By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
Reading: Pergerakan Alumni Pesantren dalam Menjaga Marwah Kyai Pesantren Berharap Ridlo Ilahi
Share
Font ResizerAa
Search
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Pergerakan Alumni Pesantren dalam Menjaga Marwah Kyai Pesantren Berharap Ridlo Ilahi
Berita

Pergerakan Alumni Pesantren dalam Menjaga Marwah Kyai Pesantren Berharap Ridlo Ilahi

Ali Arifin
Last updated: October 22, 2025 12:00 am
Ali Arifin
Published: October 22, 2025
Share
SHARE

Oleh : Akhmad Sururi*)

nujateng.com – Menjelang Hari Santri Nasional tahun 2025 dunia Pesantren dan Kyainya terluka oleh tangan tangan yang tidak memahami Pesantren.

Di awali dengan ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo disusul dengan tayangan penghinaan oleh Trans 7 kepada KH Anwar Mansur Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo dan tradisi pesantren yang selama ini sudah berjalan.

Tayangan Trans 7 inilah yang memantik pergerakan secara masif seluruh alumni Pesantren khususnya alumni Lirboyo dan alumni yang lainnya.

Mereka bergerak melakukan demonstrasi mengecam dengan keras tayangan Trans 7 dengan menyampaikan beberapa tuntutan.

Pergerakan aksi ini tentu menjadi catatan sejarah untuk komunitas sarungan yang selama ini tidak pernah turun ke jalan (demonstrasi).

Para alumni Pesantren lebih banyak disibukkan oleh kegiatan keumatan dalam bentuk khidmah kepada masyarakat. Sehingga nyaris tidak ada ruang untuk melakukan demonstrasi.

Akan tetapi begitu yang terusik adalah marwah Kyai dan Pesantren dengan spontanitas tanpa komando, alumni Pesantren bergerak dengan aksi demonstrasi.

Mereka tidak digerakkan oleh Kyai atau siapapun yang didapuk menjadi aktor intelektual. Akan tetapi pergerakan aksi mereka benar benar tulus karena keterpanggilan nurani karena merasa tidak terima atas penghinaan terhadap Kyai dan Pesantren.

Menjaga marwah Kyai dan Pesantren menjadi bentuk khidmah santri sepanjang massa. Saat sudah di rumah menjadi alumni Pesantrenpun keterpanggilan khidmah terapatri dalam hati alumni.

Sehingga saat kehormatan Kyai dan Pesantren terciderai tanpa berfikir panjang melakukan langkah pergerakan aksi dengan salah satu tajuk bela Kyai dan Pesantren.

Sungguh merupakan pemandangan yang baru terjadi di republik Indonesia saat aksi menyampaikan aspirasi diiringi dengan lantunan bait Alfiyah Ibnu Malik dan Sholawat Ala Lirboyo.

Inilah yang membedakan demontrasi santri dengan yang lainnya. Selama ini aksi demonstrasi sarat dengan muatan anarkis. Hal ini sebagaimana yang terjadi saat akhirnya Agustus 2025 di beberapa daerah.

Berbeda dengan aksi alumni santri dengan pakaian khas sarung dan peci hitam yang menjaga nilai kesantunan dan adab. Inilah yang menjadi pesan salah satu Dzuriyah Lirboyo, agar dalam beraksi tetap menjaga akhlak santri. Sehingga meskipun mereka berteriak, tapi tetap menjaga etika sebagai santri.

Lebih dari itu di ruangan saat diplomasi dengan beberapa pihak terkait, alumni santri bisa menyempaikan bahasa yang santun dengan muatan akademik yang tidak kalah dengan mereka yang belajar di bangku perkuliahan.

Pergerakan yang dilakukan oleh alumni santri di beberapa daerah sesungguhnya bisa menjadi langkah awal bagi beberapa pihak untuk mengukur kekuatan alumni santri.

Alumni Pesantren yang tersebar di setiap pelosok desa bahkan hari ini sampai di kota kota dalam ukuran kuantitas apakah berbanding lurus dengan pergerakan sebagaimana yang dilakukan oleh komunitas mahasiswa.

Berkaca pada Resolusi Jihad sebagai tonggak mempertahankan NKRI di bawah komando KH Hasyim Asy’ari sesungguhnya yang bergerak mayoritas Santri. Ribuan santri bergerak membela bangsa dengan dengan ketulusan hati. Bahkan menurut beberapa saksi sejarah yang membunuh Jendral Mallaby adalah santri , termasuk yang menurunkan bendera di hotel Yamato juga santri.

Oleh karena itu saat perjuangan kemerdekaan santri bela negeri, hari ini menjadi kewajiban santri bela Kyai dan Pesantren. Membela Kyai dan Pesantren menjadi implementasi khidmah yang berharap kepada berkah.

Saat nyantri di Pesantren khidmah bukanlah diperbudak akan tetapi bentuk kepatuhan kepada Sang Guru Ruhani. Begitupun saat menjadi alumni, keterpanggilan khidmah mewarnai di hati dengan harapan mendapatkan ridlo Ilahi.***

*)Akhmad Sururi  adalah Alumni Lirboyo Kediri Angkatan Tahun 2000

You Might Also Like

Siswa SMAN 1 Sigaluh Raih Juara 3 di Kejuaraan PSHT se-Jateng-DIY
Film “Nglangut” Karya SMAN 1 Wanadadi Raih Juara 3
SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Harumkan Nama YPKPI Masjid Raya Baiturrahman di Panggung Dunia
Ubah Bencana Banjir dan Rob Jadi “Heritage Kaligawe Sultan Agung Water Canal”
JHNU Kota Semarang Selenggarakan Zarkasi ke Bali, Perkuat Ukhuwah dan Spirit Keislaman
TAGGED:boikot trans 7lirboyotrans 7
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?