Viral! Begini Etika Menjaga Privasi & Menutup Aib Orang Lain di Era Digital Menurut Islam
NUJATENG.COM – Internet dan media sosial membuat batas privasi seseorang semakin terbuka. Dengan satu sentuhan layar, kehidupan pribadi siapa pun bisa terlihat, diperbincangkan, bahkan disebarluaskan tanpa izin. Mirisnya, banyak orang justru menikmati aktivitas membuka aib dan kesalahan orang lain.
Padahal, Islam adalah agama yang sangat memuliakan kehormatan manusia, serta memerintahkan umatnya untuk menutup aib dan tidak mencampuri urusan pribadi yang bukan menjadi tanggung jawabnya.
Artikel ini mengangkat pesan moral tersebut dalam perspektif Islam, yang dikembangkan dari materi khutbah Jumat berjudul Etika Menjaga Privasi dan Menutup Aib Orang Lain di Era Digital.
Perintah Menjaga Privasi dalam Islam
Islam memerintahkan umatnya untuk menjaga ketakwaan tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam berinteraksi termasuk di ruang digital. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 102:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”
Ayat ini menegaskan bahwa ketakwaan harus hadir dalam ucapan, tindakan, dan bahkan aktivitas kita di media sosial.
Larangan Mencari-Cari Aib Menurut Al-Qur’an
Di antara larangan tegas dalam Islam adalah mencari-cari kesalahan orang lain. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 12, Allah berfirman:
“Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain…”
Ayat ini meneguhkan bahwa membuka privasi merupakan pelanggaran moral dan agama.
Tafsir Syekh Wahbah Az-Zuhaili
Dalam Tafsir Al-Munir, Syekh Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa larangan tajassus mencakup:
- menyelidiki aib
- menelusuri kekurangan
- mengungkap hal-hal yang ditutupi oleh sesama Muslim
- berusaha mengetahui rahasia pribadi seseorang
Dengan kata lain, tindakan “kepoin” privasi orang lain baik dari status, foto, DM, maupun rekaman digital termasuk bagian dari perbuatan yang dilarang.
Peringatan Nabi Muhammad Tentang Membuka Aib
Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah SAW menegur keras mereka yang senang mengungkit kekurangan orang lain:
“Janganlah kalian menggunjing kaum Muslimin dan jangan pula mencari-cari aib mereka. Siapa yang mencari aib saudaranya, Allah akan membuka aibnya meskipun di dalam rumahnya sendiri.”
Hadits ini menegaskan efek domino yang membahayakan: siapa yang membuka aib orang lain, maka Allah akan membuka aibnya sebagai bentuk balasan.
Tantangan Menjaga Akhlak di Dunia Digital
Di era digital, manusia mudah tergoda untuk:
- mengomentari kehidupan pribadi orang lain,
- membagikan informasi sensitif,
- membuat gosip yang viral,
- menyebarkan screenshot percakapan pribadi.
Padahal, setiap tindakan tersebut dapat menjerumuskan seseorang pada dosa menggunjing, fitnah, atau bahkan perpecahan sosial.
Ujian Besar: Menjaga Lisan dan Jari
Jika dahulu kita hanya menjaga lisan, kini kita harus menjaga jari. Satu klik dapat menyakiti seseorang, menjatuhkan reputasi, bahkan merusak hubungan sosial.
Solusi Islam: Tutup Aib Orang Lain, Maka Allah Tutup Aibmu
Islam mengajarkan bahwa:
- Menutup aib orang adalah akhlak mulia.
- Menjaga privasi adalah bentuk menghormati kehormatan manusia.
- Menahan diri dari prasangka buruk adalah bagian dari iman.
Dengan menjaga privasi sesama, seseorang sedang menjaga dirinya sendiri dari sikap tercela dan dari kemungkinan dibukanya aib pribadi oleh Allah.
Saatnya Menjadi Muslim yang Bijak di Era Digital
Media sosial bukan hanya tempat mengekspresikan diri, tetapi juga ladang ujian. Sebelum menekan tombol share, comment, atau repost, tanyakan:
- Apakah informasi ini benar?
- Apakah ini akan mempermalukan seseorang?
- Apakah Allah ridha jika aku menyebarkannya?
Menjadi Muslim yang baik di era digital berarti:
- menahan diri dari menyebar keburukan,
- menjaga privasi,
- menghormati rahasia orang lain,
- dan memperbanyak perbuatan yang membawa maslahat.
Semoga Allah menjaga lisan kita, jari kita, dan hati kita dari perbuatan yang merugikan sesama.***
Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Khutbah Jumat: Etika Menjaga Privasi dan Menutup Aib Orang Lain di Era Digital Menurut Islam
