
KENDAL, NUJATENG.COM– Rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Ungaran menuai penolakan dari sejumlah warga, relawan pencinta alam, hingga pegiat lingkungan di Kabupaten Kendal. Mereka khawatir proyek tersebut berpotensi mengganggu kelestarian ekosistem gunung dan menimbulkan risiko bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng.
Penolakan itu mulai dikonsolidasikan melalui pertemuan puluhan relawan pencinta alam dan pegiat sosial di Balkondes Tamanrejo, Kecamatan Limbangan, Kendal, Sabtu (12/9/2026).
Pertemuan tersebut diinisiasi Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo. Forum itu menjadi langkah awal untuk menyatukan sikap sekaligus menghimpun dukungan masyarakat di kawasan lereng Gunung Ungaran, khususnya wilayah Kendal.

Koordinator Wilayah Aliansi Penyelamat Gunung Ungaran dan Telomoyo Kendal, Sri Joko Triyono, mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang bagi warga dan relawan untuk menyampaikan keresahan terhadap rencana pengembangan geothermal.
“Ini adalah wadah untuk menyuarakan keresahan kita tentang proyek energi panas di Gunung Ungaran, karena bagian utara adalah wilayah Kendal. Korwil ini nantinya akan menjadi sarana pegiat lingkungan untuk melakukan penolakan,” kata Sri Joko.
Menurut dia, kekhawatiran warga terutama berkaitan dengan kemungkinan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat yang berada di sekitar kawasan Gunung Ungaran.
Karena itu, masyarakat meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pembangunan geothermal dengan memperhatikan kepentingan warga serta kelestarian lingkungan.***
