By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Notification Show More
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Reading: KH Fadlolan Musyaffa’: Al-Qur’an Pintu Pertama Kecerdasan, Santri Harus Mampu Berenang Arungi Zaman
Share
Font ResizerAa
Search
  • Beranda
  • Berita
  • Khutbah
  • Kolom
    • Artikel
  • Profil
    • Lembaga
    • Tokoh
Have an existing account? Sign In
Follow US
Home » Blog » KH Fadlolan Musyaffa’: Al-Qur’an Pintu Pertama Kecerdasan, Santri Harus Mampu Berenang Arungi Zaman
PPFF

KH Fadlolan Musyaffa’: Al-Qur’an Pintu Pertama Kecerdasan, Santri Harus Mampu Berenang Arungi Zaman

Dwi Widiyastuti
Last updated: July 2, 2026 4:35 pm
Dwi Widiyastuti
Published: July 2, 2026
Share
SHARE
DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang, menyampaikan mauidhoh hasanah Pondok Pesantren Darut Ta’lim Bangsri, Jepara pada Senin (29/6/2026) malam.

 

BANGSRI, JEPARA — Pondok Pesantren Darut Ta’lim Bangsri, Jepara, di bawah naungan Yayasan Kholiliyah, menggelar Haflah Akhirussanah sekaligus Khotmil Qur’an Bil Hifdhi dan Bin Nadhor 30 Juz serta Haul ke-1 Nyai Hj. Muyassaroh pada Senin (29/6/2026) malam.

 

Acara yang berlangsung khidmat di Lapangan Yayasan Kholiliyah tersebut turut menandai wisuda para khotimin dan khotimat. Dalam momentum berharga ini, menghadirkan DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA., Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang, untuk menyampaikan mauidhoh hasanah.

 

Dalam tausiyahnya, Kyai Fadlolan mengingatkan para khotimin-khotimat bahwa momen ini baru menyelesaikan babak pertama dari perjalanan panjang yang harus dilalui. Beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pintu utama bagi seseorang untuk menjadi calon ulama.

 

“Tidak satu pun ulama salaf, mujtahid, dan mujtahidin yang tidak hafal Al-Qur’an, karena pintu pertama kecerdasan anak adalah diajari ilmu Al-Qur’an,” ujarnya.

 

Kyai Fadlolan berpesan agar prestasi ini tidak membuat santri lengah, melainkan menjadi pijakan untuk mendaki tangga berikutnya, yaitu memantapkan (mutqin) hafalan, memahami maknanya, dan mendalami ilmu fikih.

 

Beliau menambahkan bahwa para penghafal Al-Qur’an akan teruji kecerdasannya. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah, serta mampu menolong orang tua menuju surga Allah SWT. Kendati demikian, Kyai Fadlolan berpesan agar prestasi ini tidak membuat santri lengah, melainkan menjadi pijakan untuk mendaki tangga berikutnya, yaitu memantapkan (mutqin) hafalan, memahami maknanya, dan mendalami ilmu fikih.

 

Kyai Fadlolan juga memberikan pesan mendalam kepada para wali santri. Bahwa kewajiban orang tua terhadap anak tidak sekadar mendidik, melainkan ada empat hak anak yang wajib dipenuhi oleh orang tua

 

Kyai Fadlolan juga memberikan pesan mendalam kepada para wali santri. Beliau mengingatkan bahwa kewajiban orang tua terhadap anak tidak sekadar mendidik, melainkan ada empat hak anak yang wajib dipenuhi oleh orang tuanya yakni: 1) Memberikan nama yang baik (أَنْ يُحْسِنَ اسْمَهُ إِذَا وُلِدَ), karena nama adalah doa; 2) Memberi makan dengan rezeki yang halal (وَأَنْ يُطْعِمَهُ حَلَالًا ) sebagai perantara agar anak mudah menuntut ilmu yang berkah, bermanfaat, cerdas akal, dan berakhlak mulia; 3) Mengajarkan Al-Qur’an, yang maknanya mencakup pengajaran hukum syariat yang berakar dari Al-Qur’an (أَنْ يُعَلِّمَهُ الْكِتَابَ); 4) Menikahkan anak dengan pasangan sekufu ketika waktunya telah tiba (وَيُزَوِّجَهُ إِذَا أَدْرَكَ).

 

Bagian yang menyita perhatian jamaah adalah ketika Kyai Fadlolan mengutip seruan Sayyidina Umar bin Khattab RA:
عَلِّمُوا أَوْلَادَكُمُ السِّبَاحَةَ وَالرِّمَايَةَ وَرُكُوبَ الْخَيْلِ
“Ajarilah anak-anak kalian berenang, memanah, dan berkuda.”
Seruan tersebut memiliki makna metaforis yang sangat relevan dengan konteks kehidupan modern.

 

“Sayyidina Umar mengisyaratkan bahwa generasi yang akan datang akan dihadapkan pada kehidupan yang sulit, bagaikan hidup di laut dengan deburan ombak besar. Manusia dihadapkan dengan kehidupan yang tidak menentu, kondisi politik yang bergejolak, degradasi moral, dan masa digital yang membuat generasi masa kini lalai karena candu gadget,” jelasnya.

 

Berenang (as-sibahah) sebagai simbol daya tahan mental dan benteng diri agar tidak terbawa arus zaman. Dunia di akhir zaman diibaratkan sebagai lautan tak bertepi dengan ombak besar. Oleh karena itu, anak-anak harus memiliki kemampuan “berenang” agar tidak hanyut dalam ketidakpastian realitas.

Memanah, disimbolkan sebagai konsentrasi dan fokus dalam belajar agar tepat sasaran dalam mencapai tujuan dan menggapai cita-cita.

 

Mengakhiri ceramahnya, Kyai Fadlolan berpesan bahwa alumni terbaik adalah mereka yang tetap menjaga jati diri sebagai santri pondok pesantren. Terkait masa depan dan rezeki berserah diri kepada Allah SWT, sembari memantapkan keyakinan bahwa seorang santri adalah pekerjaan yang mulia dan mendatangkan rezeki yang halal.

You Might Also Like

Pembacaan Maulid Burdah dalam Rangkaian Haul Akbar Masyayikh PPFF Digelar di Area Makam Ning Arina Sabiela
Yai Fadlolan: Yang Inden Ratusan, Madrasah Al-Musyaffa’ PPFF Semarang Gelar Tes PPDB 2026–2027 Lebih Awal
Dirosah Khosshoh Santri Baru PPFF Sebagai Tahap Upgrading Pelajaran
Kepercayaan Masyarakat Terus Menguat, PPFF Gelar Tes PPDB Gelombang 3 Tahun Ajaran 2026/2027
Lebaran di PPFF: Momen Penuh Barokah Santri Muqim Bersama Kyai & Bu Nyai
TAGGED:ceramahFadlolan Musyaffa'jeparappff semarang
Share This Article
Facebook Email Print
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories

  • ES Money
  • U.K News
  • The Escapist
  • Insider
  • Science
  • Technology
  • LifeStyle
  • Marketing

About US

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet.

Subscribe US

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?