By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Bukan Cuma Ngaji! Santri Dilatih Jadi Baker, Bisa Bikin Kue Sampai Hias Tart
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Bukan Cuma Ngaji! Santri Dilatih Jadi Baker, Bisa Bikin Kue Sampai Hias Tart
BeritaPPFF

Bukan Cuma Ngaji! Santri Dilatih Jadi Baker, Bisa Bikin Kue Sampai Hias Tart

Dwi Widiyastuti
Last updated: February 6, 2026 12:43 pm
Dwi Widiyastuti
Published: February 6, 2026
Share
SHARE
Dua santri Al Musyaffa’ PPFF Semarang sedang berlatih lifeskill di PPFF Food & Bakery dengan membuat dan membentuk adonan roti sebelum masuk ke oven.

NUJATENG.COM – SEMARANG – Aroma manis dari adonan kue perlahan memenuhi ruangan. Suasana dapur PPFF Food & Bakery tampak hidup, lebih ramai dari biasanya. Di sana, para santri Madrasah Aliyah Al-Musyaffa’ PPFF Semarang sibuk dengan aktivitas masing-masing. Ada yang menimbang tepung, ada yang mengocok adonan, sebagian lain menyiapkan loyang dan alat masak.

Hari itu, mereka bukan sedang menjalani kegiatan biasa, melainkan mengikuti pelatihan lifeskill, program unggulan pesantren yang dirancang untuk membekali santri dengan keterampilan nyata sebagai bekal masa depan.

Pelatihan dimulai dari hal-hal dasar. Santri diajak memahami bahan, belajar menakar dengan tepat, lalu mengolahnya menjadi adonan yang siap dipanggang. Dari proses sederhana itu, mereka mulai mengenal bahwa membuat kue bukan sekadar mencampur bahan, tetapi membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan teknik yang benar.

Hasilnya pun beragam. Tidak hanya roti dan kue manis, para santri juga belajar membuat makanan dan minuman kekinian yang bernilai jual. Mulai dari macaroni schotel, pempek sutra, hingga berbagai camilan dan minuman manis yang kini banyak digemari masyarakat.

Keseruan belum berhenti ketika kue matang. Pada sesi berikutnya, para santri dilatih untuk menghias kue tart agar tampil lebih menarik. Mereka belajar merapikan lapisan krim, membentuk dekorasi sederhana, hingga menulis dan menggambar di atas permukaan kue. Dari tangan-tangan santri itulah, kue tart biasa berubah menjadi sajian yang cantik dan siap dipasarkan.

Salah satu siswi peserta pelatihan mengaku sangat menikmati kegiatan tersebut. Baginya, pelatihan ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga membuka wawasan baru.

“Kegiatannya sangat menyenangkan. Saya jadi tambah pengetahuan tentang baking, mulai dari cara membuat adonan sampai proses menghias kue. Ini sangat membantu saya untuk mewujudkan mimpi membuka toko kue suatu saat nanti,” ungkapnya dengan antusias.

Program lifeskill ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya fokus pada pembelajaran agama dan akademik, tetapi juga memperhatikan kesiapan santri menghadapi kehidupan setelah lulus. Pelatihan ini khusus ditujukan bagi santri putra dan putri kelas XI dan XII Madrasah Aliyah Al-Musyaffa’ PPFF Semarang, agar mereka memiliki keterampilan yang dapat digunakan di dunia kerja maupun dunia usaha.

Para santri pun menyadari bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan usaha pesantren bukan sekadar membantu, melainkan bagian dari latihan untuk hidup mandiri. Dari sini mereka belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, serta memahami bagaimana sebuah usaha dibangun dan dijalankan.

PPFF Semarang menegaskan bahwa kecerdasan dan prestasi akademik saja belum cukup menjadi bekal hidup. Keterampilan wirausaha yang disertai kemampuan komunikasi dan jejaring justru dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Lintang Anggun***

You Might Also Like

Syarifah Eriana Putri Ketua OSIS yang Meraih Juara Puisi, Rahasia Sukses Mengatur Waktu
BP4 Jateng Mitra Pemerintah Diharapkan Jadi Garda Terdepan Jaga Keutuhan Rumah Tangga di Jawa Tengah
Wujudkan 60 Senyum Lebaran, Fi’lal Khoirot Mijen Salurkan Santunan untuk Yatim dan Lansia
Yai Dur, Ketua DPW FKDT Jawa Tengah Pimpin Mujahadah Rabu Legi di Nyatnyono Ungaran
Akhlak di Ujung Zaman, Prof Sholihan: Apakah Kita Bersyukur ketika Kemudahan Datang?
TAGGED:Fadlolan Musyaffa'PPFFppff semarangsemarangYai Fadlolan
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?