Sunarti: Pentingnya Diklat Jurnalistik sebagai Bagian dari Penguatan Literasi Sekolah
BANJARNEGARA – nujateng.com – Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Banjarnegara yang juga guru Mapel Bahasa Indonesia SMAN 1 Banjarnegara Sunarti menyatakan pelatihan jurnalistik tidak sekadar untuk meningkatkan skill siswa peserta menjadi lebih baik dalam hal menulis berita, namun juga penting untuk penguatan literasi terhadap ilmu dan dunia jurnalistik itu sendiri.
“Bagi kami, kegiatan ini sangat membanggakan, karena animo siswa mengikuti kegiatan luar biasa. Ada 116 siswa perwakilan SMA/SMK/MA dari seluruh wilayah Kabupaten Banjarnegara. Kami menggelar pelatihan kegiatan ini dengan tema ‘Jurnalistik di Era Digital Gerakan Menulis di Media dalam Rangka Menyongsong Indonesia Emas 2045,’ dengan tujuan anak-anak semakin pandai menulis berita,” kata Sunarti saat pidato di acara pembukaan diklat jurnalisti di Aula SMAN 1 Banjarnegara, Senin, 27/10/2025.
Sudarto SPd MM, kepala SMAN 1 Banjarnegara saat pidato sebelum membuka diklat jurnalistik mengharapkan kegiatan ini bisa meningkatkan kemampuan peserta dalam hal menulis. Tidak hanya menulis berita, namun menulis makalah apa saja, termasuk persiapan menulis karya tulis, skripsi atau apa saja.

“Kami harap dari kegiatan ini muncul bibit-bibit unggul di dunia jurnalistik di masa depan,” katanya.
Ali Arifin, pimred nujateng.com, portalpekalongan.com, dan banjarnegaraku.com tampil sebagai pembicara tunggal dalam kegiatan yang digelar oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA se Banjarnegara itu
Ali Arifin juga menjelaskan konsep dasar jurnalistik. Wartawan harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas. Wartawan harus memahami teori jurnalistik, produk-produk jurnalistik, bentuk-bentuk berita, struktur redaksi dan sebagainya.

“Tak hanya itu, skill atau kemampuan menulis berita, mencari angle yang menarik, menguasai teknik repotase, hingga penggunaan atau pemilihan bahasa yang baik sesuai standar Bahasa Indonesia Baku. Adapun definisi jurnalistik yaitu serangkaian aktivitas untuk menyebarluaskan informasi melalui media (cetak, elektronik, cyber) dengan mendasarkan kaidah bahasa dan kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Dan, lanjut dia, hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh para wartawan saat menulis berita adalah 5 W + 1 H.
Pentingnya 5 W + 1 H dalam membuat berita. Beroita apa saja bentuknya, terutama straight news atau berita langsung.

“Konsep dasar jurnalistik dalam pembuatan yaitu 5W+1 H yaitu What (Apa), Who (siapa), Where (di mana), When (kapan), dan Why (mengapa)) ditambah How (bagaimana). Jangan sampai pembaca berita bertanya kapan kejadiannya? siapa yang ngomong?” kata Ali Arifin, saat menjadi pemateri Kegiatan Pelatihan Jurnalistik dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Tahun 2025.
Lebih jauh Ali Arifin menambahkan bahwa mengapa setiap berita harus memenuhi kaidah baku 5 W + 1 H, karena publik pembaca (situs online, dot com), pemirsa (tv) dll ingin mendapatkan informasi yang lengkap.
“Mereka akan sangat respek kepada media yang bisa menampilkan berita lengkap 5W + 1 H. Mereka tidak lagi mengernyitkan dahi atau mengeluh, dan bergumam: berita tidak lengkap gini kok disajikan di media mainstream. Jangan sampai pembaca atau pemirsa televisi kurang puas karena penyajian sebuah berita tidak lengkap.”***
(Annisa Zahra Mauludina / SMAN 1 Banjanegara)
