
NUJATENG.COM -Pernah mendengar kisah pembunuh 100 orang dalam Islam? Kisah ini bukan sekadar tentang kejahatan dan dosa. Di baliknya ada pelajaran tentang taubat, rahmat Allah, dan harapan bagi seseorang yang ingin kembali kepada-Nya.
Dikisahkan, seorang laki-laki telah membunuh 99 orang. Ia kemudian mencari seseorang yang dapat menjawab apakah dirinya masih memiliki kesempatan untuk bertaubat.
Ia menemui seorang ahli ibadah. Namun, jawaban yang diberikan membuatnya kecewa. Dalam kemarahan, ia kembali melakukan pembunuhan hingga jumlah korbannya menjadi 100 orang.
Setelah itu, ia bertemu dengan seorang yang berilmu.
Berbeda dari sebelumnya, orang berilmu tersebut mengatakan bahwa pintu taubat masih terbuka.
Namun, taubat tidak cukup hanya dengan penyesalan.
Ia diminta meninggalkan lingkungan buruknya dan pergi menuju tempat yang dihuni orang-orang saleh.
Laki-laki itu pun berangkat.
Ia sedang berjalan menuju tempat yang lebih baik ketika ajal menjemputnya.
Kemudian terjadi perselisihan antara malaikat rahmat dan malaikat azab mengenai dirinya.
Allah akhirnya memberikan keputusan berdasarkan arah perjalanan laki-laki tersebut.
Ia dinilai lebih dekat kepada tempat orang-orang saleh yang hendak ditujunya.
Maka Allah memberikan rahmat kepadanya.
Apa hikmah dari kisah pembunuh 100 orang ini?
Dosa tidak boleh dianggap ringan. Tetapi sebesar apa pun dosa seseorang, jangan sampai membuatnya berputus asa dari rahmat Allah.
Taubat yang benar bukan hanya berkata, “Aku menyesal.”
Taubat juga berarti berusaha meninggalkan keburukan, memperbaiki diri, dan mengubah arah kehidupan.
Mungkin hari ini ada seseorang yang merasa dirinya terlalu jauh dari Allah.
Merasa masa lalu terlalu buruk.
Merasa dosa terlalu banyak.
Jika itu yang sedang dirasakan, ingatlah kisah pembunuh 100 orang ini.
Jangan berhenti mencari jalan pulang hanya karena merasa perjalananmu sudah terlalu jauh.
Selama masih diberi kehidupan, masih ada kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53).***
