Malam Lailatul Qadar, Inilah Doa dan  Keutamaannya sesuai Sunnah
2 mins read

Malam Lailatul Qadar, Inilah Doa dan  Keutamaannya sesuai Sunnah

nujateng.com – Malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan ibadah.

Salah satu amalan utama yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah memanjatkan doa khusus.

​Lantas, apa doa yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar
​Berdasarkan hadits shahih, Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa yang singkat namun sangat mendalam maknanya. Berikut adalah bacaannya:

​اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
​Transliterasi:
​Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni.
​Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf- menghapus kesalahan-karenanya maafkanlah akuhapuslah dosa-dosaku.”

Dalil Hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha
​Anjuran doa ini bersumber dari pertanyaan Ibunda Aisyah radhiyallahu ‘anha kepada Rasulullah ﷺ:
​عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

“Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha, ia berkata, ‘Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah Lailatul Qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?’

Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Berdoalah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni’.” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850, Shahih).

Makna dan Keutamaan Doa “Al-Afwu”
​Mengapa kita diminta meminta maaf (Al-Afwu) di malam yang begitu mulia? Berikut penjelasannya:

1. Makna “Innaka ‘Afuwwun”
​Penulis kitab Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan bahwa maksud dari ‘Afuwwun adalah Allah Yang Maha Banyak Memberi Maaf.

Doa ini bersifat jaami’ (singkat namun padat makna), mencakup pengakuan dosa sekaligus permohonan kasih sayang Allah.

2. Rendah Hati Meski Telah Beramal Sholeh
​Ibnu Rajab Al-Hambali memberikan penjelasan menarik dalam Lathoiful Ma’arif:
​”Perintah memohon maaf pada malam Lailatul Qadar setelah bersungguh-sungguh beramal di sepuluh hari terakhir adalah agar kita sadar bahwa amalan kita tidaklah sempurna. Orang yang bijak (arif) akan tetap merasa penuh kekurangan dan kembali memohon ampunan seperti seorang pendosa.”

3. Bertawassul dengan Nama Allah (Asmaul Husna)

Doa ini mengajarkan cara berdoa yang terbaik, yaitu bertawassul (berperantara) dengan nama Allah yang sesuai dengan permintaan kita. Kita memuji Allah sebagai “Maha Pemaaf” sebelum meminta maaf kepada-Nya.

Kapan Waktu Terbaik Membacanya?
​Meskipun doa ini sangat dianjurkan dibaca pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan yang diharapkan menjadi Lailatul Qadar, para ulama menjelaskan bahwa doa ini tidak terbatas pada waktu tersebut saja.

Al-Baihaqi rahimahullah berkata:
​”Meminta maaf atas kesalahan dianjurkan setiap waktu dan tidak khusus di malam Lailatul Qadar saja.” (Fadho-ilul Awqot, hal. 258).

​Malam Lailatul Qadar adalah momentum emas untuk menghapus catatan dosa di masa lalu.

Dengan memperbanyak doa Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni, kita mengakui keagungan Allah sebagai Dzat yang suka memaafkan hamba-Nya.

Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk bertemu dengan malam kemuliaan tersebut dan mengampuni segala dosa-dosa kita.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *