Longsor Banjarnegara, BPBD Sebut 2 Orang Meninggal, 823 Warga Pandansari Mengungsi
Longsor melanda desa situkung pandanarum paksa warga mengungsi
BANJARNEGARA – nujateng.com – Tanah longsor kembali terjadi di daerah dataran tinggi di Banjarnegara, Jawa tengah.
Setelah peristiwa ratanya Desa Kasimpar pada 20 Januari 2024, kali ini, Minggu, 16/11/2025, Dusun Situkung, Desa/Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah juga dilanda longsor .
Kabar tersebut awalnya beredar melalui sosial media, di mana di dalam video pendek berdurasi kurang lebih 1 menit terjadi longsoran Bukit Situkung Pandanarum tanah bergerak sehingga menimbun sejumlah rumah.
Dilansir dari update terbaru BPBD Banjarnegara, dusun tersebut terletak di lereng Bukit Jaran. Hujan selama berjam jam yang mengguyur wilayah tersebut dan sekitarnya menjadi penyebab tanah di bukit mulai bergeser dan mencapai desa pada pukul 14.00 WIB.
Dari kejadian tanah longsor tersebut, sebanyak 4 RT terdampak langsung.
Dalam update-nya Senin pagi pukul 08.37 WIB, BPBD menyatakan sebanyak dua orang meninggal, seorang bernama Esiah (22th/perempuan) ditemukan di tempat kejadian, dan seorang lagi bernama Lewih Kaoti (40 th/perempuan) meninggal pada pukul 06.33 di RSUD.
Sementara diduga sebanyak 27 orang hilang dan dalam proses pencarian. Sebanyak 34 orang yang berada di hutan sedang dievakuasi, serta sebanyak 823 jiwa mengungsi setelah sebelumnya hanya 660jiwa.
Adapun tiga titik utama yang menjadi tempat pengungsian warga Situkung yaitu:
1. Kantor kecamatan Pandanarum .
2. GOR Desa Beji.
3. Gedung Haji Desa Pringamba
Tiga tempat pengungsian tersebut penuh oleh warga yang sudah di evakuasi maupun warga yang berada di sekitar daerah Situkung. Karena takut akan terjadi longsor susulan.
(DISCLAIMER: Berita ini laporan Alifia Rohmatu Khasanah siswa peserta Pelatihan Jurnalistik nujateng.com dari SMAN 1 Karangkobar, Banjarnegara)
