrasah Diniyah, karena santrinya tidak ada yang mukim disini. Mereka pada pulang ke rumah masing-masing disebut juga santri kalong.
“Setelah vakum sekian lama, saya dirikan kembali pada tahun 1990 sampai sekarang. Dan mulai saat itu diadakan acara Akhirussanah tiap tahunnya dan peserta didiknya pernah mencapai sekitar 200 orang, karena waktu itu delap, ngaglik, gundang dan sipol tidak ada.”jelasnya

Kyai Abdul Rohman yang juga Ketua FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Tanfidziah) Jawa Tengah menyampaikan untuk acara wisuda sebenarnya mengadopsi dari pondok pesantren, dimana santri-santri yang diwisuda adalah yang bisa menghafal 42 hadist baik arbai maupun nawawi.
“Dan pada tahun ini 2026 santri yang bisa menyelesaikan hafalan 42 hadist Arbai dan Nawawi ada 4 orang dan masing-masing mendapatkan hadiah dari khusus dari saya.” jelasnya
“Adapun fadilah dari santri yang bisa menghafal 42 hadist Arabi dan Nawawi adalah satu orang bisa mensyafaati 100 orang apalagi 4 orang. “urainya
Sebagai puncak acara Akhirussanah adalah tausiyah atau mauidloh hasnah dan sebagai penceramahnya adalah Kyai Agus Masna Fauzan dari Mendiro, Ungaran Timur, Semarang.

Kyai Agus Masna Fauzan yang juga pengasuh Pondok Pesantren Hidayatussuban Mendiro dan Payaman, Magelang menyampaikan sebagian orang tua harus selektif memilih lingkungan pergaulan dan pendidikan aklaq kepada anak.
“Jka kita kepingin punyak anak yang alim, akhlaqnya baik, sholeh sholehah maka dekatkanlah dengan para ulama dan Kyai.”jelasnya
Sebagai contoh dulu di Rembang ada seseorang yang namanya Mbah Haji Sutopo hikmat ke Kyai Kholil Harun di Kasinan. Kaji Sutopo seorang blantik (penjualan kambing) sukses, minta doa kepada Kyai Kholil Harun, agar anak laki-lakinya yang namanya Bisri kelak bisa menjadi seorang Kyai seperti njenengan(kamu). Kata Mbah Kholil anakmu bisa menjadi orang yang Alim atau Kyai jika kamu sama Kyai perhatian dan memuliakannya.
“Sutopo menjadi Mustofa punya anak namanya Mbah Bisri, menjadi Bisri Mustofa punya anak laki-laki namanya Kyai Kholil Bisri punya anak namanya Adib, jadi Kyai Adib Bisri, punya anak Mustofa jadi Kyai Mustofa Bisri. Mustofa Bisri bukan keturunan Kyai tapi bisa menjadi kyai karena dekat sama Kyai.”urainya
Sebagai doa penutup, semoga malam ini kita hormat dalam Houlnya Si Mbah Kyai Fadil, semua jamaah mendapatkan keberkahannya.
“Dan juga Madrasah Diniyah Al Mukhlisin selalu mendapatkan keberkahan dan santrinya semakin banyak.” tambahnya.***
