2 mins read

Doa dan Keyakinan Nabi Musa di Saat Terdesak

nujateng.com – Dalam sejarah para nabi ada satu kisah yang selalu menggugah hati dan meneguhkan iman kisah Nabi Musa ‘alaihis salam ketika dikejar oleh Firaun dan bala tentaranya.

Saat itu, Nabi Musa bersama Bani Israil melarikan diri dari Mesir setelah sekian lama hidup dalam penindasan.

Namun di depan mereka terbentang lautan luas, sementara di belakang, Firaun datang dengan pasukan lengkap untuk membinasakan mereka.

Di tengah ketakutan dan kepanikan kaumnya, Bani Israil berkata,

Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul!”.  (QS. Asy-Syu‘ara: 61)

Namun Nabi Musa dengan  hati yang penuh keyakinan kepada Allah, menjawab dengan tegas:

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”  (QS. Asy-Syu‘ara: 62)

Jawaban ini bukan sekadar kalimat penghibur. Itu adalah deklarasi iman, sebuah keyakinan sejati bahwa pertolongan Allah selalu datang kepada orang yang percaya dan berserah diri.

Do’a Nabi Musa di Saat Sulit

Ketika berada di titik paling genting, Nabi Musa memanjatkan doa tulus kepada Allah:

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”  (QS. Al-Qashash: 21)

Do’a yang sederhana namun penuh makna. Ia tidak mengeluh, tidak menyalahkan keadaan dan tidak berputus asa.

Nabi Musa hanya meminta perlindungan dan menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada Allah.

Keajaiban yang Terjadi

Lalu datanglah perintah Allah:

Pukullah laut itu dengan tongkatmu.”
(QS. Asy-Syu‘ara: 63)

Dan seketika, laut pun terbelah, membuka jalan yang kering untuk Nabi Musa dan Bani Israil.

Mereka berjalan dengan aman, sementara Firaun dan tentaranya tenggelam di tengah lautan yang kembali menyatu.

Keajaiban itu menjadi bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Ketika semua jalan tertutup, Allah mampu membuka jalan bahkan di tengah laut.

Kisah Nabi Musa bukan sekadar sejarah lama. Ia adalah cermin kehidupan kita hari ini.

Kadang kita pun merasa terhimpit di depan ada masalah besar di belakang ada tekanan hidup. Kita merasa tak ada jalan keluar.

Hikmah dari cerita ini :

1. Tetap tenang ketika semua panik.
Seperti Nabi Musa, jangan biarkan ketakutan mengalahkan keyakinan.

2. Berdoa dengan sungguh-sungguh.
Bukan sekadar ucapan, tapi doa dari hati yang yakin akan pertolongan Allah.

3. Bertindak sesuai petunjuk Allah.
Musa memukul laut dengan tongkatnya, tindakan kecil yang disertai iman besar.

4. Percaya bahwa pertolongan Allah selalu datang tepat waktu.

Tidak cepat, tidak lambat -tapi selalu pada saat yang paling dibutuhkan.

Saat kita berada dalam kesulitan, ingatlah do’a Nabi Musa:

“Rabbī najjinī minal-qaumizh zhālimīn”

Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”

Jadikan do’a ini pegangan setiap kali hidup terasa buntu.

Karena ketika hati yakin, tangan berdoa dan langkah mengikuti petunjuk Allah bahkan lautan pun akan terbelah untuk kita.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *