By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Keutamaan Berqurban: Mengapa Masih Mencari Alasan di Saat Mampu
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Keutamaan Berqurban: Mengapa Masih Mencari Alasan di Saat Mampu
Artikel

Keutamaan Berqurban: Mengapa Masih Mencari Alasan di Saat Mampu

Tasir Alamsyah
Last updated: May 26, 2026 5:59 am
Tasir Alamsyah
Published: May 26, 2026
Share
SHARE


​nujateng.com – Bulan Dzulhijjah, Sebagai salah satu Asyhurul Hurum (bulan yang dimuliakan), Dzulhijjah membawa aroma spiritualitas yang luhur dan ladang pahala yang berlimpah.

Di balik kemuliaannya, terdapat syariat agung yang menjadi pembuktian cinta seorang hamba kepada Sang Khaliq: ibadah qurban.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Kautsar ayat 2: “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.”

Ayat ini menetapkan prasyarat spiritual yang tegas: jika ingin mendambakan telaga nikmat di akhirat, kita harus melewati gerbang pengorbanan di dunia.

​Meneladani Ketaatan Mutlak Nabi Ibrahim AS

Setiap kali Idul Adha tiba, kita menyaksikan prosesi penyembelihan hewan qurban.

Namun, pernahkah kita merenungkan ruang psikologis Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam? Sebagai seorang ayah yang menanti buah hati selama puluhan tahun hingga usia 86 tahun, perintah untuk menyembelih Ismail adalah ujian ketaatan tertinggi.

Nabi Ibrahim tidak menggunakan kalkulasi rasional atau mencari alasan untuk menolak perintah tersebut.

Beliau menunjukkan ketaatan mutlak (total submission) demi kecintaan kepada Allah.

Inilah getaran iman yang seharusnya menyengat kesadaran kita setiap kali kita memegang hewan qurban.

​Refleksi Modern: Berqurban atau Memelihara Alasan?
​Dalam konteks kekinian, ujian qurban sebenarnya jauh lebih ringan dibandingkan sejarah Nabi Ibrahim.

Kita tidak diminta mengorbankan nyawa, melainkan hanya menyisihkan sebagian harta untuk membeli hewan qurban.

Seringkali, kita mampu mengeluarkan jutaan rupiah untuk gadget, gaya hidup, atau liburan.

Namun, saat panggilan berqurban datang, muncul seribu alasan logistik dan finansial.

Ada ironi spiritual ketika kita merasa keberatan mengeluarkan biaya untuk Allah, sementara di sisi lain kita mengaku sebagai pengikut jejak Ibrahim.

​Ingatlah firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 37:
​”Daging (hewan qurban) dan darahnya sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”

​Ibadah ini bukanlah tentang harga hewan atau nominal uangnya, melainkan tentang mengikis sifat bakhil dan meruntuhkan ego materi yang membelenggu hati.

Belajar dari Mereka yang Terbatas
​Fenomena yang sangat menyentuh adalah ketika kaum prasejahtera-seperti tukang becak atau buruh tani-mampu berqurban dengan menyisihkan uang sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun.

Mereka membuktikan bahwa qurban bukan soal seberapa besar pendapatan, melainkan seberapa besar kapasitas cinta di dalam dada.

Keteguhan mereka menjadi tamparan keras bagi kita yang secara ekonomi lebih mapan, namun masih ragu untuk berbagi.

Mari Menjemput Ridha Allah
​Cinta adalah kata kerja yang menuntut pembuktian. Jangan biarkan Idul Adha tahun ini berlalu tanpa ada nama kita dalam daftar hamba yang membuktikan cintanya kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah pada hari Idul Adha daripada menyembelih hewan qurban.

Singkirkan segala keraguan dan ego materi. Mari berqurban dengan hati yang lapang, ikhlas, dan penuh suka cita.

Karena pada hakikatnya, ketakwaan kita telah sampai di sisi Allah bahkan sebelum tetesan darah hewan qurban menyentuh bumi.***

You Might Also Like

Ustadz Adi Hidayat Ungkap Rahasia Doa Setelah Wudhu: 8 Pintu Surga Terbuka untuk yang Mengamalkannya!
Doa Ziarah Kubur Pendek di Bulan Syaban, Amalan Mulia Jelang Ramadhan yang Penuh Keberkahan!
Perilaku Anak Cerminan Didikan Orang Tua: Alarm Besar dari Perspektif Islam dan Pesan “Quu Anfusakum”
Doa Disaat Mengalami Keterpurukan: Ikhtiar Langit Agar Diganti dengan yang Lebih Baik
Revitalisasi Paradigma: Menetapkan Penyalahgunaan Narkoba sebagai Isu Kesehatan Publik dan Urusan Administratif
TAGGED:Idul Adha
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?