By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Ngopi Santai Penuh Makna Pencerahan dan Silaturahim
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Ngopi Santai Penuh Makna Pencerahan dan Silaturahim
BeritaPendidikan

Ngopi Santai Penuh Makna Pencerahan dan Silaturahim

Saifudin
Last updated: March 23, 2026 1:35 am
Saifudin
Published: March 22, 2026
Share
SHARE

KEDIRI – nujateng.com – Suasana hangat penuh keakraban terasa di Desa Damarwulan saat keluarga berkumpul sederhana sambil ngopi bersama. Momen ini sekaligus menjadi ajang silaturahim Saifudin dengan saudara-saudaranya di kampung halaman di wilayah Damarwulan Kepung Kediri.
Berbeda dari kajian formal, pertemuan ini berlangsung sebagai pencerahan melalui diskusi santai, berbentuk sharing dan tukar pengalaman hidup. Yang ditekankan bukan sekadar teori, tetapi laku nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam suasana tersebut, Mas Shodiq—yang akrab disapa Mbah Diq karena kedalaman ilmunya meski masih muda mengajak kepada sesama untuk lebih jujur melihat diri sendiri. “Sebelum kita mengajak orang lain, apakah kita ini sudah benar-benar murni lillāh?” ungkapnya.

Diawali dari jabarkan kisah teladan Rasulullah ﷺ yang selalu:
– Melayani keluarga dan sahabat
– Membantu pekerjaan rumah
– Mengutamakan kepentingan umat.

Selaras dengan hadis : سَيِّدُ الْقَوْمِ خَادِمُهُمْ

yang artinya “Pemimpin suatu kaum adalah orang yang melayani mereka.”

Penjelasan Singkat Hadis ini mengajarkan bahwa dalam Islam, kepemimpinan bukan soal kekuasaan atau kedudukan, tetapi pengabdian dan pelayanan. Semakin tinggi posisi seseorang, seharusnya semakin besar tanggung jawabnya untuk membantu, melayani, dan memperhatikan kebutuhan umat atau masyarakatnya.


Mbah Diq kemudian mengangkat sebuah hikmah tasawuf:
تَرَكْتُ مُرَادِي لِمُرَادِكَ
“Aku meninggalkan keinginanku demi kehendak-Mu.”
Serta versi yang lebih panjang:
تَرَكْتُ مُرَادِي لِمُرَادِكَ، فَإِذَا أَرَدْتَ شَيْئًا أَرَدْتُهُ
“Aku tinggalkan keinginanku demi kehendak-Mu, maka apa pun yang Engkau kehendaki, itulah yang aku kehendaki.”
Dalam penjelasannya, Mbah Diq menyampaikan bahwa ungkapan ini bukan hadis Nabi ﷺ, melainkan hikmah para sufi tentang maqām taslīm (pasrah total kepada Allah), yang sering dinisbatkan kepada tokoh seperti Rabi’ah al-Adawiyah, Abu Yazid al-Bustami, dan Junaid al-Baghdadi.
Penekanan utama dari diskusi ini adalah bahwa keikhlasan tidak cukup dipahami, tetapi harus dilatih dan dijalani. Mengosongkan kehendak diri (irādah nafs), ridha terhadap takdir, serta menyelaraskan keinginan dengan kehendak Allah adalah proses yang harus diwujudkan dalam tindakan.
Dengan bahasa sederhana, beliau mengingatkan tentang bahaya ego:
“Ngrayah hak e Gusti, ‘iku hake kulo Gusti’. Yen ora dipujo ora iso nerimo. Pendapate kudu dituruti. Kuwi gambaran wong sing dadi ‘abdul hawa’—nyembah hawa nafsune dhewe.”
Sebaliknya, orang yang berjalan dengan laku yang benar adalah mereka yang berusaha memuliakan orang lain, memberi manfaat, serta menghadirkan kebahagiaan bagi sesama tanpa menonjolkan diri.
Momen silaturahim Saifudin bersama keluarga pun semakin bermakna, karena tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga saling menguatkan dalam nilai keikhlasan dan praktik hidup yang nyata.
Diskusi santai ini turut direkam oleh Kang Saif, yang merangkum pesan penting dari Mbah Diq: bahwa kehidupan sejatinya bukan tentang mempertahankan ego, melainkan tentang menundukkan diri, ikhlas, dan hadir sebagai manfaat bagi orang lain.
Di akhir pesan, Mbah Diq berharap agar para tokoh masyarakat dan pemerintah dapat meneladani akhlak para salafus shalih yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga kuat dalam laku, penuh keikhlasan, dan rendah hati.
Ngopi sederhana pun dapat menjadi ruang pencerahan yang membumi, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir dan segenap pembaca media sosial ini yang akhirnya dapat bermanfaat bagi keluarga, bangsa dan negara. Amin

You Might Also Like

Patut Diapresiasi! Santri Program Tahfidh 6 Bulan PPFF Semarang Langsung Tasmi’ Tes di Hadapan Syeikh Ammar Azmi
Unissula: Benteng Ketahanan di Garis Depan Kaligawe
Dua Profesor FSRD ITB Buat Heboh Pasar Seni: Jual Ijazah Palsu Langsung Wisuda
Jurnalistik di Era Digital: Menuju Indonesia Emas 2045 dengan Informasi yang Kredibel dan Berintegritas
Kyai Yusuf Maskuri, Berawal dari Pengajian Bulanan Membangun Pondok Pesantren Ar Rahma
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?