
nujateng.com – Berkurban bukan sekadar ritual tahunan yang dilakukan saat Iduladha, melainkan bentuk pengabdian mendalam seorang hamba kepada Sang Pencipta.
Meskipun sebagian besar ulama menghukuminya sebagai sunnah muakkad (sangat dianjurkan), ibadah kurban menyimpan hikmah spiritual dan sosial yang melampaui sekadar proses penyembelihan hewan ternak.
Mengapa kita dianjurkan untuk terus mengusahakannya setiap tahun?
Pertama, kurban adalah cerminan ketaatan total sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.
Dengan berkurban secara rutin, seorang Muslim melatih diri untuk melepaskan keterikatan pada harta duniawi dan mengutamakan kecintaan kepada Allah SWT. Ini adalah proses “penyembelihan” ego dan sifat kikir yang ada dalam jiwa.
Kedua, kurban memiliki dampak sosial yang luar biasa nyata. Ibadah ini menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan yang efektif.
Daging kurban menjadi sarana berbagi kebahagiaan bagi fakir miskin, yatim piatu, dan masyarakat yang membutuhkan, yang mungkin jarang menikmati konsumsi protein hewani berkualitas sepanjang tahun.
Melalui kurban, tercipta ikatan solidaritas yang mempererat ukhuwah Islamiyah.
Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menjaga syiar ini. Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah selain daripada menyembelih hewan kurban.”
Sesungguhnya hewan tersebut akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya.
“Sesungguhnya sebelum darah kurban tersebut menyentuh tanah, ia telah sampai di hadapan Allah. Maka, lapangkanlah jiwa kalian dengannya.” (HR. Tirmidzi).
Rutinitas berkurban setiap tahun juga merupakan wujud rasa syukur atas rezeki yang Allah titipkan.
Setiap tetes darah hewan kurban menjadi bukti kesiapan kita untuk berkorban demi sesama.
Dengan membiasakan diri berkurban, kita menjaga semangat berbagi dan empati agar tetap hidup, menjadikan ibadah ini sebagai investasi spiritual yang tak ternilai bagi bekal di akhirat kelak
Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk terus menunaikan ibadah mulia ini.***
