PPFF Semarang Cetak Santri Kuat Ilmu Agama, Punya Kecakapan Hidup dan Mandiri Ekonomi
3 mins read

PPFF Semarang Cetak Santri Kuat Ilmu Agama, Punya Kecakapan Hidup dan Mandiri Ekonomi

NUJATENG.COM – SEMARANG –Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadlul Fadhlan (PPFF), DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., bersama Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah, S.Pd.I benar-benar fokus mendidik para santrinya  tak hanya kuat dalam hal ilmu agama namun juga nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan etos kerja islami menjadi karakter yang melekat dalam praktik usaha.

Melalui Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang tidak hanya mencetak santri yang kuat secara keilmuan agama, tetapi juga memiliki kecakapan hidup dan kemandirian ekonomi.

Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang merupakan tulang punggung kemandirian ekonomi pesantren.

BUMP ini dibangun sebagai sistem usaha terintegrasi yang menopang keberlangsungan pendidikan pesantren sekaligus menjadi media pembelajaran kewirausahaan bagi santri.

BUMP PPFF dikelola dengan prinsip profesional, amanah, dan berorientasi keberlanjutan.

Seluruh unit usaha berada dalam satu manajemen pesantren dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal pesantren, memberdayakan santri, serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Keuntungan usaha dikembalikan sepenuhnya untuk penguatan fasilitas pendidikan, operasional pesantren, dan pengembangan unit usaha baru.

Melalui BUMP, PPFF tidak hanya mencetak santri yang kuat secara keilmuan agama, tetapi juga memiliki kecakapan hidup dan kemandirian ekonomi.

Model pengelolaan ini menempatkan BUMP sebagai sarana strategis pembentukan santripreneur, yaitu santri yang mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja setelah kembali ke tengah masyarakat.

Hingga saat ini, BUMP PPFF Semarang menaungi berbagai unit usaha produktif lintas sektor.

Di bidang ritel dan jasa, BUMP mengelola dua unit Adam Mart, Syauqi Bookshop, Butik Pakaian Sabiela, Laundry, layanan air minum isi ulang, serta usaha pemilahan dan pengolahan sampah bernilai ekonomi.

Pada sektor kuliner, BUMP PPFF mengembangkan PPFF Food and Bakery, pujasera, kantin pesantren, katering, Cafe Santri, Cafe Langit, Es Coklat dan aneka minuman herbal, serta dua unit teh container.

Pada sektor ketahanan pangan, BUMP PPFF menjadi penggerak utama melalui PPFF Farm, PPFF Garden dan PPFF Greenhouse.

Unit ini mencakup greenhouse melon, budidaya jamur, sayuran, jamur, aneka pohon buah, cabai, bawang merah, berbagai tanaman herbal sebagaimana pohon kelor, katuk, sereh, bunga telang, jahe merah, laos, temulawak dll, serta pengolahan produk pangan turunan.

Di bidang peternakan dan perikanan, BUMP PPFF mengelola budidaya kambing, ayam petelur dan pedaging, bebek, aneka unggas, serta perikanan bioflok lele, nila, patin, dan bawal. Pengembangan maggot turut dijalankan sebagai bagian dari integrasi ketahanan pangan dan ekonomi sirkular pesantren.

Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah dan UNDIP bekerjasama dengan PPFF dalam mengembangakan program kemandirian pangan, melalui budidaya sayuran dan cabai yang telah ditanam selama beberapa bulan di lahan PPFF.

Selasa (20/1), kunjungan dari BI dan Undip dalam rangka monitoring dan evaluasi, sekaligus panen cabai di lahan PPFF.

Acara tersebut dilakukan dengan memanen cabai bersama, dan dilanjutkan dengan menyantap gorengan dan hasil panen buah asli dari kebun PPFF.

Ke depannya, PPFF diharapkan mampu menjadi kiblat dalam Kemandirian Ekosistem Ekonomi Pesantren dan Ekonomi Nasional, serta mampu menjadi percontohan bagi pesantren-pesantren lainnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *