By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: ASN Jateng Bisa Himpun Wakaf Hingga Rp8 Miliar per Tahun, Gus Yasin Dukung Jadi Dana Abadi Umat
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » ASN Jateng Bisa Himpun Wakaf Hingga Rp8 Miliar per Tahun, Gus Yasin Dukung Jadi Dana Abadi Umat
Berita

ASN Jateng Bisa Himpun Wakaf Hingga Rp8 Miliar per Tahun, Gus Yasin Dukung Jadi Dana Abadi Umat

Ali Arifin
Last updated: October 23, 2025 11:51 am
Ali Arifin
Published: October 23, 2025
Share
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin atau Gus Yasin foto bersama Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Masykur, selaku Ketua Perwakilan BWI Jawa Tengah dan pengurus lainnya, Kamis 23 Oktober 2025.
SHARE

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin atau Gus Yasin foto bersama Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Masykur, selaku Ketua Perwakilan BWI Jawa Tengah dan pengurus lainnya, Kamis 23 Oktober 2025.


SEMARANG – nujateng.com –
Gerakan wakaf uang di Jawa Tengah terus digencarkan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) menargetkan potensi wakaf dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa mencapai Rp8 miliar per tahun. Dana ini akan dijadikan dana abadi umat untuk mendukung berbagai program sosial produktif di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Masykur, selaku Ketua Perwakilan BWI Jawa Tengah memaparkan, di Jawa Tengah terdapat 112.834 bidang tanah wakaf dengan total luas mencapai 5.825,77 hektare. Dari jumlah itu, 78.492 bidang seluas 3.978,54 hektare sudah bersertifikat, sedangkan 34.342 bidang seluas 1.847,23 hektare belum memiliki sertifikat.

“Selama ini banyak tanah wakaf yang baru dimanfaatkan untuk madrasah atau masjid, tapi belum optimal secara ekonomi. Sekarang sedang kami dorong agar bisa lebih produktif,” kata Imam di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Kamis 23 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, Pemprov bersama BWI kini tengah menyiapkan model pengelolaan wakaf produktif, termasuk gerakan wakaf uang ASN. ASN di Jateng disebut berkomitmen untuk berwakaf dua kali setahun, masing-masing sebesar Rp100 ribu.

“Kalau seluruh ASN ikut, potensi dananya bisa mencapai sekitar Rp8 miliar per tahun,” ujarnya.

Imam menambahkan, dua daerah di Jawa Tengah yakni Semarang dan Kendal telah ditunjuk sebagai kota wakaf percontohan, dan selanjutnya akan diupayakan menyusul Demak dan Kudus. Ia juga menyebut bahwa pihaknya kini telah mendapatkan SK resmi dari BWI Pusat sebagai nazhir wakaf uang, yang diketuai oleh Drs H.Eman Sulaeman, MH, yang merupakan dosen UIN Walisongo Semarang.

“Kami juga meniru praktik di Sumatera Barat, di mana calon pengantin (catin) ikut berwakaf minimal Rp10.000 Rupiah,” imbuhnya.

Sekretaris Nadzir Wakaf Uang BWI Jateng, Ahmad Furqon, menyebut program wakaf uang ASN ini akan diinvestasikan pada sektor-sektor produktif. Hasilnya akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit gratis bagi keluarga tidak mampu, renovasi masjid, serta kegiatan yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Program ini juga selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 8 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem. Kalau wakafnya di atas Rp1 juta, wakif bisa mendapatkan Sertifikat Wakaf Uang,” jelasnya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin atau Gus Yasin menilai gerakan wakaf uang ASN ini merupakan langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat.

Ia menegaskan wakaf harus dikelola secara produktif dan berkelanjutan, bukan hanya dikumpulkan lalu disalurkan seperti lembaga zakat.

“Kalau hanya programnya dikumpulkan dan dibagikan, itu mirip Baznas. Tapi kalau dikelola produktif, hasilnya bisa memberdayakan fakir miskin,” kata Yasin.

Ia juga mendorong agar wakaf dikolaborasikan dengan madrasah dan masjid yang bisa mengembangkan unit usaha seperti toko atau tempat istirahat bagi musafir.

“Dengan begitu, hasilnya bisa terus berputar dan menjadi manfaat yang abadi bagi masyarakat,” tegasnya.

Yasin menambahkan, pelibatan ASN dan masyarakat luas menjadi kunci agar wakaf uang benar-benar menjadi gerakan sosial yang berdampak luas.

“Kami mendukung penuh upaya menjadikan wakaf uang sebagai dana abadi umat yang tidak hanya membangun, tapi juga memberdayakan,” pungkasnya.***

You Might Also Like

Yai Fadlolan Pimpin Doa dan Munajat Keluarga Besar PPFF Semarang untuk Hidupkan Malam Nishfu Sya’ban
Tiga Hari Tak Mau Mundur, Gus Yahya Akan Dicopot dari Jabatan Ketum PBNU
Saatnya Orang NU Tidak Lagi Tayamum dalam Politik
Dwi
20 Santri PPFF Alumni MA Al-Musyaffa’ Kuliah di Universitas Al-Azhar Cairo Mesir
TAGGED:Badan wakaf IndonesiaBWIBWI JatengBWI Provinsi Jatenggus yasinwagub jateng taj yasin
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?