Konsolidasi Daerah BBPMP Jawa Tengah: Perkuat Sinergi demi Pendidikan Bermutu
2 mins read

Konsolidasi Daerah BBPMP Jawa Tengah: Perkuat Sinergi demi Pendidikan Bermutu

SEMARANG, NUJATENG.COM – Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Konsolidasi Daerah sebagai langkah nyata mengimplementasikan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

​Acara yang berlangsung pada Rabu (04/03/2026) di Hotel Wahid Bandungan, Semarang ini dihadiri oleh 250 peserta dari berbagai unsur pemangku kepentingan pendidikan.

6 Program Prioritas Kemendikdasmen

Kegiatan ini difokuskan untuk menyelaraskan pemahaman mengenai enam pilar utama transformasi pendidikan, yaitu:
​Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Akses.
​Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru.
​Penguatan Pendidikan Karakter dan Akademik.
​Digitalisasi Pembelajaran serta Sarana Prasarana.
​Pembangunan Bahasa dan Sastra.
​Beasiswa dan Manajemen Talenta.

Kolaborasi “Sengkuyung” untuk Mutu Pendidikan

​Ketua BBPMP Jawa Tengah, Dr. Nugraheni Triastuti, S.E., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan program pusat bergantung pada kolaborasi di tingkat daerah.

​”Implementasi program prioritas ini tidak mungkin dilakukan oleh Dinas Pendidikan sendirian. Perlu kolaborasi berbagai pihak. Melalui konsolidasi ini, kami ingin menyatukan visi agar semua pihak ‘menyengkuyung’ (gotong royong) bersama demi peningkatan mutu pendidikan di Jawa Tengah,” ujar Dr. Nugraheni.

​Beliau menambahkan bahwa jika Konsolidasi Nasional (Konsolnas) berfokus pada regulasi, maka Konsolidasi Daerah (Konsolda) ini lebih menitikberatkan pada aspek implementatif di lapangan.

Tantangan Digitalisasi Bukan Sekadar Alat

​Salah satu fokus utama adalah pemanfaatan Papaan Informasi Digital (PID). Dari 52.001 satuan pendidikan di Jawa Tengah, lebih dari 33.000 sekolah telah menerima bantuan PID. Namun, Dr. Nugraheni mengingatkan bahwa tantangan sebenarnya bukan pada pengadaan alat, melainkan pemanfaatannya.

​”Digitalisasi bukan sekadar alat, tapi bagaimana mengubah cara mengajar dan cara belajar anak-anak agar lebih menyenangkan,” jelasnya.

​Untuk menjawab tantangan ini, BBPMP Jateng telah menginisiasi,
​Bimtek Pemanfaatan PID yang dilaksanakan pada Januari-Februari 2026 lalu.

Guru Pejuang Digital

Memberdayakan guru-guru muda yang melek teknologi di setiap kabupaten/kota untuk membantu rekan sejawat dan melakukan transformasi ilmu.

Pesan Wamen Dikdasmen, Perubahan Paradigma

​Hadir dalam acara tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D. Beliau menyampaikan pesan penting dari Presiden mengenai kreativitas dan inovasi.

​”Kita harus mengubah mindset. Kesuksesan bukan diukur dari selesainya pelatihan atau terbangunnya sarana fisik, melainkan pada output anak didik kita. Program-program pemerintah hanyalah sarana untuk mencapai tujuan utama, yaitu pendidikan bermutu,” tegas Prof. Atip.

​Beliau juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan pra-SD/PAUD sebagai bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun.

​Apresiasi bagi Pemerintah Daerah
​Sebagai bentuk motivasi, BBPMP Jawa Tengah juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang menunjukkan capaian luar biasa pada program prioritas, seperti:
​Anak Putus Sekolah (APS).
​Pendidikan Inklusi.
​Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
​Makan Bergizi Gratis (MBG).***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *