By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Tiga Faktor Penentu Diterimanya Amal: Pesan Penting dari Mimbar Jumat yang Wajib Disimak Umat
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Tiga Faktor Penentu Diterimanya Amal: Pesan Penting dari Mimbar Jumat yang Wajib Disimak Umat
Tiga Faktor Penentu Diterimanya Amal: Pesan Penting dari Mimbar Jumat yang Wajib Disimak Umat
Artikel

Tiga Faktor Penentu Diterimanya Amal: Pesan Penting dari Mimbar Jumat yang Wajib Disimak Umat

Dwi Widiyastuti
Last updated: November 25, 2025 2:41 am
Dwi Widiyastuti
Published: November 25, 2025
Share
Tiga Faktor Penentu Diterimanya Amal: Pesan Penting dari Mimbar Jumat yang Wajib Disimak Umat
SHARE

NUJATENG.COM – Dalam khutbah Jumat yang dirilis Lembaga Dakwah PWNU Jawa Tengah, umat kembali diingatkan tentang hakikat amal yang benar-benar diterima oleh Allah. Naskah khutbah disusun oleh Ketua LD PCNU Kabupaten Brebes, Kiai Muhammad Mawardi, dengan mengangkat tema penting: “Tiga Faktor Diterimanya Amal.”

Contents
Peringatan tentang Lalai terhadap AkhiratLima Kecintaan yang Menyesatkan UmatInilah Tiga Faktor Diterimanya Amal Menurut Ulama1. Iman sebagai Pondasi Utama2. Amal Harus Sesuai Syariat3. Ikhlas dalam BeramalMengokohkan Jalan Keselamatan

Umat Islam, tegas beliau, tentu mendambakan masuk surga tanpa melalui siksa. Para ulama Ahlussunnah wal Jamaah mengajarkan bahwa hanya mereka yang wafat dengan membawa imanlah yang mendapat kebahagiaan abadi di surga. Sebaliknya, siapa pun yang meninggal dalam keadaan tanpa iman akan kekal dalam kesengsaraan akhirat.

Peringatan tentang Lalai terhadap Akhirat

Dalam khutbah disebutkan bahwa banyak manusia terlena oleh kehidupan dunia. Fitnah, permusuhan, hingga perebutan pengaruh semakin sering terlihat. Ayat Al-Qur’an Surat At-Takatsur ayat 1–2 diingatkan kembali kepada jamaah sebagai alarm bahaya kelalaian:

“Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.”

Lima Kecintaan yang Menyesatkan Umat

Kiai Mawardi mengutip hadis dalam Nashaikhul ‘Ibad karya Imam Nawawi Banten yang menyebutkan lima kecintaan manusia yang membuat mereka melupakan akhirat:

  1. Mencintai dunia dan lupa akhirat.
  2. Mencintai kehidupan dan lupa kematian.
  3. Mencintai gedung-gedung megah dan lupa kubur.
  4. Mencintai harta dan lupa hisab.
  5. Mencintai makhluk dan melupakan Sang Pencipta.

Hadis ini, menurut beliau, harus menjadi cermin agar umat tidak terpeleset dalam jurang kelalaian spiritual.

Inilah Tiga Faktor Diterimanya Amal Menurut Ulama

Kiai Mawardi menegaskan bahwa seluruh kesibukan duniawi pada dasarnya sah saja, selama dijadikan sarana ketaatan. Namun agar amal dianggap bernilai di sisi Allah, ada tiga faktor utama yang wajib dipenuhi:

1. Iman sebagai Pondasi Utama

Seseorang harus berstatus sebagai mukmin sejati. Tanpa iman, amal sebesar apa pun tidak memiliki nilai keselamatan di akhirat.

2. Amal Harus Sesuai Syariat

Setiap amal wajib mengikuti aturan yang ditetapkan Rasulullah. Kesibukan dunia—baik berdagang, berorganisasi, maupun menjadi pejabat harus tetap berada dalam koridor agama.

3. Ikhlas dalam Beramal

Keikhlasan menjadi kunci keberterimaan amal. Bukan karena ingin dipuji atau dielu-elukan manusia, tetapi murni mengharap ridha Allah.

Mengokohkan Jalan Keselamatan

Melalui khutbah ini, jamaah diajak memperkuat takwa, menjaga diri dari fitnah zaman, dan mengarahkan seluruh aktivitas dunia agar menjadi ladang pahala. Kiai Mawardi menutup pesannya dengan doa agar Allah menganugerahkan taufik dan kemuliaan di alam kubur hingga selamat di akhirat.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Khutbah Jumat: Tiga Faktor Diterimanya Amal

You Might Also Like

Dua Karunia Terbesar Hidup: Prof Sholihan Ungkap Makna Syukur atas Amanat Kehidupan dan Panggilan ke Tanah Suci
KH Idham Chalid: Dari Santri Kalimantan hingga Wajah di Uang Rp5.000, Ulama Moderat yang Jadi Simbol Indonesia!
Bencana Alam Menggila! Alarm Keras dari Bumi untuk Manusia yang Terlena
Abdurrahman bin Auf Sahabat Rasulullah,  Teladan Orang Kaya yang Sholeh, Pembisnis yang Jujur dan Sedekahnya Tanpa Batas
Menjaga Akhlak di Era Krisis Moral Digital: Ketika Jari Lebih Tajam dari Pedang
TAGGED:akhiratamalan shalihiman dan ikhlasKhutbah Jumatkiai muhammad mawardildnu brebespwnu jatengsuul khotimahtaqwatiga faktor amal
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?