Kyai Yusuf Maskuri, Berawal dari Pengajian Bulanan Membangun Pondok Pesantren Ar Rahma
Ungaran, nujateng.com – Kyai Yusuf Maskuri, Lc adalah Sarjana lulusan Madinah di bidang tafsir Al quran.
Kyai Yusuf Maskuri adalah penerus Kyai Tohir pendiri Pondok Pesantren At Tohiriyah.
Pondok At Tohiriyah Pedurungan, Semarang adalah peninggalan Mbah Tohir, maka untuk mengabadikan namanya,dibuatlah jl. Kyai Haji Tohir.
“Setelah Kyai Haji Tohir wafat di lanjutkan Kyai Maskuri yang merupakan ayah dari Kyai Yusuf Maskuri, kemudian periode yang ke 3 saya yang melanjutkan.” kata Kyai
Adapun jenjang pendidikan di At Tohiriyah mulai dari PAUD, TK, MI, SMP, SMA, Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an dan Pondok Thoriqoh.
Santri yang mondok atau mukim di At Tohiriyah ada 20 santri putra dan putri, selebihnya banyak yang pada lajo hanya sekolah formal saja
Pondok Thoriqoh At Tohiriyah itu setiap bulan Rajab dan Syuro santri wajib mondok 10 hari.
“Pondok Pesantren Ar Rahma adalah pengembangan dari Pondok Pesantren At Tohiriyah dan sebagai pengelolanya istri ketiga dari Kyai Yusuf Maskuri,” jelas kyai pada awak media nujateng.com
Dari Istri yang ketiga punya anak kembar Wafa Rahma dan Wafia Rahma semua hafal Qur’an dan mereka sekarang kuliah di Kedokteran Unissula dan tafsir Al Qur’an UIN Walisongo Semarang.
Kajian Minggu pahing adalah cikal bakal berdirinya Pondok Pesantren Ar Rahma yang diakan sebulan sekali dan sudah berjalan 2 tahun.
Tempat bulan Muharam tahun 1447 H habis Haji, Pondok Pesantren Ar Rahma resmi dibuka.

Adapun alama Pondok Pesantren Ar Rahma di Jl. Sibudo, Sendangputri, Nyatnyono, Ungaran Barat, Semarang
Untuk biaya pondok, sekolah dan makan sehari-hari gratis tanpa dipungut biaya apapun.
Dan santri yang mukim di pondok saat ini ada 7 orang dan jika santri sudah sampai 15 orang maka sekolah bayar sendiri-sendiri tapi biaya pondoknya gratis.
Mencontoh dari pendahulunya, Kyai Yusuf Maskuri terus menambah dan membeli lahan sebagai perluasan pondok
Disekitar pondok juga ada beberapa bidang tanah yang ditanami pohon alpukat, pohon duren dari berbagai jenis, ada musang king, bawor dan durian hitam.

Pohon-pohon di tanam sebagai persiapan pembiayaan pondok dan ketahan pangan
Pesan untuk masyarakat teruslah berda’wah, berdakwah tidak hanya dengan lisan tapi da’wah bi hal atau tindakan.
“Islam itu rahmatan Lil alamin dan berda’wahlah sebagai mana Sunan Kalijaga mencontohkan.” Kyai mengakhiri.***
