Tiga Faktor Penentu Diterimanya Amal: Pesan Penting dari Mimbar Jumat yang Wajib Disimak Umat
2 mins read

Tiga Faktor Penentu Diterimanya Amal: Pesan Penting dari Mimbar Jumat yang Wajib Disimak Umat

NUJATENG.COM – Dalam khutbah Jumat yang dirilis Lembaga Dakwah PWNU Jawa Tengah, umat kembali diingatkan tentang hakikat amal yang benar-benar diterima oleh Allah. Naskah khutbah disusun oleh Ketua LD PCNU Kabupaten Brebes, Kiai Muhammad Mawardi, dengan mengangkat tema penting: “Tiga Faktor Diterimanya Amal.”

Umat Islam, tegas beliau, tentu mendambakan masuk surga tanpa melalui siksa. Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah mengajarkan bahwa hanya mereka yang wafat dengan membawa imanlah yang mendapat kebahagiaan abadi di surga. Sebaliknya, siapa pun yang meninggal dalam keadaan tanpa iman akan kekal dalam kesengsaraan akhirat.

Peringatan tentang Lalai terhadap Akhirat

Dalam khutbah disebutkan bahwa banyak manusia terlena oleh kehidupan dunia. Fitnah, permusuhan, hingga perebutan pengaruh semakin sering terlihat. Ayat Al-Qur’an Surat At-Takatsur ayat 1–2 diingatkan kembali kepada jamaah sebagai alarm bahaya kelalaian:

“Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”

Lima Kecintaan yang Menyesatkan Umat

Kiai Mawardi mengutip hadis dalam Nashaikhul ‘Ibad karya Imam Nawawi Banten yang menyebutkan lima kecintaan manusia yang membuat mereka melupakan akhirat:

  1. Mencintai dunia dan lupa akhirat.
  2. Mencintai kehidupan dan lupa kematian.
  3. Mencintai gedung-gedung megah dan lupa kubur.
  4. Mencintai harta dan lupa hisab.
  5. Mencintai makhluk dan melupakan Sang Pencipta.

Hadis ini, menurut beliau, harus menjadi cermin agar umat tidak terpeleset dalam jurang kelalaian spiritual.

Inilah Tiga Faktor Diterimanya Amal Menurut Ulama

Kiai Mawardi menegaskan bahwa seluruh kesibukan duniawi pada dasarnya sah saja, selama dijadikan sarana ketaatan. Namun agar amal dianggap bernilai di sisi Allah, ada tiga faktor utama yang wajib dipenuhi:

1. Iman sebagai Pondasi Utama

Seseorang harus berstatus sebagai mukmin sejati. Tanpa iman, amal sebesar apa pun tidak memiliki nilai keselamatan di akhirat.

2. Amal Harus Sesuai Syariat

Setiap amal wajib mengikuti aturan yang ditetapkan Rasulullah. Kesibukan dunia—baik berdagang, berorganisasi, maupun menjadi pejabat harus tetap berada dalam koridor agama.

3. Ikhlas dalam Beramal

Keikhlasan menjadi kunci keberterimaan amal. Bukan karena ingin dipuji atau dielu-elukan manusia, tetapi murni mengharap ridha Allah.

Mengokohkan Jalan Keselamatan

Melalui khutbah ini, jamaah diajak memperkuat takwa, menjaga diri dari fitnah zaman, dan mengarahkan seluruh aktivitas dunia agar menjadi ladang pahala. Kiai Mawardi menutup pesannya dengan doa agar Allah menganugerahkan taufik dan kemuliaan di alam kubur hingga selamat di akhirat.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Khutbah Jumat: Tiga Faktor Diterimanya Amal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *