By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Akhlak di Ujung Zaman, Prof Sholihan: Apakah Kita Bersyukur ketika Kemudahan Datang?
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Akhlak di Ujung Zaman, Prof Sholihan: Apakah Kita Bersyukur ketika Kemudahan Datang?
BeritaKolom

Akhlak di Ujung Zaman, Prof Sholihan: Apakah Kita Bersyukur ketika Kemudahan Datang?

Ali Arifin
Last updated: October 24, 2025 11:32 pm
Ali Arifin
Published: October 24, 2025
Share
SHARE

Memilih Lingkungan yang Memperkuat Akhlak adalah Investasi Besar

nujateng.com – Berikut artikel berdasarkan kajian Prof Sholihan, Guru Besar UIN Walisongo Semarang terhadap Kajian Kitab Taisiirul Khollaaq Muqoddimah Part 2.

– YouTube link: https://youtu.be/sFLdEhmtS8E

Kajian Kitab Taisiirul Khollaaq Muqoddimah Part 2 oleh Prof Sholihan mengupas makna akhlak dalam kerangka keilmuan Islam klasik dan relevansinya di era digital.

Di tengah laju teknologi, gadget dan media sosial telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia — termasuk akhlak, moral dan interaksi sosial. Dalam kondisi ini, kitab-kitab klasik seperti Taisiirul Khollaaq menjadi makin relevan.

Prof  Sholihan dalam kajian Muqoddimah Part 2 membawa kita ke ruang refleksi: bagaimana akhlak yang baik tidak hanya penting secara spiritual, tetapi juga sebagai fondasi teknologi & budaya modern yang sehat.

Prof Sholihan mengawali bagian ini dengan menegaskan bahwa “khollaaq” berarti akhlak, bukan sekedar perilaku luar saja, melainkan kondisi batin yang terekspresi dalam tindakan sehari-hari.

Muqoddimah kitab ini mengajak untuk memahami bahwa perubahan zaman bukan pembenaran bagi akhlak menurun — justru tantangan untuk menjaga keaslian akhlak mulia.

Beliau menyoroti tiga aspek utama akhlak: niat yang lurus, lingkungan yang memperkuat dan kontrol diri dalam kemudahan teknologi.

Dalam analogi teknologi: Jika gadget memberi kemudahan berkomunikasi, maka akhlak memberi “filter” agar komunikasi itu menjadi manfaat bukan pecah belah.

Prof Sholihan mengajak peserta kajian untuk introspeksi — misalnya: apakah kita bersyukur ketika kemudahan datang atau malah terbawa oleh rutinitas digital tanpa kontrol? Apakah kita menggunakan media sebagai sarana dakwah atau malah menjadi ajang gosip dan fitnah?

Analisis & Refleksi

Dari sudut ilmiah agama, kajian ini mengingatkan kita bahwa akhlak bukan opsional. Bahkan di zaman di mana laptop, smartphone dan jaringan 5G merubah “ruang kerja”, “ruang belajar” dan “ruang dakwah” sekaligus, akhlak menjadi filter utama agar teknologi membawa kebaikan.

Dalam perspektif balap atau kecepatan (sebagai analogi kehidupan modern): kita bisa diburu oleh “kecepatan perubahan” – tetapi tanpa kendali moral dan akhlak, kita bisa “terbang” ke jurang keruntuhan. Akhlak adalah rem dan kemudi di lintasan hidup yang semakin cepat ini.

Hikmah & Pesan Utama

Akhlak yang tertata adalah landasan agar teknologi dan kemajuan tidak jadi alat kerusakan.

Lingkungan kita sangat menentukan — seperti aspek “wicked environment” dalam dunia kerja/UMKM — maka memilih lingkungan yang memperkuat akhlak adalah investasi besar.

Niatlah sebelum bertindak: setiap klik, posting, interaksi harus berpijak pada niat memperbaiki atau memberi manfaat.

Gunakan gadget, laptop, media sosial sebagai sarana dakwah, produktivitas dan kemajuan — jangan biarkan ia jadi ruang yang menurunkan akhlak.

Kajian Muqoddimah Part 2 dari Taisiirul Khollaaq oleh Prof Sholihan membuka mata kita bahwa tantangan akhlak bukan milik masa lalu saja — melainkan inti bagi masa depan.

Dengan menguatkan niat, menjaga lingkungan, dan mengarahkan penggunaan teknologi secara bijak, kita bisa membangun pribadi dan komunitas yang tak hanya maju secara gadget & teknologi, tetapi juga mulia secara akhlak.

Semoga kita termasuk golongan yang menjaga akhlak di tengah perubahan zaman. Aamiin.***

You Might Also Like

Doa Penghilang Kesusahan dan Kesulitan, Amalan dari Ibnu Abbas ra
Mengkampanyekan Konsep Nutrinomic untuk Kesehatan Masa Depan secara Mandiri
Mengapa Berbakti kepada Orang Tua Bisa Menentukan Nasib Akhirat? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Luar Biasanya Doa Ghaib, Disaat Malaikat Mengatakan “Amin” untukmu
Duet Yai Fadlolan – Bu Nyai Fenty Memang Hebat! Bangun Kemandirian Ekonomi Berbasis Islami, PPFF Dianugerahi “Pesantren Pendukung Ekonomi Sirkular Terbaik 2025”
TAGGED:akhlak Islam era digitalkajian islamkajian ulama kontemporerkitab tasawufMuqoddimahProf SholihanTaisiirul Khollaaq
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?