Buya Yahya Ungkap Rahasia di Balik Doa Tanpa Sholawat: Tertunda atau Tetap Diterima Allah SWT?
3 mins read

Buya Yahya Ungkap Rahasia di Balik Doa Tanpa Sholawat: Tertunda atau Tetap Diterima Allah SWT?

NUJATENG.COM – Berdoa adalah amalan paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Setiap hari, umat Islam menengadahkan tangan memohon kepada Allah SWT, baik dalam shalat wajib lima waktu Isya, Subuh, Zuhur, Asar, hingga Maghrib maupun dalam berbagai kesempatan lain.

Namun, di balik rutinitas berdoa itu, banyak yang masih bertanya: apakah doa tanpa sholawat bisa tertunda dikabulkan Allah SWT?

Pertanyaan ini akhirnya dijawab secara jelas oleh Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengajian Al-Bahjah, dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Al-Bahjah TV berjudul “Do’a yang Harus Diawali dan Diakhiri dengan Sholawat” pada 6 Oktober 2021.

Doa Tanpa Sholawat: Tertunda atau Tidak?

Buya Yahya menjelaskan bahwa doa tanpa sholawat tidak serta-merta tertunda atau tidak diterima oleh Allah SWT.

“Doa yang tidak disertai sholawat bukan tertunda, bisa saja diterima tanpa sholawat. Akan tetapi, dengan bersholawat itu lebih sempurna dalam berdoa, lebih mudah dikabulkan,” ujar Buya Yahya.

Menurut beliau, membaca sholawat saat berdoa adalah bentuk penyempurnaan doa agar lebih berkah dan lebih cepat diijabah oleh Allah SWT. Sholawat merupakan bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW, dan dengan menyebut nama beliau dalam doa, rahmat Allah akan lebih luas mengalir kepada hamba-Nya.

Tidak Semua Doa Harus Didahului Sholawat

Meski demikian, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak semua doa wajib diawali dan diakhiri dengan sholawat. Ada kondisi di mana waktu dan situasi tidak memungkinkan seseorang untuk membaca sholawat terlebih dahulu.

“Keterbatasan waktu menjadikan doa tidak perlu didahului dan diakhiri sholawat, misalnya doa mau makan,” jelas Buya Yahya.

Artinya, doa pendek yang sering diucapkan dalam aktivitas harian seperti doa sebelum makan, masuk rumah, atau masuk masjid tetap sah dan tidak kehilangan nilainya di sisi Allah SWT meski tidak disertai sholawat.

Keutamaan Membungkus Doa dengan Sholawat

Walau bukan kewajiban mutlak, Buya Yahya menekankan bahwa doa yang dibungkus dengan sholawat akan lebih mudah diterima oleh Allah SWT.

Para ulama mengajarkan agar seorang Muslim mendahului dan mengakhiri doanya dengan sholawat, karena Rasulullah SAW adalah makhluk paling mulia di sisi Allah. Dengan begitu, doa seorang hamba menjadi lebih “lengkap” dan lebih indah di hadapan-Nya.

Selain sholawat, Buya Yahya juga mengingatkan pentingnya mengawali doa dengan amal baik, seperti bersedekah, berzikir, atau mengucap syukur, serta menyertakan permohonan ampun kepada Allah SWT agar doa semakin mudah diijabah.

Sholawat Membawa Doa Lebih Dekat ke Langit

Penjelasan Buya Yahya menegaskan bahwa doa tanpa sholawat tetap bisa diterima, tetapi doa dengan sholawat lebih sempurna dan lebih cepat sampai kepada Allah SWT.

Dengan berdoa disertai sholawat, umat Islam tidak hanya memohon kepada Allah, tapi juga memuliakan kekasih-Nya Nabi Muhammad SAW.

“Doa yang disertai sholawat adalah doa yang indah, lengkap, dan penuh keberkahan,” tutup Buya Yahya.

Semoga penjelasan Buya Yahya ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu memperindah doa dengan sholawat, agar doa-doa kita lebih cepat menembus langit dan diterima oleh Allah SWT.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di portalpekalongan.com dengan judul: Doa Tanpa Sholawat, Tertunda sampai ke Allah? Begini Penjelasan Buya Yahya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *