SEMARANG – nujateng.com – Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., kini melangkah lebih jauh dalam mengawal peradaban dari daerah rob Kaligawe.
Dengan menggabungkan inovasi mandiri dari unit-unitnya (Unissula dan RSI Sultan Agung) dengan solusi infrastruktur modern, YBWSA menciptakan model adaptasi yang komprehensif.

Solusi Holistik Melawan Dampak Tanggul Tol Laut
Tantangan di Kaligawe semakin kompleks dengan dampak infrastruktur besar, seperti tanggul tol laut yang dapat menampung dan mengubah aliran air. Oleh karena itu, YBWSA mendorong integrasi solusi teknis berikut untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan:
Pembangunan Sodetan dan Kanal: Untuk mengalirkan air rob dan banjir secara terarah, mengurangi genangan di area vital.
Sistem Polder: Dirancang untuk menampung dan mengendalikan volume air yang masuk, mencegah limpahan air saat debit tinggi.
Ekosistem Floating Canal dan Floating Market: Inovasi lokal, seperti rakit dari tong bekas oleh Sarpras RSI Sultan Agung, menjadi sarana transportasi dan ekonomi utama di atas kanal yang telah dimodifikasi.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Multisektor
Dengan adanya ekosistem kanal dan polder yang terintegrasi, kawasan YBWSA (Unissula dan RSI Sultan Agung) akan secara resmi dijadikan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Daerah Rob.
Hal ini mencakup:
Ekonomi dan Pendidikan: Unissula akan fokus pada pengembangan model bisnis berkelanjutan (floating market) dan kurikulum yang menyiapkan generasi untuk hidup dan berkarya di daerah pesisir yang dinamis. Kawasan ini menjadi live laboratory untuk riset adaptasi iklim.
Pelayanan Kesehatan Mutakhir: RSI Sultan Agung akan menjadi percontohan bagi pelayanan kesehatan yang mutakhir dan tahan bencana, mengembangkan protokol dan teknologi untuk memastikan akses dan kualitas layanan tetap terjaga di tengah rob.

Berdikari, Mengabdi, dan Mendukung Kepemimpinan Nasional
Visi YBWSA adalah menjadikan kawasan ini sebagai “Heritage Indonesia” dalam konteks adaptasi iklim, sebuah bukti pengelolaan wakaf yang produktif dan bertanggung jawab.
Model ini menunjukkan bahwa institusi swasta/wakaf dapat berinisiatif dan berdikari dalam mengatasi masalah lingkungan yang besar. Dengan mengedepankan sinergi, YBWSA siap bahu-membahu bersama pemerintah, termasuk mendukung visi Presiden Prabowo dalam menyelesaikan masalah rob dengan menawarkan model klaster lingkungan yang terbukti efektif dan dapat direplikasi di kawasan Pantura lainnya.
Kawasan Kaligawe, yang dulunya identik dengan lumpuhnya aktivitas karena rob, kini bertransformasi menjadi titik fokus peradaban adaptif, tempat ilmu dan inovasi bekerja berdampingan dengan tantangan alam.***
