By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: Kisah Pembunuh 100 Orang yang Mendapat Ampunan Allah
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » Kisah Pembunuh 100 Orang yang Mendapat Ampunan Allah
Uncategorized

Kisah Pembunuh 100 Orang yang Mendapat Ampunan Allah

Tasir Alamsyah
Last updated: September 25, 2026 6:38 am
Tasir Alamsyah
Published: September 25, 2026
Share
SHARE

NUJATENG.COM -Pernah mendengar kisah pembunuh 100 orang dalam Islam? Kisah ini bukan sekadar tentang kejahatan dan dosa. Di baliknya ada pelajaran tentang taubat, rahmat Allah, dan harapan bagi seseorang yang ingin kembali kepada-Nya.

Dikisahkan, seorang laki-laki telah membunuh 99 orang. Ia kemudian mencari seseorang yang dapat menjawab apakah dirinya masih memiliki kesempatan untuk bertaubat.

Ia menemui seorang ahli ibadah. Namun, jawaban yang diberikan membuatnya kecewa. Dalam kemarahan, ia kembali melakukan pembunuhan hingga jumlah korbannya menjadi 100 orang.

Setelah itu, ia bertemu dengan seorang yang berilmu.

Berbeda dari sebelumnya, orang berilmu tersebut mengatakan bahwa pintu taubat masih terbuka.

Namun, taubat tidak cukup hanya dengan penyesalan.

Ia diminta meninggalkan lingkungan buruknya dan pergi menuju tempat yang dihuni orang-orang saleh.

Laki-laki itu pun berangkat.

Ia sedang berjalan menuju tempat yang lebih baik ketika ajal menjemputnya.

Kemudian terjadi perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat azab mengenai dirinya.

Allah akhirnya memberikan keputusan berdasarkan arah perjalanan laki-laki tersebut.

Ia dinilai lebih dekat kepada tempat orang-orang saleh yang hendak ditujunya.

Maka Allah memberikan rahmat kepadanya.

Apa hikmah dari kisah pembunuh 100 orang ini?

Dosa tidak boleh dianggap ringan. Tetapi sebesar apa pun dosa seseorang, jangan sampai membuatnya berputus asa dari rahmat Allah.

Taubat yang benar bukan hanya berkata, “Aku menyesal.”

Taubat juga berarti berusaha meninggalkan keburukan, memperbaiki diri, dan mengubah arah kehidupan.

Mungkin hari ini ada seseorang yang merasa dirinya terlalu jauh dari Allah.

Merasa masa lalu terlalu buruk.

Merasa dosa terlalu banyak.

Jika itu yang sedang dirasakan, ingatlah kisah pembunuh 100 orang ini.

Jangan berhenti mencari jalan pulang hanya karena merasa perjalananmu sudah terlalu jauh.

Selama masih diberi kehidupan, masih ada kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53).***

You Might Also Like

Menag Nasaruddin Umar Dijadwalkan Kunjungi Ponpes Girikusumo dan APIK Kaliwungu
Semarak Haornas 2026, MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Tanamkan Semangat Sehat dan Bahagia
Sabtu Ceria di Islamic Centre: Kajian Tafsir Surah An-Nasr Bersama Dr. KH. Multazam Ahmad, M.A.
Siswa SMAN 1 Wanadadi Fatih Haidar Ahmad sukses sabet juara 2 Kejurda IPSI 2025
Kajian Kopikhas MWCNU Ngaliyan: Menggali Pesan Mbah Hasyim tentang Keadilan dan Akhlak Bermasyarakat
TAGGED:pembunuh 100 orang
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?