By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Diabetes dan Kondisi Emosional, Benarkah Stres Dapat Memengaruhi Gula Darah?
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Diabetes dan Kondisi Emosional, Benarkah Stres Dapat Memengaruhi Gula Darah?
Artikel

Diabetes dan Kondisi Emosional, Benarkah Stres Dapat Memengaruhi Gula Darah?

Tasir Alamsyah
Last updated: August 19, 2026 5:50 am
Tasir Alamsyah
Published: August 19, 2026
Share
SHARE

nujateng.com – Diabetes sering dibicarakan sebagai masalah kadar gula darah. Padahal, orang yang hidup dengan diabetes juga dapat menghadapi tantangan psikologis, mulai dari stres, kecemasan, kelelahan mental hingga rasa khawatir terhadap komplikasi.

Namun, hubungan antara emosi dan diabetes perlu dipahami secara tepat. Tidak ada bukti bahwa satu emosi tertentu, seperti marah, kecewa, atau sedih, secara langsung menjadi penyebab diabetes.

Diabetes merupakan penyakit metabolik yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor genetik, resistensi insulin, pola makan, aktivitas fisik, berat badan, usia, serta kondisi kesehatan lainnya.

Bagaimana Stres Berhubungan dengan Gula Darah?

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh dapat melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Hormon tersebut merupakan bagian dari respons alami tubuh terhadap tekanan.

Dalam kondisi tertentu, respons stres dapat meningkatkan kadar glukosa darah karena tubuh menyediakan lebih banyak energi untuk menghadapi situasi yang dianggap mengancam.

Masalah dapat muncul ketika stres berlangsung terus-menerus. Stres kronis juga dapat memengaruhi tidur, nafsu makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan seseorang terhadap pengobatan.

Dengan demikian, stres bukan satu-satunya penyebab gula darah tinggi, tetapi dapat menjadi salah satu faktor yang membuat pengelolaan diabetes menjadi lebih sulit.

Emosi yang Sering Dialami Orang dengan Diabetes

1. Cemas terhadap Kondisi Kesehatan

Diagnosis diabetes dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai kadar gula darah, obat-obatan, pemeriksaan rutin, dan kemungkinan komplikasi.

Kecemasan yang berlebihan dapat membuat seseorang sulit berkonsentrasi pada perawatan dirinya.

2. Stres karena Perubahan Gaya Hidup

Pengaturan makanan, aktivitas fisik, pemeriksaan gula darah, dan penggunaan obat dapat menjadi rutinitas baru yang membutuhkan penyesuaian.

Pada sebagian orang, proses tersebut dapat menimbulkan tekanan psikologis.

3. Diabetes Distress

Dalam dunia medis dikenal istilah diabetes distress, yaitu tekanan emosional yang berkaitan dengan tuntutan sehari-hari dalam mengelola diabetes.

Seseorang dapat merasa lelah menghadapi rutinitas perawatan, frustrasi karena gula darah sulit terkontrol, atau merasa terbebani oleh kondisi yang harus dikelola dalam jangka panjang.

Kondisi ini berbeda dengan sekadar “menyimpan emosi” dan tidak boleh dianggap sebagai penyebab langsung diabetes.

4. Depresi

Orang dengan penyakit kronis, termasuk diabetes, dapat mengalami masalah kesehatan mental seperti depresi.

Depresi dapat memengaruhi motivasi untuk berolahraga, mengatur pola makan, tidur, melakukan pemeriksaan, maupun mengikuti pengobatan.

Karena itu, perubahan suasana hati yang berlangsung lama perlu mendapatkan perhatian.

Apakah Emosi Tertentu Menyebabkan Diabetes?

Tidak tepat jika diabetes dikaitkan dengan satu emosi tertentu.

Misalnya, mengatakan bahwa seseorang terkena diabetes karena terlalu banyak marah, kecewa, memendam masalah dengan pasangan, atau mengalami luka masa lalu merupakan penyederhanaan yang tidak sesuai dengan kompleksitas penyakit diabetes.

Begitu pula sebaliknya, menganggap bahwa melepaskan emosi tertentu dapat menyembuhkan diabetes bukanlah pendekatan medis yang dapat menggantikan pengobatan.

Pendekatan psikologis dapat menjadi bagian dari perawatan secara menyeluruh, tetapi tetap perlu berjalan bersama pengelolaan medis.

Mengapa Kesehatan Mental Penting dalam Pengelolaan Diabetes?

Kesehatan mental dan kesehatan fisik saling berkaitan.

Ketika seseorang mengalami stres atau masalah psikologis, kebiasaan sehari-hari dapat berubah. Misalnya, tidur menjadi tidak teratur, aktivitas fisik berkurang, pola makan berubah, atau obat tidak diminum sesuai anjuran.

Karena itu, pengelolaan diabetes idealnya tidak hanya memperhatikan angka gula darah, tetapi juga kondisi psikologis dan kualitas hidup pasien.

Cara Mengelola Beban Emosional Saat Mengalami Diabetes

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Kenali kondisi emosional.
Perhatikan apakah sering merasa cemas, marah, sedih, lelah, atau kehilangan motivasi.

2. Jangan menyalahkan diri sendiri.
Diabetes memiliki banyak faktor penyebab dan bukan semata-mata akibat kegagalan seseorang mengendalikan dirinya.

3. Pertahankan pola hidup sehat.
Pola makan seimbang, aktivitas fisik sesuai kemampuan, tidur yang cukup, dan mengikuti pengobatan merupakan bagian penting dalam pengelolaan diabetes.

4. Gunakan teknik relaksasi.
Pernapasan perlahan, mindfulness, doa, atau aktivitas yang menenangkan dapat membantu mengelola stres. Teknik tersebut berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti terapi medis.

5. Cari dukungan.
Berbicara dengan keluarga, komunitas, dokter, psikolog, atau tenaga kesehatan dapat membantu ketika beban terasa berat.

Emosi bukan penyebab tunggal diabetes, tetapi kondisi psikologis dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan kemampuan seseorang dalam mengelola diabetes.

Stres kronis, kecemasan, diabetes distress, dan depresi perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi perilaku kesehatan dan kualitas hidup.

Karena itu, merawat diabetes sebaiknya dilakukan secara menyeluruh: mengelola kadar gula darah, menjaga pola hidup, mengikuti pengobatan, sekaligus memperhatikan kesehatan mental.

Jika kadar gula darah sering tinggi atau muncul gejala yang mengkhawatirkan, pemeriksaan dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah utama.***

You Might Also Like

Fenomena Ujub di Media Sosial: Ketika Pamer Kebaikan Jadi Racun Spiritual yang Tak Disadari
Do’a Ketika Keluar Rumah agar Selalu Mendapatkan Keberkahan dalam Setiap Perjalanan
Doa Pagi dan Petang, Pengakuan Total Seorang Hamba kepada Allah
Sejarah Pembuka Hutan Awal Wonosobo Jawa Tengah
Puntung Rokok Kecil, Dosa Besar? Ini Bahaya Tersembunyinya dan Larangan Rasulullah yang Sering Diabaikan!
TAGGED:Diabetesgula darah
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?