NU Kalipancur Gelar Lailatul Ijtima, Santri dan Warga Kompak Peringati Hari Santri
2 mins read

NU Kalipancur Gelar Lailatul Ijtima, Santri dan Warga Kompak Peringati Hari Santri

Semarang, NU Online Jateng – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, menggelar kegiatan Lailatul Ijtima dan Sholawat Bersama di Balai Kelurahan Kalipancur, Jumat (31/10/2025) malam.
Acara berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri berbagai elemen masyarakat serta menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga Nahdliyyin.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan lomba adzan dan iqomah yang diikuti 15 santri dari berbagai TPQ, mushola, dan masjid se-Kelurahan Kalipancur.
Lurah Kalipancur, Bapak Anggun, yang membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi semangat para peserta dan peran NU dalam membina generasi muda.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Anak-anak jadi lebih fokus pada hal-hal yang bermanfaat dan tidak hanya bermain dengan gawai,” tuturnya.

Kebersamaan Warga dan Banom NU

Acara inti Lailatul Ijtima malam harinya dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser, hingga para tokoh agama dan warga sekitar.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah oleh KH. Ali Ma’ruf sebagai Kyai Ali Ma’ruf sebagai Sekertaris LDNU PC Kota Semarang dan di Wakil Katib Suriyah MWCNU Kecamatan Ngaliyan. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk meneladani perjuangan ulama dan santri dalam menegakkan agama dan mempertahankan kemerdekaan.

“Perjuangan santri tidak hanya melalui kekuatan fisik, tetapi juga kekuatan spiritual seperti doa, hizib, dan aurad. Inilah benteng rohani yang menguatkan bangsa,” jelas KH. Ali Ma’ruf.

Apresiasi dan Harapan Berkelanjutan

Sebagai bentuk penghargaan, piala lomba diserahkan langsung oleh Dipa Yustia, perwakilan Tanfidziyah NU Kalipancur sekaligus inisiator kegiatan.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang mampu mempererat sinergi antara NU, pemerintah kelurahan, dan masyarakat.

KH. Ali Ma’ruf juga memberikan dorongan kepada seluruh pengurus ranting agar lebih aktif dalam menggerakkan kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungannya.

“NU harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dikenal lewat nama, tapi lewat karya dan kebersamaan,” tegasnya.

Inspirasi bagi Ranting NU Lain

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Kang Saif, Sekretaris Ranting NU Tambakaji.
Menurutnya, langkah NU Kalipancur ini mampu menjadi inspirasi bagi ranting-ranting lain di wilayah Kecamatan Ngaliyan.

“Apa yang dilakukan NU Kalipancur patut diapresiasi. Teman-teman ranting lain jadi ikut termotivasi. Ini bukti bahwa NU di tingkat ranting bisa hidup dan menghidupkan,” ujarnya.

Penutup dan Dukungan Pemerintah

Acara ditutup dengan sambutan Bapak Anggun, Lurah Kalipancur, yang menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan keagamaan di wilayahnya.

“Kami siap mendukung penuh kegiatan NU di Kalipancur. Semoga tahun depan acaranya bisa lebih besar dan lebih semarak lagi,” pungkasnya.

Kegiatan Lailatul Ijtima Ranting NU Kalipancur menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara NU, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan kegiatan yang bermakna serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
Semangat santri yang cinta agama dan tanah air terus tumbuh di Kalipancur, menjadi inspirasi bagi seluruh ranting NU di Kecamatan Ngaliyan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *