Gus Baha: Jagalah Iman Sebagaimana Engkau Menjaga Kesehatan Fisik
BANJARNEGARA. nuonline.com – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dikenal sebagai ulama yang menasihati umat dengan bahasa sederhana namun penuh makna.
Salah satu pesan yang beredar melalui sosial media Instagram akun @kiyaigusbaha adalah, “Jagalah iman, sebagaimana engkau menjaga kesehatan fisik.”
Kalimat singkat itu terdengar ringan, tetapi memiliki kedalaman luar biasa. Setiap hari manusia begitu peduli pada kesehatan tubuh.
Kita memilih makanan bergizi, berolahraga, dan memastikan cukup tidur agar fisik tetap kuat. Namun, bagaimana dengan kesehatan batin dan iman? Apakah sudah dirawat dengan perhatian yang sama?
Menurut Gus Baha, iman juga perlu perawatan yang teratur dan konsisten. Iman tidak cukup hanya diyakini di dalam hati, melainkan harus dijaga agar tetap hidup dan tumbuh.
Gus Baha menekankan empat cara utama untuk menjaga iman: zikir, ilmu, shalat, dan sabar.
Pertama, zikir adalah cara untuk menjaga hati tetap hidup. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang dan jauh dari kegelisahan duniawi.
Zikir juga menumbuhkan kesadaran bahwa semua yang terjadi dalam hidup berada dalam kendali Allah.
Kedua, ilmu berperan sebagai penerang jalan iman. Tanpa ilmu, seseorang mudah salah memahami agama dan bisa terjebak dalam kebodohan spiritual.
Itulah mengapa Gus Baha sering menekankan pentingnya belajar agama dengan niat yang tulus, agar amal ibadah tidak sekadar ritual, tetapi penuh makna.
Ketiga, shalat adalah pondasi utama dalam menjaga hubungan dengan Allah. Ibarat olahraga bagi tubuh, shalat adalah ‘latihan ruhani’ bagi jiwa.
Melalui shalat yang khusyuk, seseorang melatih disiplin, ketenangan, dan kepasrahan kepada Sang Pencipta.
Keempat, sabar menjadi kunci kekuatan iman. Dalam hidup, ujian dan kesulitan tidak bisa dihindari. Dengan sabar, seseorang belajar menerima takdir tanpa kehilangan harapan.
Sabar bukan berarti pasif, melainkan sikap teguh dan tenang menghadapi setiap cobaan.
Gus Baha mengingatkan, jika tubuh perlu makan, maka iman perlu asupan spiritual. Tanpa zikir, ilmu, shalat, dan sabar, iman bisa melemah seperti tubuh yang kehilangan tenaga.
Merawat iman berarti memastikan hati selalu bersih, pikiran terarah, dan tindakan sesuai dengan nilai-nilai Islam.***
Dengan menjaga iman sebagaimana kita menjaga kesehatan fisik, hidup menjadi lebih seimbang. Tubuh yang sehat akan menopang amal, sedangkan iman yang kuat akan menuntun amal menuju ridha Allah. Sehat jasmani tanpa iman hanya melahirkan kekuatan tanpa arah, sedangkan iman tanpa perhatian bisa pudar di tengah godaan dunia.
Pesan sederhana Gus Baha ini mengajak kita untuk menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Karena pada akhirnya, tubuh yang sehat akan berakhir di tanah, sementara iman yang terjaga akan menjadi cahaya penuntun menuju kehidupan abadi.***
