
TEGAL,NUJATENG.COM — Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 resmi dibuka di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah untuk mengembangkan kemampuan keagamaan, seni, bahasa, dan olahraga melalui 15 cabang perlombaan.
Pembukaan ditandai dengan penabuhan rebana secara bersama oleh Ketua Umum Pengurus Besar Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (PB FKDT), Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Bupati Tegal, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Hidayat Maskur, Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Moch. Fatkhuronji, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Ahmad Muhdzir, serta sejumlah tamu undangan.
Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan penampilan seni yang memadukan tradisi lokal dan ekspresi kreativitas santri. Acara diawali dengan Tari Kuntulan yang dibawakan siswa MDTA Miftahul Huda, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal. Tarian khas Tegal tersebut diiringi musik rebana dan vokal yang menambah semarak kegiatan.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pawai taaruf yang diikuti kafilah dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Para peserta berdefile sebagai bentuk perkenalan antarkontingen sekaligus menunjukkan kesiapan mengikuti kompetisi.
Ketua Panitia PORSADIN VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026, Akhmad Sururi, yang juga merupakan pengurus FKDT Jawa Tengah, menyampaikan bahwa peserta kegiatan berasal dari 32 kabupaten/kota. Jumlah tersebut belum mencakup seluruh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Dalam pelaksanaannya, PORSADIN VIII mempertandingkan 15 cabang lomba yang mencakup bidang keagamaan, bahasa, seni, dan olahraga. Cabang tersebut meliputi pidato Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Arab, pidato Bahasa Jawa, tahfidz Juz Amma, adzan, nadhom Aqidatul Awam, kaligrafi, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), puisi Islami, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), selawat, tenis meja, murottal wal imla’, sprint, dan bulu tangkis.
Keragaman cabang perlombaan tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan santri madrasah diniyah dapat mencakup berbagai aspek kemampuan. Selain memperkuat pemahaman dan praktik keagamaan, sejumlah cabang memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, kreativitas seni, serta kebugaran jasmani.
Melalui kegiatan ini, santri juga memperoleh kesempatan untuk mengasah kedisiplinan, sportivitas, kepercayaan diri, dan kemampuan berinteraksi dengan peserta dari daerah lain. Kompetisi menjadi sarana pembelajaran untuk menghargai proses, menaati aturan, serta menerima hasil perlombaan secara sportif.
PORSADIN VIII sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi komunitas madrasah diniyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Interaksi antarpeserta diharapkan dapat memperkuat persaudaraan dan memperluas pengalaman santri di luar lingkungan belajar masing-masing.
Dengan memadukan nilai-nilai keislaman, seni, dan olahraga, PORSADIN VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 diharapkan dapat mendukung pembinaan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki keterampilan beragam. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk memperlihatkan peran pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah dalam pengembangan potensi santri.***
