Dibalik Rob, Komitmen Dokter RSI Sultan Agung dan Santri Berkolaborasi Membangun dan Melayani Peradaban Kesehatan
2 mins read

Dibalik Rob, Komitmen Dokter RSI Sultan Agung dan Santri Berkolaborasi Membangun dan Melayani Peradaban Kesehatan

SEMARANG – nujateng.com – Peringatan Hari Dokter Nasional/Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) tahun ini diwarnai dengan semangat kolaborasi yang mendalam antara tenaga kesehatan profesional dan komunitas religi.

Di tengah tantangan rob yang melumpuhkan kawasan Kaligawe dan Terboyo, Komite Medis RSI Sultan Agung dan komunitas Santri berpadu menggelar aksi bakti sosial (Baksos) kesehatan terpadu.

Aksi ini tidak hanya bertujuan mengobati penyakit fisik, tetapi juga menegaskan kembali komitmen bersama untuk melayani dan membangun peradaban kesehatan yang tangguh, bahkan dalam kondisi bencana.

Jiwa Heroik: Operasi Berjalan Tanpa Henti di Tengah Banjir

Kawasan sekitar RSI Sultan Agung di Kaligawe seringkali menjadi medan perjuangan para tenaga medis. Dr. H. Harka Prasetya, Sp.M., selaku Ketua Komite Medis RSI Sultan Agung, menyoroti dedikasi luar biasa yang ditunjukkan para dokter, baik di lapangan maupun di dalam ruang operasi.

Di saat akses jalan lumpuh, dr. Sulaiman, Sp.U. (Urologi), yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Medis, tetap melaksanakan jadwal operasi di kamar bedah RSI Sultan Agung, berlangsung dari pagi hingga malam hari. Keputusan ini menunjukkan prioritas rumah sakit terhadap keselamatan pasien yang membutuhkan tindakan segera.

Komitmen ini diamini oleh dr. Kinanti, Sp.An. (Anestesi), yang mendampingi proses operasi. “Dalam situasi rob, tantangan terbesar adalah menjaga stabilitas. Kami harus memastikan semua peralatan vital dan tim pendukung operasi tersedia, sementara di luar, akses lumpuh. Namun, pelayanan dan nyawa pasien tidak bisa ditunda,” ungkap dr. Kinanti.

Semangat menjalankan pelayanan tanpa kompromi ini didukung penuh oleh manajemen dan fasilitas. Kepala Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSI Sultan Agung, dr. Arif, Sp.OT. (Ortopedi), memastikan bahwa kesiapan kamar operasi (termasuk sterilitas, pasokan listrik, dan ketersediaan tim bedah) tetap terjaga optimal, membuktikan ketangguhan sistem rumah sakit dalam kondisi darurat.

Dukungan Blusukan Direksi dan Sinergi Santri

Di luar kamar operasi, semangat heroik para dokter didukung penuh oleh Direksi RSI Sultan Agung. Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si, Med, Sp.B., dikenal secara rutin blusukan bersama aparat terkait—seperti Danramil dan Kapolsek setempat—serta para relawan. Blusukan ini dilakukan langsung ke titik-titik paling terdampak di sepanjang Kaligawe dan Terboyo untuk memastikan kelancaran akses evakuasi pasien dan mendistribusikan bantuan darurat.

Secara paralel, bakti sosial kesehatan yang dilaksanakan di sekitar Masjid Baiturrahman melibatkan aktif komunitas santri sebagai relawan. Pelayanan difokuskan pada penanganan kesehatan pascabanjir, seperti peningkatan drastis kasus penyakit kulit dan jamur dan pemberian akses obat untuk pasien penyakit degeneratif yang terhambat mobilitasnya.

Kolaborasi antara Komite Medis, Direksi, dan Santri ini merupakan fondasi nyata dalam membangun peradaban yang tangguh di tengah ancaman lingkungan. Kesehatan yang kuat di masyarakat adalah kunci peradaban yang berdaya tahan, dan para dokter bersama santri telah membuktikan komitmen mereka untuk mewujudkan hal itu, bahkan di balik genangan rob Kaligawe.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *