
Ungaran, nujateng.com — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Lebih dari itu, kemerdekaan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memanjatkan rasa syukur sekaligus doa bagi masa depan bangsa.
Semangat tersebut tercermin dalam malam tirakatan yang digelar warga Branggah, meliputi RT 1, RT 2, dan RT 6 RW 8, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, pada Minggu (16/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut diisi dengan berbagai pentas seni dan kreativitas anak-anak serta remaja, pembacaan tahlil, asrokol, dan doa bersama untuk para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Pada pelaksanaan tahun ini, RT 6 mendapat giliran menjadi salah satu tuan rumah kegiatan malam tirakatan. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di wilayah RT 1.
Perwakilan Ketua Panitia sekaligus Ketua RT 6, Tumino, menyampaikan apresiasi atas antusiasme warga yang hadir dan ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada anak-anak dan remaja Branggah yang tergabung dalam IRSADANAM atas peran serta mereka dalam mempersiapkan hingga terlaksananya malam tirakatan.
“Saya berharap, mari seluruh warga Branggah kita isi hari kemerdekaan ini dengan guyub rukun dan terus berbuat kebaikan untuk kemajuan bangsa dan negara ini,” ujar Tumino.

Suasana malam tirakatan semakin semarak dengan penampilan seni dari perwakilan masing-masing RT. Beragam kreativitas ditampilkan, mulai dari drama pendek hingga tari bertema kebangsaan.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir. Suasana semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize yang disiapkan oleh panitia.
Ketua RW 8, Wahyu Triatmoko, turut memberikan apresiasi atas kekompakan warga Branggah dalam menyambut dan memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan.
Ia berpesan agar semangat kebersamaan yang telah terbangun terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jaga kekompakan, kerukunan, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya.

Setelah rangkaian pentas seni, suasana malam tirakatan kemudian berubah menjadi lebih khusyuk. Lantunan tahlil dan asrokol mengiringi doa bersama yang dipanjatkan untuk para pahlawan bangsa, sekaligus memohon keselamatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan bagi seluruh warga Branggah dan sekitarnya.
Tahlil dan doa kebangsaan dipimpin oleh dua tokoh masyarakat Branggah, yakni Kyai Abu Hanifah dan Kyai Sholekan.
Malam tirakatan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dengan rasa syukur, doa, serta tekad untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.***
