By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Kisah Inspiratif Pengusaha Muslim yang Menolak Monopoli Pangan Demi Keberkahan
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Kisah Inspiratif Pengusaha Muslim yang Menolak Monopoli Pangan Demi Keberkahan
Artikel

Kisah Inspiratif Pengusaha Muslim yang Menolak Monopoli Pangan Demi Keberkahan

Taufik Hidayat
Last updated: October 25, 2025 11:34 pm
Taufik Hidayat
Published: October 26, 2025
Share
SHARE

BANJARNEGARA. nujateng. Com – Dalam sejarah Islam, banyak kisah inspiratif tentang kejujuran dalam berdagang.

Salah satunya datang dari seorang pengusaha muslim di kota Wasith, Iraq, yang menolak praktik monopoli pangan meski bisa meraup untung besar.

Suatu hari, sang pengusaha mengirim kapal berisi gandum hasil panen terbaik menuju kota Basrah.

Baca Juga: Rahasia Ketenangan Hati dalam Menerima Takdir Allah dengan Tawakal

Ia memerintahkan pekerjanya untuk menjual gandum itu segera dengan keuntungan wajar.

Namun, setibanya di sana, para pedagang lokal menyarankan agar stok ditahan dulu selama seminggu agar harga naik.

Sang pekerja pun tergoda dan mengikuti saran itu. Hasilnya, harga melonjak tinggi dan keuntungan pun berlipat.

Namun, ketika kabar itu sampai ke telinga sang pengusaha, ia justru bersedih.

Ia berkata bahwa tindakan menahan barang kebutuhan pokok agar harga naik termasuk perbuatan zalim dan dilarang dalam Islam, karena menyulitkan masyarakat banyak.

Ia pun memerintahkan agar seluruh keuntungan tersebut disedekahkan kepada fakir miskin di Basrah, sebagai bentuk penebusan atas kesalahan itu.

Baca Juga: Sulit Bayar Utang? Begini Hukum Utang dalam Islam dan Doa Mustajab agar Segera Lunas!

Kisah ini menjadi pengingat penting bagi para pelaku usaha masa kini. Islam tidak hanya mengajarkan cara berdagang yang menguntungkan, tetapi juga menekankan etika dan keadilan.

Praktik monopoli, penimbunan, dan manipulasi harga bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga menghilangkan keberkahan rezeki.

Dalam dunia modern, kita sering melihat fenomena serupa dalam skala besar.

Namun, kisah pengusaha dari Wasith ini menunjukkan bahwa nilai-nilai kejujuran, amanah, dan empati kepada sesama tetap relevan.

Rezeki yang halal dan berkah tidak datang dari kelicikan, melainkan dari hati yang bersih dan niat yang tulus.

Sebuah teladan agung bahwa dalam bisnis, keberkahan jauh lebih berharga daripada keuntungan sesaat.***

You Might Also Like

Viral Jasa Nikah Sirri di Jakarta! Ulama Fiqih Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya
SMAN 1 Sigaluh Hadiri Bedah Buku dan Diskusi “Reset Indonesia”
Kisah Islam Inspiratif, Pelajaran Menanam Pohon untuk Anak Cucu dari Petani Tua dan Raja
Begini Cara Menjamin Perlindungan Nakes dan Pasien dalam Advanced Therapy
Merasa Terzalimi? Jangan Balas Dendam, Balas dengan Doa Ini agar Hati Tenang dan Hidup Diberkahi!
TAGGED:MonopoliPerdagangan
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?