
UNGARAN, nujateng.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Karang Taruna Hasta Muda Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, menggelar Turnamen Bola Voli Antar-RW yang diikuti seluruh RW di desa tersebut.
Turnamen yang menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga ini diikuti delapan tim dari seluruh RW di Desa Nyatnyono, yakni RW 01 Ngaglik, RW 02 Gelap, RW 03 Sipol, RW 04 Krajan, RW 05 Siroto, RW 06 Sendang Putri, RW 07 Sendang Rejo (SNEX), dan RW 08 Branggah Blanten, sebagai tuan rumah RW 08.
Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto, saat membuka turnamen menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Hasta Muda, para ketua RT/RW, kepala dusun, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Karang Taruna Hasta Muda, para sesepuh desa, RT, RW, kepala dusun, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Parsunto.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Hasta Muda, Suko Bintoro, menjelaskan bahwa turnamen bola voli sempat vakum selama satu hingga dua tahun terakhir. Tahun 2026, kegiatan tersebut kembali dihidupkan sebagai rangkaian awal menuju agenda besar Hasta Culture Fest.
“Selama satu hingga dua tahun terakhir kegiatan bola voli sempat vakum. Tahun 2026 ini kami mengawali rangkaian menuju Hasta Culture Fest dengan menggelar turnamen bola voli antar-RW,” katanya.
Laga pembuka mempertemukan tim RW 08 Branggah Blanten melawan tim RW 07 Sendang Rejo (SNEX), yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Menurut Parsunto, penyelenggaraan turnamen tingkat desa memiliki banyak manfaat. Selain mempererat hubungan antarwarga dari RW 01 hingga RW 08, kegiatan olahraga juga menjadi sarana menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mengajak generasi muda mengisi waktu dengan aktivitas yang positif.
“Kegiatan seperti ini memperkuat kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus menghindarkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari kegiatan-kegiatan negatif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Parsunto juga menyampaikan kondisi keuangan desa yang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa anggaran desa pada 2026 jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2025 sehingga pemerintah desa memiliki keterbatasan dalam mendukung seluruh kegiatan masyarakat.
“Anggaran desa mengalami penurunan yang cukup signifikan. Karena itu kami mohon maaf apabila belum bisa mendukung seluruh kegiatan masyarakat secara maksimal. Namun kami tetap mengapresiasi semangat gotong royong warga dan Karang Taruna yang mampu menyelenggarakan kegiatan ini secara mandiri,” jelasnya.
Ia berharap turnamen bola voli dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan sportivitas antarwarga Desa Nyatnyono.
“Jaga kekompakan. Di dalam lapangan kalian adalah lawan, pasti ada yang menang dan kalah. Namun di luar lapangan kalian tetap saudara dan teman, karena persahabatan itu sangat mahal harganya,” pungkas Parsunto.***
