Tak Identik Ngaji Kitab Kuning dan Alquran, Santri Ponpes di Semarang Ini juga Diajari Berwirausaha

nujateng.com – Tak hanya ngaji Kitab Kuning dan Alquran, santri di pondok pesantren Semarang ini juga diajari berwirausaha.
Suasana aktivitas usaha tampak hidup di salah satu unit Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) yang dikelola oleh santri peserta Program Life Skill Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF) Semarang.
Dalam gambar terlihat santri dengan penuh ketelitian melakukan pencatatan administrasi dan pendataan transaksi, didampingi oleh pendamping program yang memberikan arahan secara langsung.
Pesantren kini tak lagi hanya identik dengan kitab dan ruang mengaji. Di PPFF, santri justru ditempa menjadi wirausahawan muda melalui Program Life Skill yang mengoptimalkan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) sebagai laboratorium bisnis nyata.
Program Life Skill tersebut dilaksanakan di beberapa sektor BUMP yang ada di lingkungan PPFF, salah satunya di bidang ritel dan jasa, yaitu Adammart.
Melalui sektor ini, santri mendapatkan pembelajaran langsung mengenai dunia bisnis dalam lingkup pesantren, mulai dari pelayanan konsumen, pengelolaan stok barang, pencatatan keuangan sederhana, hingga kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha.
Pimpinan PPFF, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’ Lc., MA, menyampaikan bahwa Program Life Skill ini merupakan bagian dari visi besar pesantren dalam menyiapkan santri menghadapi tantangan masa depan.

“Melalui program life skill ini, PPFF tidak hanya mencetak santri yang kuat secara keilmuan agama, tetapi juga memiliki kecakapan hidup dan kemandirian ekonomi,” tegas beliau.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa model pengelolaan ini menempatkan BUMP sebagai sarana strategis dalam pembentukan santripreneur, yaitu santri yang memiliki jiwa wirausaha, mandiri, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman dan pesantren.
Salah satu santri peserta Program Life Skill di sektor Adammart, Jasmine, santri MA kelas XI B, mengungkapkan kesannya terhadap kegiatan tersebut.
“Melalui program life skill di Adammart, saya jadi memahami bagaimana cara mengelola usaha, melayani pelanggan dengan baik, serta belajar bertanggung jawab dalam bekerja. Program ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya tentang dunia bisnis sejak masih di pesantren,” ujar Jasmine.
Dengan terlaksananya Program Life Skill ini, PPFF berharap para santri Madrasah Aliyah kelas X, XI, dan XII mampu mengembangkan potensi diri, memiliki bekal keterampilan hidup, serta siap menjadi generasi santri yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di tengah masyarakat.Rofikoh***
