Pengajian Akbar dalam Rangka Akhirulsanah, Khotmil Qur’an TPQ Roudlotul Abdin Balnten

UNGARAN, NUJATENG.COM – TPQ Roudlatul Abidin sebagai puncak pembelajaran melaksanakan acara pengajian akbar.
Pengajian Akbar dilaksankan pada hari Sabtu, (24/01/2026) di Masjid Roudlotul Abidin dusun Blanten, Nyatnyono, Semarang.
Antusiasme warga dan seluruh tamu undangan menghadiri acara pengajian Akbar ini, memberikan energi dan semangat bagi para santri terus mempelajari Qur’an dan mengamalkannya.
Dan yang paling membanggakan diantara tamu undangan turut hadir Ibu Wakil Bupati Semarang, Nur Arifah.

Dalam sambutanya Nur Arifah menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas bersatunya antara Ulama dan Umaroh menjadikan Kabupaten Semarang kondusif dan aman.
“Kebersamaan bapak ibu semua menjadikan semangat bagi kami untuk pembangunan Kabupaten Semarang tiap tahun selalu meningkat,
baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. “urainya
“Saya minta doa dari seluruh santri saya bisa menjalankan segala kewajiban dan bisa memberikan yang terbaik buat Kabupaten Semarang. “tambahnya
Talkis selalu ketua panitia Pengajian Akbar menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat atas dukungannya baik pendanaan maupun tenaga.

Talkis menceritakan sedikit tentang sejarah TPQ Roudlotul Abidin kepada nujateng.com, dulu bernama TPQ Miftahul Huda dan saya termasuk alumninya .
“Karena lokasinya di Masjid Roudhatul Abidin, munculah yayasan yang membawahinya meliputi Ketakmiran, Koperasi Simpan Pinjam, TPQ dan TK/KB kemudian semua nama diseragamkan menjadi Roudhotul Abidin salah satunya TPQ.” jelasnya
Alhamdulillah tahun ini santri yang diwisuda ada 5 orang dari 120 santri dari berbagai usia.
“Untuk acara semacam ini pengajian akbar dari Yayasan Raudhatul Abidin disepakati pelaksanaannya 2 tahun sekali, pertimbangan supaya tidak terlalu membebani wali santri maupun masyarakat karena untuk kegiatan semacam ini terus terang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.”katanya
Tahun ini tidak hanya menyelenggarakan acara pengajian akbar saja tapi juga memberikan santunan kepada warga yang tidak mampu disekitar masjid 10 orang dan semoga tiap tahun bisa melaksanakannya.

Hadir sebagai penceramah KH. Amiin Mustofa dari Karanganyar, betul-betul membuat para jamaah bersemangat karena penyampainya diselingi guyonan dan alunan musik Saras Entertainment.
Dalam tausyiahnya Kyai mengajak kita harus meningkatkan rasa syukur kepada Allah dan berbakti kepada orang tua.
Karena surga itu diharamkan bagi anak yang durhaka kepada orang tua, walaupun dia ahli sedekah, hafal Qur’an dan ahli ibadah.
Ada sebuah kisah pada jaman rosul ada seorang jamaah yang saat sekaratul maut tidak bisa membaca kalimat tauhid atau Al Qur’an, padahal dia ahli ibadah dikarenakan pernah berbuat salah kepada orang tuanya dan orang tuanya tidak memaafkan, maka rosul menyuruh sahabat memanggil orang tuanya serta meminta orang tuanya memaafkan anaknya, dan setelah mendapat maaf dari orang tuanya si anak itu bisa membaca kalimat tauhid dan meninggal dengan tenang.
“Orang yang sudah meninggal sebenarnya tidak meninggal, hanya pindah alam maka kita sebagai anak-anaknya terus kirim doa.”urainya.
“Maka kita kirim doa itu tidak hanya tujuh hari, seratus hari, seribu hari tapi terus mendoakan, kerena doa kita membahagiakan orang tua kita yang sudah meninggal, “Kyai mengakhiri.***
