By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Benarkah Zuhud Bikin Pemuda Muslim Tertinggal? Rekonstruksi Makna Zuhud untuk Mentalitas Generasi Z
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Benarkah Zuhud Bikin Pemuda Muslim Tertinggal? Rekonstruksi Makna Zuhud untuk Mentalitas Generasi Z
Benarkah Zuhud Bikin Pemuda Muslim Tertinggal? Rekonstruksi Makna Zuhud untuk Mentalitas Generasi Z
Artikel

Benarkah Zuhud Bikin Pemuda Muslim Tertinggal? Rekonstruksi Makna Zuhud untuk Mentalitas Generasi Z

Dwi Widiyastuti
Last updated: November 15, 2025 2:24 am
Dwi Widiyastuti
Published: November 15, 2025
Share
Benarkah Zuhud Bikin Pemuda Muslim Tertinggal? Rekonstruksi Makna Zuhud untuk Mentalitas Generasi Z
SHARE

NUJATENG.COM – Di tengah arus digitalisasi dan kompetisi global, pemuda Muslim generasi Z menghadapi tantangan baru yang belum pernah dialami generasi sebelumnya. Ironisnya, sebagian dari mereka justru memaknai zuhud secara salah kaprah seolah kezuhudan adalah alasan keterbelakangan dalam ekonomi, teknologi, dan kreativitas. Padahal, persoalan utamanya bukan pada konsep zuhud itu sendiri, melainkan pada cara memahaminya.

Contents
Krisis Mentalitas Generasi Z MuslimKeterputusan antara Agama dan Realitas SosialHakikat Zuhud Menurut Para UlamaDunia sebagai Sarana, Bukan TujuanZuhud Sebagai Kekuatan, Bukan Penghambat KemajuanH3: Etos Kerja dari Jiwa yang Tidak Tergantung pada DuniaSaatnya Rekonstruksi Makna Zuhud bagi Generasi Z

Banyak pemuda mengira bahwa zuhud berarti menjauh dari dunia atau meninggalkan ambisi duniawi sepenuhnya. Padahal, para ulama salaf justru mengajarkan bahwa dunia boleh digenggam, selama tidak merajai hati. Syekh Ibn ‘Athā’illah menegaskan:
“Zuhud bukan meninggalkan dunia, tetapi dunia berada di tanganmu, bukan di hatimu.”

Kesalahpahaman inilah yang membuat sebagian pemuda Muslim kehilangan motivasi berprestasi, sehingga daya saing mereka tertinggal jauh di berbagai sektor.

Krisis Mentalitas Generasi Z Muslim

Penelitian dalam Journal of Social Psychology (2022) menunjukkan generasi Z rentan disorientasi moral akibat paparan digital berlebihan. Identitas virtual seringkali menggantikan rasa kehadiran Tuhan dalam hidup mereka.

Keterputusan antara Agama dan Realitas Sosial

Riset UIN Sunan Kalijaga (2023) menunjukkan 68% mahasiswa mengalami kesulitan menghubungkan nilai agama dengan dunia kerja dan aktivitas sosial modern. Inilah alasan mengapa konsep zuhud perlu direkonstruksi: bukan untuk menjauhkan mereka dari dunia, tetapi agar mampu menghadapinya dengan mentalitas yang sehat.

Hakikat Zuhud Menurut Para Ulama

Imam al-Ghazālī menggambarkan tiga tingkat kezuhudan, dari meninggalkan ketergantungan pada dunia hingga melihat dunia tidak layak menjadi tujuan utama. Ini berarti harta bukan masalah, kecuali ketika hati terikat pada harta tersebut.

Habib ‘Abdullāh al-Ḥaddād juga menegaskan bahwa zuhud bukan meninggalkan kepemilikan, melainkan memutus keterikatan hati terhadap dunia. Dengan kata lain, seseorang boleh menjadi profesional, pebisnis, atau digital creator, tetapi tetap menempatkan Allah sebagai tujuan tertinggi.

Dunia sebagai Sarana, Bukan Tujuan

Syekh Abū Bakr al-Kalābādhī menekankan bahwa orang zuhud adalah yang mengambil dunia sebatas penopang ketaatan kepada Allah. Prinsip ini relevan bagi generasi Z yang hidup di tengah industri digital menguasai teknologi tanpa diperbudak olehnya.

Zuhud Sebagai Kekuatan, Bukan Penghambat Kemajuan

Zuhud bukan musuh kemajuan. Ia justru berfungsi sebagai kompas moral dan penjaga integritas. Ibn ‘Athā’illah mengatakan bahwa seseorang boleh memiliki apa saja, selama tidak ada apa pun yang memiliki dirinya.

H3: Etos Kerja dari Jiwa yang Tidak Tergantung pada Dunia

Pemuda yang tidak diperbudak oleh ambisi materialistik justru akan bekerja lebih jujur, objektif, dan berfokus pada manfaat. Inilah kualitas yang dibutuhkan dunia profesional hari ini.

Syekh Nawawī al-Bantanī mengingatkan bahwa dunia adalah ladang akhirat. Artinya, pemuda generasi Z justru harus memaksimalkan potensinya di dunia sebagai investasi untuk kebahagiaan dua alam.

Saatnya Rekonstruksi Makna Zuhud bagi Generasi Z

Zuhud bukan ajakan untuk mundur, tetapi cara untuk tetap stabil dalam hiruk-pikuk dunia modern. Bukan anti teknologi, tapi anti diperbudak teknologi. Bukan anti kekayaan, tapi anti keserakahan. Zuhud adalah fondasi spiritual yang menuntun generasi Z untuk melangkah maju tanpa kehilangan arah.

Dengan memahami zuhud secara benar, pemuda Muslim dapat menjadi generasi yang unggul: mahir teknologi, kuat mentalitas, dan tetap teguh pada nilai-nilai keilahian.***

Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di nuonline.id dengan judul: Rekonstruksi Makna Zuhud bagi Pembentukan Mentalitas Pemuda Muslim Generasi Z

You Might Also Like

Mengenal 12 Pahlawan Nasional dari Kalangan Nahdlatul Ulama
Kisah Sahabat Nabi yang Tetap Berpegang pada Iman Meski Disiksa
Konsep Kemajuan di Lingkungan Ekstrem: Inspirasi Global Mendorong Legacy Presiden Prabowo untuk Peradaban
MTQ dan Revolusi Nilai, Prof Yuyun Affandi: Menumbuhkan Generasi Qurani yang Inspiratif dan Berkarakter
Begini Cara Menjamin Perlindungan Nakes dan Pasien dalam Advanced Therapy
TAGGED:generasi zmentalitas muslimspiritualitas islamtasawuf pemudazuhud
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?